MAKASAR - Berbeda dengan Kajari Sungguminasa yang memilih menghindar dari wartawan pasca gencarnya pemberitaan mengenai kinerja burunya sepanjang 2010, Kajari Jeneponto Tubagus Arief Aziz lebih bersikap tegar.
Seperti laporan Fajar.co.id, dia tak banyak bicara ketika berhsil diwawancara wartawan tai malam. "Maaf, saya tidak mau menanggapi terlalu jauh," kata Tubagus Arief Azis seperti dikutif Fajar.
Tubagus Arief Aziz menilai rapor merah diterimanya itu bentuk perhatian pimpinan kepada lembaga yang dipimpinnya. Dia menganggap itu sebatas motivasi agar dirinya dan jajaranya kedepan lebih giat lagi menjalankan tugas.
"Saya tidak mau terlalu berpolemik dengan pimpinan. Bagi saya, apapun penilaian pimpinan, itu adalah bagian dari motivasi agar kami bekerja lebih giat lagi," katanya sedikit berdiplomasi.
Dalam penanganan kasus korupsi, Kajari Jeneponto Tubagus Arief memang tidak sampai mendapat rapor merah. Oleh Kajati Burhanuddin, Tubagus dkk hanya dianggap berkinerja buruk dalam hal administrasi.
Meski begitu, sepanjang tahun 2010, di Jeneponto sebetulnya cukup banyak kasus korupsi laporan berbagai elemen masyarakat yang penyelesaiannya masih tanda tanya hingga saat ini.
Di antaranya kasus dugaan korupsi Dana Iuran Asuransi (Askes) senilai Rp640 juta yang melibatkan sejumlah pejabat, penyelewengan dana PLS senilai Rp200 juta, kasus bantuan sosial (bansos) senilai Rp920 juta, dan dugaan korupsi penyelewengan dana proyek desentralisasi healt system (DHS) Depkes untuk pengadaan fiktif satu unit mobil dinasdengan anggaran Rp250 juta.
Berikutnya, dugaan penyimpangan raskin yang jika ditotal nilainya mencapai puluhan juta. Maklum, kepala desa sebagai penanggung jawab penyaluran raskin yang dilaporkan menyalahgunakan bantuan untuk rakyat miskin itu cukup banyak.
Masih dari Jeneponto, kasus dugaan korupsi lainnya yang cukup menyita perhatian publik, antara lain pembangunan jembatan Parappa, Kecamatan Binamu, senilai Rp5 miliar. Kemudian kasus pembebasan lahan tiga hektar, pembangunan bantuan rumah miskin di Kampung Sicini, Desa Arungkeke, Kecamatan Arungkeke, Jeneponto senilai Rp9 miliar.
"Kami dari Lembaga Pemberantasan Korupsi Jeneponto melihat ada ketidakseriusan aparat kejaksaan menindaklanjuti temuan masyarakat. Semua seolah berhenti di tengah jalan dan tidak ada tindak lanjut yang signifikan. Bahkan kasus korupsi yang diduga melibatkan pimpinan daerah dan para pejabat daerah, lebih bersemangat bila dipeti eskan.
Ia pun menilai selama ini Kejari Jeneponto terkesan hanya mampu menangani kasus-kasus korupsi kecil. Sedangkan, kasus korupsi berskala besar, yang diduga merugikan keuangan negara bernilai miliaran rupiah belum tersentuh sama sekali.
"Lama-kelamaan masyarakat Jeneponto tidak akan percaya lagi dengan kinerja Kejari Jeneponto. Sebab, kasus-kasus korupsi yang pernah dilaporkan tidak ada tindak lanjutnya," tegas Maskur, dikutif dari Fajar.
Terpisah, Koordinator FIK Ornop Sulsel, Khudri Arsyad menyatakan, tujuh kajari di daerah itu yang mendapat rapor merah penanganan korupsi dan tertib administrasi menandakan masih lemahnya komitmen penegakan hukum terhadap tugas yang diembannya.
Business
Technology
KRIMINALITAS
ANTI KORUPTOR
Sports
POROS KALTENG
Home
»
breakingnews
»
dailynews
»
headlinenews
»
HUKUM
»
HukumKorupsi
»
Korupsi
»
Koruptor
» Kajari Jeneponto : "Rapor Merah, Motivasi Kerja"
METRO BARITO's Admin
We are.., This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
ADVENTORIAL
Popular
-
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi), serius memantau penggunaan dana desa, dimana total alokasinya di 2017 mencapai Rp 60 triliun. Sela...
-
Stoner bersama Honda dalam uji coba belum lama ini Kepala Mekanik Ducati, Jeremy Burgess, menganggap Casey Stoner bersama Honda sebagai anc...
-
(SUKABUMI) - Sebanyak 358 bakal calon legislatif (caleg) akan memperebutkan kuota kursi DPRD di Kota Sukabumi. Mereka berasal dari 12 partai...
-
JAKARTA - Seiring dilibatkanya penyidik KPK dalam pemantauan sekaligus pengecekan anggaran desa, sebaiknya aparatur desa lebih berhati-hati...
-
Jakarta - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia harus melakukan perubahan yang signifikan agar bisa mencapai prestasi. Caranya, dengan men...
Top News
-
web PALANGKARAYA - Ruang gerak calo rekturmen CPNS diwilayah Kalimantan Tengah terus dipersempit. Kapolda Kalimatan Tengah (Kalteng) Brigje...
-
ilustrasi kereta kencana (web) DARI sekian banyak peserta helaran Kemilau Nusantara 2010, tim kesenian dari Jawa Timur banyak menarik perha...
-
MUARATEWEH - Perbuatan Ayu(25), bukan nama sebenarnya, semoga menjadi pelajaran berharga bagi ibu rumah tangga lainnya. Ulahnya, tak saja m...
-
Dinas Teknis Diharapkan Bertindak Tegas Dok : SUARAPUBLIC Ini salah satu contoh kerusakan hutan setelah lahan diberikan IUP kepada p...
-
Wabup Barut, Oemar Zaki, Owner PT.Mitra Barito, Nadalsyah(Koyem), Komisaris Utama PT.Mitra Barito Ruhut Sitompul, menekan tombol sirine ...
Pilihan
-
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi), serius memantau penggunaan dana desa, dimana total alokasinya di 2017 mencapai Rp 60 triliun. Sela...
-
MUARA TEWEH - Program pembangunan Pemkab Barito Utara (Barut) kini tengah dibahas DPRD Barut. Diharapkan program berorientasi kepada kepent...
-
(SUKABUMI) - Sebanyak 358 bakal calon legislatif (caleg) akan memperebutkan kuota kursi DPRD di Kota Sukabumi. Mereka berasal dari 12 partai...
-
MUARA TEWEH - Bupati Barito Utara (Barut) H.Nadalsyah, sangat memperhatikan kualitas pekerjaan proyek. Tidak terkecuali pembangunan Water F...
-
JAKARTA - Seiring dilibatkanya penyidik KPK dalam pemantauan sekaligus pengecekan anggaran desa, sebaiknya aparatur desa lebih berhati-hati...
Advertorial
SPONSORED
ADVENTORIAL
Populer
-
web PALANGKARAYA - Ruang gerak calo rekturmen CPNS diwilayah Kalimantan Tengah terus dipersempit. Kapolda Kalimatan Tengah (Kalteng) Brigje...
-
ilustrasi kereta kencana (web) DARI sekian banyak peserta helaran Kemilau Nusantara 2010, tim kesenian dari Jawa Timur banyak menarik perha...
-
MUARATEWEH - Perbuatan Ayu(25), bukan nama sebenarnya, semoga menjadi pelajaran berharga bagi ibu rumah tangga lainnya. Ulahnya, tak saja m...







Tidak ada komentar: