SUARAPUBLIC.COM - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar terus terjadi di berbagai kota dan daerah wilayah Provinsi Kalimantan Tengah. Akibatnya, di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar numum (SPBU) di Kota Sampit dan Palangka Raya, ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah, tampak terjadi antrean kendaraan yang cukup panjang, Minggu (26/12).
Antrean kendaraan angkutan umum, barang dan kendaraan pribadi terus terjadi, dan ini merupakan pemandangan sehari-hari di sejumlah SPBU di Kota Sampit dan Palangka Raya. Kelangkaan solar di Kalimantan Tengah sesungguhnya telah dirasakan muncul sejak pertengan 2010.
"Kami tidak habis pikir, kenapa kondisi kesulitan masyarakat mendapatkan BBM terutama jenis solar tidak ada tanda-tanda akan berakhir, dan bahkan cenderung semakin parah," kata Zulkifli Nasution, ketua harian Organda Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Kalangan pengusaha angkutan barang dan penumpang di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menggugat BPH Migas untuk segera mengakhiri kebijakan diskriminasi dalam penyaluran BBM solar bersubsidi yang telah berjalan tiga tahun terakhir, yang telah dan mengakibatkan satu persatu usaha angkutan gulung tikar.
"Kalau SPBU di Jawa, Sumatera, Sulawesi dan daerah lainnya di Indonesia buka 24 jam melayani penjualan solar. Sementara kondisi di Sampit dalam tiga tahun ini sangat ironis, karena SPBU hanya buka empat jam melayani pembelian solar," katanya.
Dikatakan, karena kesulitan memperoleh solar, banyak armada angkutan barang terpaksa menganggur dan waktu lebih banyak dihabiskan untuk antre di SPBU berhari-hari untuk mendapatkan solar.
Ketika kondisi SPBU di Sampit normal dalam melayani pembelian solar, armada angkutan barang bisa beroperasi penuh minimal 24 hari kerja dalam sebulan, tapi sejak tiga tahun terakhir keadaan terus memburuk karena awak armada angkutan hampir setiap hari harus antre memperoleh solar, dan akhirnya hanya bisa beroperasi maksimal 15 hari dalam sebulan.
"Sopir bersama armada angkutan barang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk antre mendapatkan solar di SPBU yang ada di Sampit. Antre dari kemarin untuk mendapatkan solar hari ini, dan antre hari ini baru besok bisa mendapatkan solar," ucap Zulkifli Nasution, yang juga ketua Persatuan Olah Raga Catur (Percasi) Kotim.
Akibat kondisi usaha angkutan barang di Kabupaten Kotim dalam tiga tahun belakangan cukup memprihatinkan, telah membuat sejumlah usaha angkutan barang tumbang satu persatu karena tidak lagi mampu membayar kredit akibat armada angkutan lebih banyak menganggur.
Terkait itu, Organda Kotim "menggugat" dan mendesak BPH Migas untuk segera turun tangan dan mengakhiri kebijakan diskriminatif dalam penyaluran solar bersubsidi di Sampit. sumber:mediaindonesia.com
Business
Technology
KRIMINALITAS
ANTI KORUPTOR
Sports
POROS KALTENG
Home
»
Analysis
»
Barito
»
baritotoday
»
breakingnews
»
dailynews
»
headlinenews
»
Kalteng
»
poroskalteng
»
sampit
» Solar masih Sulit Didapat di Kalteng
METRO BARITO's Admin
We are.., This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
ADVENTORIAL
Popular
-
SUARAPUBLIC.COM – Puluhan sopir truk yang melayani angkutan tandan buah segar (TBS) di lokasi kebun plasma PT Gemareksa Mekarsari, Kabupate...
-
SUARAPUBLIC.COM - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim terus mengejar dan berupaya menangkap tersangka Dwi Setio alias Theo, buronan kasus duga...
-
Ari Sudjito YOGYAKARTA - Keputusan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkantor di Gedung Agung Yogyakarta agar bisa turun langsung...
-
SUARAPUBLIC.COM – Sebanyak 106 berkas honorer angkatan 2005 yang diusulkan untuk diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kabupat...
-
Realisasi Pendapatan 2015 Mencapai 97 Persen MUARA TEWEH - Bupati Barito Utara (Barut) H Nadalsyah, melalui sidang paripurna DPRD Barut, Ka...
Top News
-
web PALANGKARAYA - Ruang gerak calo rekturmen CPNS diwilayah Kalimantan Tengah terus dipersempit. Kapolda Kalimatan Tengah (Kalteng) Brigje...
-
ilustrasi kereta kencana (web) DARI sekian banyak peserta helaran Kemilau Nusantara 2010, tim kesenian dari Jawa Timur banyak menarik perha...
-
MUARATEWEH - Perbuatan Ayu(25), bukan nama sebenarnya, semoga menjadi pelajaran berharga bagi ibu rumah tangga lainnya. Ulahnya, tak saja m...
-
Dinas Teknis Diharapkan Bertindak Tegas Dok : SUARAPUBLIC Ini salah satu contoh kerusakan hutan setelah lahan diberikan IUP kepada p...
-
Wabup Barut, Oemar Zaki, Owner PT.Mitra Barito, Nadalsyah(Koyem), Komisaris Utama PT.Mitra Barito Ruhut Sitompul, menekan tombol sirine ...
Pilihan
-
SLEMAN - Semburan awan panas Gunung Merapi telan korban jiwa. Sedikitnya dua orang meninggal dan belasan orang terluka setelah sengatan awa...
-
PANGKALPINANG – Dunia pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat sokongan dana besar dari pemerintah pusat. Dana bantuan itu diser...
-
SLEMAN - Semburan awan panas Gunung Merapi telan korban jiwa. Sedikitnya dua orang meninggal dan belasan orang terluka setelah sengatan awa...
-
Dinas Teknis Diharapkan Bertindak Tegas Dok : SUARAPUBLIC Ini salah satu contoh kerusakan hutan setelah lahan diberikan IUP kepada p...
-
Realisasi Pendapatan 2015 Mencapai 97 Persen MUARA TEWEH - Bupati Barito Utara (Barut) H Nadalsyah, melalui sidang paripurna DPRD Barut, Ka...
Advertorial
SPONSORED
ADVENTORIAL
Populer
-
web PALANGKARAYA - Ruang gerak calo rekturmen CPNS diwilayah Kalimantan Tengah terus dipersempit. Kapolda Kalimatan Tengah (Kalteng) Brigje...
-
ilustrasi kereta kencana (web) DARI sekian banyak peserta helaran Kemilau Nusantara 2010, tim kesenian dari Jawa Timur banyak menarik perha...
-
MUARATEWEH - Perbuatan Ayu(25), bukan nama sebenarnya, semoga menjadi pelajaran berharga bagi ibu rumah tangga lainnya. Ulahnya, tak saja m...







Tidak ada komentar: