SUARAPUBLIC.COM - Pengusutan kasus mafia pajak kain menarik disimak. Apakah dengan tiga kardus data berisi 151 dokumen perusahaan wajib pajak yang diserahkan Kemenkeu, benar-benar jadi amunisi baru penegak hukum dalam mengusut kasus itu, atau sebaliknya hanya mampu menjerat pelaku sekelas Gayus yang terlebih dahulu menjadi pesakitan dalam kasus itu.
Sejumlah masyarakat, memang banyak yang sangsi kerja aparat penegak hukum dalam mengungkap pelaku utama kasus mafia pajak berjalan mulus. Tapi harapan tetap saja ada, apalagi masiang-masiang lembaga hukum negara ini sudah mau bekerjasama dengan melakukan koordinasi untuk mengusut secara transparan dan tuntas kasus mafia pajak itu.
"Tugas penegak hukum dalam mengusut mafia pajak kali ini tidaklah mudah. Pasti banyak jalan berliku, yang kesemuanya menjadi penghabat proses pengusutan kasus itu. Apalagi kabarnya, untuk menjerat pelaku utama, aparat harus berhadapan dengan kelompok orang kuat secara politik dan kuat secara finansial," tulis seorang pemilik akun facebook dihalaman 'Gayus si Mafia Pajak', tadi malam.
"Mudahan kedepannya, yang disidangkan di pengadilan Tipikor tidak sekadar Gayus, yang hanya sebagai orang suruhan yang mendapatkan imbalan duit. Tapi mereka para penyuap yang tadinya bermasalah dengan pajak, juga harus dipenjara. Mereka itu adalah pelaku utama mafia pajak sebenarnya," balas pengunjung lainnya.
Seperti diketahui, belakangan ini tensi aparat penegak hukum, terutama pihak Mabes Polri meningkat terhadap kasus mafia pajak Gayus Tambunan itu. Pemicunya adalah pledoi Gayus dipersidangan dirinya di Pengadilan Tipikor Jakarta Selatan, yang menuding penyidik Mabes Polri pilih kasih dalam mengusut kasus itu.
Gayus juga menyebutkan dirinya sengaja dijadikan korban, karena pelaku lain yang lebih bertanggungjawab dalam kasus itu, tak tersentuh hukum. Memang Gayus tak merinci baik inisial maupun nama pihak lain dari perusahaan wajib pajak yang telah menyogok dirinya, kemudian dengan bantuannya berhasil lepas dari masalah pajak.
Karena Gayus hanya menyebutkan nama-nama para penegak hukum yang lolos dari jeratan hukum padahal juga punya peran besar meloloskan kasus itu sebelumnya hingga dirinya dapat vonis bebas dipengadilan. "Saya hanya pelaku kelas Teri, mana Big Fish-nya seperti dijanjikan aparat dan satgas." kata Gayus dalam pledoinya.
Kemudian muncul poto-poto pelesiran Gayus keluar negeri padahal dirinya masih berstatus tahanan praktis menambah geram pihak Mabes Polri terhadap mantan pegawai golongan III Dirtjen Pajak itu. Apalagi penyidik Mabes Polri berhasil membuktikan bila paspor Gayus adalah palsu karena menggunakan nama Sony Laksono.
Namun rasa penasaran pihak Mabes Polri terhadap kasus Gayus tak hanya sebatas melakukan pemeriksaan terkait plesiran terdakwa kasus mafia pajak itu keluar negeri. Lebih dari itu, sekaligus membuktikan bahwa Mabes Polri independen dalam mengusut kasus itu, pengusutan kasus mafia pajak Gayus Tambunan dikembangkan kearah pelaku penyuapan Gayus yang tak lain adalah perusahaan yang tadinya sempat bermasalah dengan pajak.
Mabes Polri, dalam pengembangan pengusutan kasus itu, dapat dukungan dari Kementerian Keuangan. Setidaknya, ada tiga buah kardus berisi 151 data atau dokumen daftar perusahaan wajib pajak yang ditangani Gayus diserahkan Kemenkeu kepada pihak Mabes Polri. Sangat beralasan data itu dibutuhkan karena dalam persidangan, Gayus mengaku menerima imbalan uang dari wajib pajak yang diurusnya itu.
Uang jasa berhasil dikumpulkan Gayus dari membantu perusahaan menggelapkan uang negara dari wajib pajak cukup pantastis yakni sekitar Rp 35 miliar. Uang itu di antaranya diperoleh Gayus dari dari tiga perusahaan Grup Bakrie. Gayus menerima imbalan, antara lain untuk membantu salah satu perusahaan Grup Bakrie yang saat itu menghadapi sidang di pengadilan pajak.
Namun dalam pengusutan kasus itu sebelumnya, aparat penegak hukum hanya menjerat Gayus dengan pasal gratifikasi. Sedangkan para penyuap hingga kini belum satu pun yang dijerat atau diperiksa, apalagi sampai dijadikan tersangka kasus itu.
Kini, dokumen sebagai bukti keterlibatan perusahaan wajib pajak dalam kasus mafia pajak itu sudah di tangan penyidik. Tinggal menunggu keseriusan penegak hukum untuk mengungkap siapa pengemplang pajak sebenarnya, termasuk menelusuri asal dana yang menumpuk di rekening Gayus hingga mencapai Rp35 milyar.
Business
Technology
KRIMINALITAS
ANTI KORUPTOR
Sports
POROS KALTENG
Home
»
breakingnews
»
dailynews
»
headlinenews
»
sorottajuk
» Akankah Pelaku Utama Mafia Pajak Berhasil di Penjara?
METRO BARITO's Admin
We are.., This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
ADVENTORIAL
Popular
-
MENTAWAI - Musibah bencana alam seakan enggan pergi dari negeri ini. Belum selesai evakuasi pengungsi akibat letusan gunung merapi di Jogja...
-
MUARA TEWEH - Menyusutnya debit sungai Barito akibat musim kemarau tiga bulan terakhir ini berdampak terhadap hasil produksi batu bara di wi...
-
MENTAWAI - Musibah bencana alam seakan enggan pergi dari negeri ini. Belum selesai evakuasi pengungsi akibat letusan gunung merapi di Jogja...
-
Pekanbaru - Dortiana Simanjuntak (45) melapor ke polisi atas tindak penganiayaan. Pelakunya adalah anak seorang pengusaha ternama di Pekanba...
-
Makasar - Ibukota Kalimantan Tengah (Kalteng), Palangkaraya dinilai memiliki keunggulan dibandingkan daerah lain sebagai calon Ibukota Nega...
Top News
-
web PALANGKARAYA - Ruang gerak calo rekturmen CPNS diwilayah Kalimantan Tengah terus dipersempit. Kapolda Kalimatan Tengah (Kalteng) Brigje...
-
ilustrasi kereta kencana (web) DARI sekian banyak peserta helaran Kemilau Nusantara 2010, tim kesenian dari Jawa Timur banyak menarik perha...
-
MUARATEWEH - Perbuatan Ayu(25), bukan nama sebenarnya, semoga menjadi pelajaran berharga bagi ibu rumah tangga lainnya. Ulahnya, tak saja m...
-
Dinas Teknis Diharapkan Bertindak Tegas Dok : SUARAPUBLIC Ini salah satu contoh kerusakan hutan setelah lahan diberikan IUP kepada p...
-
Wabup Barut, Oemar Zaki, Owner PT.Mitra Barito, Nadalsyah(Koyem), Komisaris Utama PT.Mitra Barito Ruhut Sitompul, menekan tombol sirine ...
Pilihan
-
Posko Bantuan Partai Politik di pengungsian Merapi YOGYAKARTA - Presiden Republik Indonesia (RI), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) langsung b...
-
Tarian Lawung Ageng, di Depan Gedung Agung Yogya. YOGYAKARTA - Semenjak memutuskan mengambil alih komando tanggap darurat penanganan ben...
-
MAKASAR - Tetap dipercayanya Rudi Yulianto menjabat sebagai Kajari Sungguminasa patut dipertanyakan. Karena, label berkinerja buruk bukanla...
-
MAKASAR - Berbeda dengan Kajari Sungguminasa yang memilih menghindar dari wartawan pasca gencarnya pemberitaan mengenai kinerja burunya sep...
-
BUNTOK – Luasnya wilayah provinsi Kalimantan Tengah yang mencakup empat belas kabupaten dan kota untuk membangun tentunya memerlukan dana t...
Advertorial
SPONSORED
ADVENTORIAL
Populer
-
web PALANGKARAYA - Ruang gerak calo rekturmen CPNS diwilayah Kalimantan Tengah terus dipersempit. Kapolda Kalimatan Tengah (Kalteng) Brigje...
-
ilustrasi kereta kencana (web) DARI sekian banyak peserta helaran Kemilau Nusantara 2010, tim kesenian dari Jawa Timur banyak menarik perha...
-
MUARATEWEH - Perbuatan Ayu(25), bukan nama sebenarnya, semoga menjadi pelajaran berharga bagi ibu rumah tangga lainnya. Ulahnya, tak saja m...







Tidak ada komentar: