upperads

Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

POLITIKAL NEWS

Business

Technology

KRIMINALITAS

ANTI KORUPTOR

Sports

POROS KALTENG

Penggunaan Jembatan Klaihien di Barsel Diresmikan

BUNTOK - Setelah melalui proses pembangunan yang cukup panjang akhirnya Jembatan Kalahien secara resmi dapat di lewati oleh masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng) yang umumnya di wilayah Barito.

Acara peresmian jembatan nomor dua terpanjang di wilayah Kalimantan Tengah diresmikan oleh Gubernur A.Teras Narang,SH dengan di hadiri ribuan masyarakat Kamis(25/11).

Turut hadir dalam acara itu, wakil gubernur Ir H Akhmad Diran, anggota DPR-RI, DPD Kalteng, Kapolda Drs H Damianus Zeky, Kajati, Bupati Barsel Ir H.Baharudin Lisa serta para bupati dan wakil bupati se Kalteng.

Gubernur Kalimantan Tengah A.Teras Narang dalam amanatnya,mengucapkan banyak rasa syukur atas terlaksana dan selesainya jembatan kalahien yang menghubungkan kota di wilayah barito menuju arah kota Palangkaraya.

Menurut Gubernur, perjalanan pembangunan jembatan memerlukan proses yang panjang dengan di mulai pada tahun 1998 sejak bupati Ir,H Akhmad Diran di Barito Selatan yang sekarang menjadi wakil Gubernur.

"Jembatan ini dimulai sejak Bapak bupati Ir,H Akhmad Diran yang wilayahnya masih belum ada pemekaran dan gubernurnya bapak Warsito Rasman yang berarti dua belas tahun lamanya," terangnya.

Jembatan ini merupakan yang bersejarah bagi Kalimantan Tengah, karena selama lima puluh tiga tahun sejak terpisahnya dengan Kalimantan Selatan dan jembatan ini yang akan mempersatukan antara sungai Barito dan sungai Kapuas.

Dengan selesainya jembatan ini pula lanjutnya, empat Kabupaten di wilayah Barito dengan wilayah-wilayah yang ada di provinsi kalteng ini, mampu terhubung dengan mudah.

"Pembangunan jembatan kalahien bukan karena Teras/Diran tetapi ini adalah karena semangat kebersamaan, semangat persatuan dan yang paling penting adalah untuk membuka keterisolasian," tegas Teras.

Terpenting, lanjutnya, untuk mengejar ketertinggalan dari provinsi lain. Pada saat masih belum menjadi orang nomor satu di kalteng dan menjabat sebagai anggota DPR-RI Teras Narang, pernah melakukan kunjungan di wilayah Barsel.

Diakuinya, kalau ingin ke wilayah Barito harus melalui Kalimantan Selatan karena akses jalan satu-satunya hanya melewati provinsi tetangga yang memakan waktu selama dua belas jam.

Akan tetapi setelah dibangun saran jalan walaupun masih belum selesainya jembatan penghubung ini, pihaknya tak pernah lagi melawati Banjarmasin sejak tahun 2006.

"Dengan selesai ini hendaknya masyarakat gunakan jalan yang ada dan ini tiada lain adalah untuk merasakan kembali betapa sulitnya transportasi dan minimnya inprastruktur di Kalimantan tengah," pungkasnya.

Sebelum gubernur memberikan sambutan terlebih dulu Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kalteng Ir Ben Barhim S Bahat menyampaikan laporan, bahwa jembatan kalahien mempunyai panjang sekitar 620 meter dengan lebar sekitar sembilan meter atau sedikit lebih pendek dari jembatan sungai kahayan yang mempunya panjang 640 meter.

Dengan kontraktor pelaksana PT.Agrabudi Karya Marga yang menelan dana sekitar Rp 189,45 miliar dengan pengerjaan memakai system tahun jamak.

Laporan : Syarbani

Pelanggaran PT.MRI Belum Jelas

Alat berat milik PT.MRI, di beri garis polisi tim Mabes Polri.
MUARATEWEH - Pelanggaran dilakukan PT.MRI, sampai tim Mabes Polri menghentikan secara paksa kegiatan penambangan diareal Kuasa Pertambangan milik mereka hingga kini belum jelas. Pihak terkait, belum bersedia memberikan keterangan seputar kasus tersebut.

"Kapasitas saya datang ke Muara Teweh hanya sebatas sebagai penyidik, buka sebagai pihak yang memberikan keterangan," kata Kombes Nanang Hadiyanto, ketua tim Mabes Polri yang melakuakn penggerebekan kegiatan penambangan PT.MRI saat itu.

Pihak dinas teknis juga bersikap demikain. Daud Danda, Kepala Bidang Pertambangan Dinas Pertambangan Barito Utara (Barut), ketia hendak dimintai keterangannya mengaku hal itu bukan wewenang dia. "Saya tak berani memberikan keterangan karena ini bukan wewenang saya," katanya singkat.

Sedangkan Suriawan, Kadis Pertambangan Barut, belum bisa dimintai keterngannya karena yang bersangkutan sedang dinas luar, ikut mendampingi tim Barut dalam rangka Porprov Kalteng di Palangkaraya. "Nanti memintai keterangannya dengan pimpinan saya saja (Suriawan,red)," timpal Daud.

Tak ada kejelasan soal pelanggaran dilakukan PT.MRI ini praktis menimbulkan versi beragam ditengah masyarakat setempat. Ada yang menyebutkan terkait izin pinjam pakai kawasan yang diduga belum dikantongi perusahaan milik pengusaha asal korea itu, namun ada juga yang menyebutkan terkait legalitas dokumen pengiriman barang, batu bara.

Rumor menyebutkan, bila selama melakukan pengiriman barang ke tujuan Banjarmasin, PT.MRI menggunakan dokumen PT.Padang Anugerah. Ini dinilai menyalahi alias ilegal karena lahan atau areal milik Kuasa Pertambangan PT. Hamparan Mulya itu sudah murni jatuh ketangan PT.MRI, sehingga dokumen pengiriman barang juga harus atas nama perusahaan bersangkutan.

Pihak perusahaan hingga kini belum berhasil dikonfirmasi terkait tudingan itu. Ketika hendak dikonfirmasi, pihak manajemen perusahaan masih bungkam. Hanya pantauan, sejak tadi malam terlihat hilir mudik mobil double kabin milik PT.MRI mengangkut barang ATK dari lokasi perusahaan ke kantor mereka di Jalan Cempaka Putih, Muara Teweh.

"Perusaahaan tampaknya menghentikan total kegiatan, sehingga barang-barang dihangkut semua ke kantor Muara Teweh, ucap Bela, salah seorang warga Muara Teweh, Rabu (24/11/2010), sore.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, ( Baca : Tim Mabes Polri 'Grebek' Aktivitas Tambang PT.MRI) Kasus dugaan ilegal mining kembali mencuat di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah, setelah, Sabtu (20/11/2010) sekitar pukul 09.00 wib, tim aparat dari Mabes Polri, menggerebek secara tiba-tiba kegiatan penambangan diareal Kuasa Pertambangan milik PT.MRI di Desa Hajak, Kecamatan Teweh Tengah.

Masih jelas apa kesalahan perusaahaan tambang milik pengusaha asing asal korea itu hingga tim Mabes Polri menghentikan secara paksa kegiatan penambangan batu bara dilokasi areal mereka di Jalan Negara arah Muara Teweh-Banjarmasin, tepatnya di Desa Hajak itu.

"Penggerebekan terjadi Sabtu pagi. Karyawan kocar-kacir setelah mengetahui sekelompok orang berseragam lengkap dengan senjata laras panjang memerintahkan penghentian kegiatan penambangan dilapangan," kata Ketua Koperasi Gantar Tana, Saprudin S Tingan, Sabtu sore.

Selain memasang garis polisi di lokasi penambangan PT.MRI, tim Mabes Polri juga mengentikan paksa setiap truk pengangkut batu bara yang sedang melintas di jalan tambang setempat. Menurut Saprudin S Tingan, jumlah tim diperkirakan 12 orang. Mereka menguasai semua tempat stok file perusahaan hingga ke pelabuhan di Desa Bintang Ninggi seberang.

Terjadinya penggerebekan langsung oleh tim Mabes Polri itu pratis mengejutkan semua pihak, termasuk petinggi perusahaan PT.MRI dan perusahaan tambang lainnya di sekitar lokasi.

"Semua alat berat dan truk yang saat itu kepergok pengangkut batu bara ditahan kemudian diberi polis line. Saya baru saja dari lokasi tambang. Semua karyawan yang pada saat penggerebekan ada dilokasi tambang diangkut ke Mapolres Barut untuk menjalani pemeriksaan," pungkas Saprudin S Tingan.

Pantauan di lokasi tambang, tampak beberapa orang berseragam polisi berjaga-jaga dilokasi penambangan PT.MRI di Desa Hajak. Mereka dilengkapi senjata laras pendek dan panjang. Selain dilokasi tambang, personil polisi dari tim Mabes Polri juga terlihat berjaga-jaga di semua stok file dan tempat penampungan sementara di Pelabuhan Desa Bintang Ninggi.

Menurut informasi, tim dari Mabes Polri itu berjumlah 12 orang. Tim dipimpin oleh Kombes Nanang Hadiyanto. Nanang sendiri adalah petinggi polisi yang sempat menjadi Kapolres Barut, menggantikan Kombes Budi Waseso. Nanang kemudian mendapatkan job baru menjadi Kepala SPN Palangkaraya, sebelum di tarik ke devisi penanganan Ilegal Mining Mabes Polri di Jakarta.

Saat coba dikonfirmasi terkait penghentian paksa kegiatan PT.MRI di Mapolres Barut, di informasikan oleh petugas setempat jika tim sedang melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang (pekerja,red) PT.MRI. Sedangkan Kapolres Barut, AKBP H. Yanfrits Kaywai, ponselnya sedang tak aktif.

Sekadar diketahui, lahan milik PT.MRI sebelumnya adalah milik PT.Hamparan Mulia. Areal itu pecahan dari PKP2B PT.Anugerah Sentosa yang dulu menghentikan kegiatan tambang tanpa diketahui dengan jelas alasannya. Areal lainnya dikuasakan kepada PT.Padang Anugerah.

Pemegang saham PT.MRI diketahui bernama mr Coy dan Mr Kim, pengusaha asing asal Korea. Sebelumnya investor asal korea itu sempat menguasai izin kuasa pertambangan di Samarinda, Kaltim. Sedangkan orang Indonesia yang dipercaya memanagemeni perusahaan adalah Tuan Dadi.

Semua petinggi perusahaan itu belum berhasil ditemui, untuk konfirmasi masalah kedatangan tim Mabes Polri ke lahan mereka. Demikian pula pejabat dinas terkait, tak memberikan tanggapan saat coba dikonfirmasi via pesan singkat ponsel. Sebelumnya PT.Unerik, yang arealnya berada disekitar lokasi penambangan PT.MRI, juga sempat digerebek tim Mabes Polri. Sekarang proses hukum sudah dalam tahap persidangan di Pengadilan Negeri Muara Teweh.


Tim Mabes Polri 'Grebek' Aktivitas Tambang PT.MRI

Salah satu lokasi tambang PT.MRI, Desa Hajak, Muara Teweh, Barito Utara, Kalteng
MUARATEWEH - Kasus dugaan ilegal mining kembali mencuat di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah. Ini diketahui setelah, Sabtu (20/11/2010) sekitar pukul 09.00 wib, tim aparat dari Mabes Polri, menggerebek secara tiba-tiba kegiatan penambangan diareal Kuasa Pertambangan milik PT.MRI di Desa Hajak, Kecamatan Teweh Tengah.

Sejauh ini, masih belum diperoleh keterangan dari pihak terkait terhadap penghentian secara paksa kegiatan penambangan batu bara perusahaan milik pengusahaan asil asal Korea itu. "Penggerebekan terjadi Sabtu pagi. Karyawan kocar-kacir setelah mengetahui sekelompok orang berseragam lengkap dengan senjata laras panjang memerintahkan penghentian kegiatan penambangan dilapangan," kata Ketua Koperasi Gantar Tana, Saprudin S Tingan, Sabtu sore.

Selain memasang garis polisi di lokasi penambangan PT.MRI, tim Mabes Polri juga mengentikan paksa setiap truk pengangkut batu bara yang sedang melintas di jalan tambang setempat. Menurut Saprudin S Tingan, jumlah tim diperkirakan 12 orang. Mereka menguasai semua tempat stok file perusahaan hingga ke pelabuhan di Desa Bintang Ninggi seberang.

Koperasi Gantar Tanah adalah salah satu mitra kerja perusahaan dalam hal pemanfaatan tenaga lokal setempat. Selain itu, koperasi juga dipercaya sebagai penyedia tenaga untuk tebas tebang lokasi penambangan sebelum pengupasan. Terjadinya penggerebekan langsung oleh tim Mabes Polri itu pratis mengejutkan semua pihak, termasuk petinggi perusahaan PT.MRI dan perusahaan tambang lainnya di sekitar lokasi.

"Semua alat berat dan truk yang saat itu kepergok pengangkut batu bara ditahan kemudian diberi polis line. Saya baru saja dari lokasi tambang. Semua karyawan yang pada saat penggerebekan ada dilokasi tambang diangkut ke Mapolres Barut untuk menjalani pemeriksaan," pungkas Saprudin S Tingan.

Pantauan di lokasi tambang, tampak beberapa orang berseragam polisi berjaga-jaga dilokasi penambangan PT.MRI di Desa Hajak. Mereka dilengkapi senjata laras pendek dan panjang. Selain dilokasi tambang, personil polisi dari tim Mabes Polri juga terlihat berjaga-jaga di semua stok file dan tempat penampungan sementara di Pelabuhan Desa Bintang Ninggi.

Menurut informasi, tim dari Mabes Polri itu berjumlah 12 orang. Tim dipimpin oleh Kombes Nanang Hadiyanto. Nanang sendiri adalah petinggi polisi yang sempat menjadi Kapolres Barut, menggantikan Kombes Budi Waseso. Nanang kemudian mendapatkan job baru menjadi Kepala SPN Palangkaraya, sebelum di tarik ke devisi penanganan Ilegal Mining Mabes Polri di Jakarta.

Saat coba dikonfirmasi terkait penghentian paksa kegiatan PT.MRI di Mapolres Barut, di informasikan oleh petugas setempat jika tim sedang melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang (pekerja,red) PT.MRI. Sedangkan Kapolres Barut, AKBP H. Yanfrits Kaywai, ponselnya sedang tak aktif.

Sekadar diketahui, lahan milik PT.MRI sebelumnya adalah milik PT.Hamparan Mulia. Areal itu pecahan dari PKP2B PT.Anugerah Sentosa yang dulu menghentikan kegiatan tambang tanpa diketahui dengan jelas alasannya. Areal lainnya dikuasakan kepada PT.Padang Anugerah.

Pemegang saham PT.MRI diketahui bernama mr Coy dan Mr Kim, pengusaha asing asal Korea. Sebelumnya investor asal korea itu sempat menguasai izin kuasa pertambangan di Samarinda, Kaltim. Sedangkan orang Indonesia yang dipercaya memanagemeni perusahaan adalah Tuan Dadi.

Semua petinggi perusahaan itu belum berhasil ditemui, untuk konfirmasi masalah kedatangan tim Mabes Polri ke lahan mereka. Demikian pula pejabat dinas terkait, tak memberikan tanggapan saat coba dikonfirmasi via pesan singkat ponsel. Sebelumnya PT.Unerik, yang arealnya berada disekitar lokasi penambangan PT.MRI, juga sempat digerebek tim Mabes Polri. Sekarang proses hukum sudah dalam tahap persidangan di Pengadilan Negeri Muara Teweh.


Dinas Pasar Akan Tindak Pedagang Emperan Jalan

Pasar Barito Permain, Muara Teweh
MUARATEWEH – Demi menjaga keindahan kota dan tidak mengotori jalan serta terciptanya kenyamanan berlalu lintas, maka Dinas Pasar akan menggelar penertiban para pedagang kaki lima.

Mengingat pada saat sekarang ini mulai tumbuh para pedagang yang berani menggelar dagangannya di pinggir jalan atau pada bahu jalan yang seyogyanya di peruntukan bagi pejalan kaki.

Penertiban pedagang kaki lima oleh tim terpadu di antaranya Pasar blauran jalan maluku, pedagang buah jalan panglima batur serta ikan dan sayur mayur yang menggelar dagangannya di pinggir jalan.

Bahkan para pedagang buah di jalan sengaji dan pasar Ipu jalan mangkusari tak luput dari sasaran para petugas yang nantinya dalam beberapa hari kedepan akan turun kelapangan.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan pengelolaan Pasar Drs H Asawdinnor mengatakan, penertiban ini berdasarkan hasil rapat tim terpadu pada tanggal 11 Nopember 2010.

"Berdasarkan hasil rapat dengan tim terpadu telah mengambil keputusan penertiban akan dilaksanakan setelah hari raya idul adha dengan sasaran yang akan di tertibkan jalan panglima batur, maluku, sengaji dan pasar ipu jalan mangkusari," jelasnya, kemaren.

Dikatakan, para pedagang sudah seharusnya menggelar dagangan di lokasi yang sudah di sediakan oleh Pemkab yaitu pasar pendopo dan pasar PBB sehingga kelihatan tidak semraut.

Apalagi para pedagnga kaki lima menggelar dagangan di jalan sempit yang mengakibatkan arus lalu lintas kendaraan baik roda dua dan empat jadi terganggu. Bahkan sering perkara pedagang kaki lima ini di keluhkan oleh masyarakat karena dinilai semaunya saja menggelar dagangannya asalkan ada tempat yang kosong terutama di bahu jalan.

Adapun hal lain yang perlu kita tekankan adalah para pedagang kaset vcd di jalan panglima batur yang berbaur dengan pedagang buah sangat menyalahi aturan, karena pedagang itu seharusnya gabung dengan rekannya di pasar blauran. Waktu menggelar dagangan pun pada malam hari.

"Sudah kita peringatkan bahwa pedagang kaset jangan sampai berbaur dengan pedagang buah, karena mereka sudah tergabung dalam blauran yang saat menggelar dagangan sudah di tentukan waktunya,"tegasnya.

Menurutnya, pada dasar pihaknya sangat mendukung usaha para pedagang, namun semua itu sudah ada ketentuan dari pemerintah daerah yakni menggelar dagangan harus sesuai dengan keinginan masyarakat banyak terutama di tempat yang sudah di tentukan.


Tim Mabes Polri 'Grebek' Aktivitas Tambang PT.MRI

Salah satu lokasi tambang PT.MRI, Desa Hajak, Muara Teweh, Barito Utara, Kalteng
MUARATEWEH - Kasus dugaan ilegal mining kembali mencuat di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah. Ini diketahui setelah, Sabtu (20/11/2010) sekitar pukul 09.00 wib, tim aparat dari Mabes Polri, menggerebek secara tiba-tiba kegiatan penambangan diareal Kuasa Pertambangan milik PT.MRI di Desa Hajak, Kecamatan Teweh Tengah.

Sejauh ini, masih belum diperoleh keterangan dari pihak terkait terhadap penghentian secara paksa kegiatan penambangan batu bara perusahaan milik pengusahaan asil asal Korea itu. "Penggerebekan terjadi Sabtu pagi. Karyawan kocar-kacir setelah mengetahui sekelompok orang berseragam lengkap dengan senjata laras panjang memerintahkan penghentian kegiatan penambangan dilapangan," kata Ketua Koperasi Gantar Tana, Saprudin S Tingan, Sabtu sore.

Selain memasang garis polisi di lokasi penambangan PT.MRI, tim Mabes Polri juga mengentikan paksa setiap truk pengangkut batu bara yang sedang melintas di jalan tambang setempat. Menurut Saprudin S Tingan, jumlah tim diperkirakan 12 orang. Mereka menguasai semua tempat stok file perusahaan hingga ke pelabuhan di Desa Bintang Ninggi seberang.

Koperasi Gantar Tanah adalah salah satu mitra kerja perusahaan dalam hal pemanfaatan tenaga lokal setempat. Selain itu, koperasi juga dipercaya sebagai penyedia tenaga untuk tebas tebang lokasi penambangan sebelum pengupasan. Terjadinya penggerebekan langsung oleh tim Mabes Polri itu pratis mengejutkan semua pihak, termasuk petinggi perusahaan PT.MRI dan perusahaan tambang lainnya di sekitar lokasi.

"Semua alat berat dan truk yang saat itu kepergok pengangkut batu bara ditahan kemudian diberi polis line. Saya baru saja dari lokasi tambang. Semua karyawan yang pada saat penggerebekan ada dilokasi tambang diangkut ke Mapolres Barut untuk menjalani pemeriksaan," pungkas Saprudin S Tingan.

Pantauan di lokasi tambang, tampak beberapa orang berseragam polisi berjaga-jaga dilokasi penambangan PT.MRI di Desa Hajak. Mereka dilengkapi senjata laras pendek dan panjang. Selain dilokasi tambang, personil polisi dari tim Mabes Polri juga terlihat berjaga-jaga di semua stok file dan tempat penampungan sementara di Pelabuhan Desa Bintang Ninggi.

Menurut informasi, tim dari Mabes Polri itu berjumlah 12 orang. Tim dipimpin oleh Kombes Nanang Hadiyanto. Nanang sendiri adalah petinggi polisi yang sempat menjadi Kapolres Barut, menggantikan Kombes Budi Waseso. Nanang kemudian mendapatkan job baru menjadi Kepala SPN Palangkaraya, sebelum di tarik ke devisi penanganan Ilegal Mining Mabes Polri di Jakarta.

Saat coba dikonfirmasi terkait penghentian paksa kegiatan PT.MRI di Mapolres Barut, di informasikan oleh petugas setempat jika tim sedang melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang (pekerja,red) PT.MRI. Sedangkan Kapolres Barut, AKBP H. Yanfrits Kaywai, ponselnya sedang tak aktif.

Sekadar diketahui, lahan milik PT.MRI sebelumnya adalah milik PT.Hamparan Mulia. Areal itu pecahan dari PKP2B PT.Anugerah Sentosa yang dulu menghentikan kegiatan tambang tanpa diketahui dengan jelas alasannya. Areal lainnya dikuasakan kepada PT.Padang Anugerah.

Pemegang saham PT.MRI diketahui bernama mr Coy dan Mr Kim, pengusaha asing asal Korea. Sebelumnya investor asal korea itu sempat menguasai izin kuasa pertambangan di Samarinda, Kaltim. Sedangkan orang Indonesia yang dipercaya memanagemeni perusahaan adalah Tuan Dadi.

Semua petinggi perusahaan itu belum berhasil ditemui, untuk konfirmasi masalah kedatangan tim Mabes Polri ke lahan mereka. Demikian pula pejabat dinas terkait, tak memberikan tanggapan saat coba dikonfirmasi via pesan singkat ponsel. Sebelumnya PT.Unerik, yang arealnya berada disekitar lokasi penambangan PT.MRI, juga sempat digerebek tim Mabes Polri. Sekarang proses hukum sudah dalam tahap persidangan di Pengadilan Negeri Muara Teweh.


Berkorban Salah Satu Ilmu Ikhlas

Ustadz H.Abd Majib saat memberikan tausiah pada
khutbahnya di Mesjid Raya Shiratal Mustaqim Muara
Teweh pada perayaan Idul Adha 1431 Hijriyah, Rabu(17/11).
Tenggelamnya matahari di upuk barat pada Selasa kemarin atau para hujjaz telah ukuf di padang arapah, maka kalimat takbir ALLAHHU AKHBAR kembali berkumandang di seluruh maya pada.

Menyatu dengan suara kokok ayam dan kicauan burung diseluruh dunia serta mengalun diantara desiran ombak di tepi pantai dan desah air mengalir di sungai sungai juga bergerak diantara derunya berbagai sarana transportasi di segenap jengkal tanah.

“Kalimat takbir Allahu akbar mengaung di sela-sela kemarahan rakyat Palestina yang terus-menerus berjuang merebut tanah suci “Baitul Maqdis dari penjajah kaum zionis Israel juga di iringi ratapan tangis para wanita yang tertindas karena kehilangan orang yang di cintainya,”kata H.Abd Majid ketika membacakan khotbahnya di Mesjid raya Shiratal Mustaqim Kota Muara Teweh pada peryaan hari raya idul adha 1431 hijriyah atau Rabu (17/11).

Perayaan idul adha 1431 hijriyah di Mesjid terbesar Kota Muara Teweh di hadiri ribuan umat islam baik laki-laki maupun perempuan, bahkan isi ruangan mesjidtak mampu menampung jamaah dan rela sholat di halaman parkir,bahkan sampai di jalan.

Saat perayaan idul adha sebutnya,kalimat takbir bergema diantara tenda-tenda kaum muslimin di pengungsian karena bencana baik tsunami maupun meletusnya gunung merapi juga seiring dengan deru pembangunan repormasi dan demokrasi di gugusan bumi nusantara dengan bangsanya yang hasrat damai.

“Kalimat takbir keluar dari lubuk jiwa insane dengan situasi dan kondisi yang beraneka ragam, namum keluar dari hati yang sama-sama suci dengan tujuan serasi memuji Allah zat wajibul wujud yang telah menciptakan mereka semua dengan segala jamal,jalal dan kamalnya,”sebutnya.

Hari ini sebutnya, merupakan hari raya kurban di mana di mulai pada tanggal 9 Zulhijjah dengan jutaan kaum muslimin yang sedang berhaji dan berkumpul di padang arapah berdoa dan zikir serta munajat kepada Allah SWT.

Kemudian sore harinya bergerak menuju lembah mina melewati Muzdalifah dan Mabit,selanjutnya pada 10 sampai dengan 13 Zulhijjah mereka berkumpul di lembah mina dan kembali menebarkan zikir melempar zumrah dan menyembelih hewan kurban.

“Menurut prilaku manasik Rasullullah SAW yang meneladani peristiwa agung,Nabi Ibrahim yang hendak menyembelih putra beliau Ismail AS,”katanya.

Ada beberapa hal mengapa Ibadah haji dan kurban dilaksanakan pada bulan Zulhijjah, pertama adalah ibadah hai dan kurban perlu persiapan dan perbekalan namun yang paling baik adalah berbekal taqwa sesuai dengan surat Al-Baqarah ayat 197.

Kedua sebagaimana kita ketahui bahwa sebulan umat islam di perintahkan berpuasa dan ujung dari itu adalah agar bertaqwa dan yang ketiga Allah memerintahkan kurban yang di kehendaki juga adalah taqwa.

Istri Selingkuh, Suami Jadi Pembunuh

MUARATEWEH - Perbuatan Ayu(25), bukan nama sebenarnya, semoga menjadi pelajaran berharga bagi ibu rumah tangga lainnya. Ulahnya, tak saja membuat suaminya menjadi seorang pembunuh. Lebih dari itu, masa depan buah hati mereka terancam tak wajar karena ayahnya yang menjadi tulang punggung keluarga harus mendekam dipenjara.

Kisah dramatis ini terungkap pada reka ulang pembunuhan digelar Mapolres Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalteng, Senin (15/11/2010) siang. Reka ulang sendiri terpaksa dilaksanakan disebuah rumah warga komplek Bundara Patung, Muara Teweh, karena Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Desa Benangin Kecamatan Teweh Timur dianggap jauh.

Reka ulang dipimpin langsung Kapolsek Teweh Timur AKP Adji dimulai dari awal kedatangan teman selikuh Ayu dirumah pribadi pelaku, di Benangin V. Sebelum kepergok pelaku, teman selingkuh Ayu yang menjadi korban pembunuhan itu terlebih dahulu mendapat kontak via ponsel dari istri pelaku yang mengabarkan bila malam itu suaminya tidak tidur dirumah karena harus menunggu ladang.

Singkat cerita tibalah teman selingkuhan istri pelaku ke rumah mereka. Sebelum di bunuh, korban sekaligus pelaku penyelingkuh istri orang sempat beradegan layak sensor dengan istri pelaku. Malam itu hari pelaku tidak enak sehingga pada dini hari memutuskan pulang kerumah. Pelaku terkejut ternyata didepan rumah mereka ada sebuah kendaraan seseorang yang cukup dikenalnya. Orang itu memang sebelum kejadian dikabarkan ada fair dengan Ayu, yang kisahnya sudah sampai juga ke telinga pelaku.

Pelaku masuk rumah terlebih dahulu dengan cara mengetuk pintu. Rumah terbuka pelaku tak langsung menanyakan orang didalam bersama istrinya. Tapi langsung mengambil anaknya untuk diungsikan ke rumah tetangganya. Sebelum meninggalkan rumah, pelaku terlebih dahulu mengunci rumah agar korban dan istrinya tidak kabur dari kamar tidur mereka. Sesampai kembalinya ke rumah, pelaku lantas memanggil lelaki selingkuhan istri untuk keluar. Pintu rumah kembali dikunci pelaku agar istrinya tidak mengikuti kemana dia membawa korban.

Terungkap pula dalam adegan reka ulang itu, bila sebelum membunuh korban, terlebih dahulu terjadi baku hantam antara keduanya. Pelaku terdesak karena musuhnya memang punya perawakan lebih besar dibanding dirinya. Ditengah desakan korban, pelaku kemudian mengambil sebilah tukul yang memang sudah diselipkan dipinggangnya sebelum berangkat mengajak korban menjauh dari rumah mereka.

Korban tak berdaya dan diduga meninggal ditempat setelah satu pukulan keras tukul pelaku telak bersarang dikepalanya. Kepala korban hampir berlobang sehingga mengucurkan darah tak sedikit. Dalam kepanikannya melaihat kondiri korban, pelaku lantas menenggelamkan jasad korban di sungai setempat (sungai teweh). Tubuh korban di beri pemberat agar tak mudah mengapung sekaligus untuk memastikan agar korban tewas.

Menurut penyidik kepolisian yang menggelar reka ulang kejadian pembunuhan di Desa Benangin itu, pelaku bernama Nandai. Pelaku mempunyai pekerjaan sebagai peladang. Korban memiliki seorang anak lelaki umur kurang lebih 4 tahun dengan istrinya itu.

Seperti diketahui, Sabtu (16/10) pagi lalu, seorang lelaki ditemukan tewas di pedalaman Sungai Teweh, Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Mayat lelaki itu ditemukan warga Desa Benangin V, saat mengapung di Sungai Teweh (anak Sungai Barito). Saat pertama kali ditemukan, tubuh korban diberi pemberat berupa dua karung berisi batu koral.

Diketahui identitasnya bernama Antonius Acong (38). Dia merupakan seorang perangkat desa dari di Kampung Tanah Mea Kecamatan Siluq Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Penemuan mayat mengapung yang kala itu memang diduga tewas dibunuh itu membuat geger warga setempat yang daerahnya berbatasan dengan Kabupaten Kutai Barat, Kaltim itu.

Nandai(35) diketahui menghabisi nyawa teman selikuh istrinya setelah penyidik Polsek Teweh Timur berhasil membujuk istri pelaku, berawal dari drama perselingkuhan Ayu dengan korban. Istri pelaku juga sempat ditakui dengan arwah korban, sehingga tak berselang lama setelah menunjukan siapa pelaku pembunuhan itu, polisi pun menciduk pelaku di rumahnya.


Listrik Mikrohidro Belum Ada Kejelasan

Kincir Air Kaki-Angsa, suatu Inovasi Listrik
Mikrohidro, di Malang. (kendali.net)
MUARATEWEH – Salah satu daerah yang sebagian besar penduduknya tinggal di pedalaman DAS Barito, secara geografis Kabupaten Barito Utara terletak pada dataran tinggi serta pegunungan dengan ketinggian berkisar dua ratus sampai seribu dari permukaan laut.

Banyaknya potensi sumber daya air yang terdapat diwilayah ini untuk di manpaatkan sebagai penyediaan air bersih, irigasi, jalur transportasi dan energi listrik, karena itu perlu adanya usaha preventif mengadakan studi kelayakan potensi sumber daya air yang dapat dikelola menjadi sumber listrik.

Namum semua itu hanya sebatas angan-angan oleh dinas terkait untuk membantu masyarakat umumnya wilayah pedesaan yang sebagian besar masih kekurangan penerangan oleh listrik.

“Sudah beberapa kali kita usulkan mengenai pembangunan listrik tenaga mikrohidro ini masih belum juga mendapat respon, padahal studi kelayakan di beberapa Kecamatan sudah dilaksanakan,” kata Kadis PU Barut Ir Anwar Sanusi Gayo,MM,MT, melalui Kasi Pembangunan Sumber Daya Air, Asrol Kurnia Diatma,ST, Jum’at (5/11).

Menurutnya, saat ini diPedesaan memang sulit dijangkau jaringan PLN sehingga ada Daerah yang tertentu mendapat aliran dan ini mengindikasikan masih rendahnya rasio elektrika karena kemampuan daya jangkau maupun kehandalan penyediaan listrik yang masih belum mencukupi.

"Sekarang ini 64 persen kebutuhan daya listrik di pasok dari PT PLN Muara Teweh dengan menggunakan sistem PLTD yang memakai bahan baker, sedangkan untuk biaya operasional pengeluarannya sangat besar,sehingga biaya pokok produksi menjadi tinggi dan tidak sebanding dengan harga jual,"jelasnya.

Dikatakan kebutuhan listrik sangat besar begitu pula operasionalnya dan harga jual murah, akibatnya pemerintah menanggung beban subsidi apalagi di Barut konsumen listrik 92 persennya adalah rumah tangga.

Salah satu pemanfaatan potensi tenaga air yang belum dikembangakan di Barut lanjutnya, adalah pengembangan teknologi pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro(PLTMH) sebagai solusi yang tepat untuk mengatasi masalah. Pengembangan ini dapat meningkatkan rasio elektrikasi.

“Saya berharap melalui program ini mampu meningkatkan kemakmuran masyarakat terutama dalam pemerataan penyediaan energi listrik khsusnya Desa terpencil yang selama ini masih belum ada penerangan,” jelasnya.

Dikatakannya, rencana kegiatan akan dilaksanakan sebagai langkah awal dan perencanaan lokasi meliputi lima Kecamatan terutama pada Daerah yang memiliki sumber daya air serta wilayah Desa dimana kebutuhan listriknya belum ada.

“Kita sudah menurunkan beberapa orang staf kelapangan melihat potensi yang akan dijadikan studi kelayakan seperti Gunung Angah di Kecamatan Teweh Timur, Pararawen dan Desa Sabuh di Kecamatan Teweh Tengah,” ungkapnya.

LAPORAN:SARBANI

Biaya Pemasangan Listrik Mencekik

ilustrasi instalatir listrik
MUARATEWEH - Biaya pemasangan jaringan listrik baru di wilayah Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalteng dipertanyakan pelanggan setempat. Biaya dianggap terlalu mencekik sehingga banyak pelanggan yang mengeluh hal itu.

"Saya mendapatkan laporan dari masyarakat pemasangan jaringan baru memakan biaya mahal. Ini tidak benar karena saya sudah lakukan konfirmasi ke cabang ternyata pemasangan jauh dibawah yang diminta petugas di Muara Teweh," kata Iksan, Ketua LSM Telabang, melalui pesan singkat ponsel, kemaren.

Namun Iksan tak menjelaskan berapa biaya yang diminta PLN untuk sebuah pemasangan baru jaringan listrik. Dia hanya menjelaskan bila pemasangan berlaku untuk seluruh Indonesia di antaranya, Daya 450, sebesar Rp.397.950, daya 900, biaya Rp.783.900, daya 1300, sebesar Rp.1.151.600, daya 2200, Rp.1.949.600 dan daya 3500 sebesar Rp.3.196.000.

"Bila ada biaya pemasangan lebih dari itu, itu namanya pembodohan kepada masyarakat. Kita harapkan harus ada tindakan dari kantor cabang bila ada laporan masyarakat soal tingginya biaya pemasangan jaringan baru ini," kata Iksan.

Pihak PLN Ranting Muara Teweh belum dilakukan konfirmasi terkait mahalnya pemasangan itu.

Sementara itu, pembengkakan biaya pemasangan baru jaringan listrik juga dikeluhkan pelanggan Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya. Di kabupaten hulu pemekaran Barut itu, biaya lebih dari standar mencapai jutaan rupiah.

"Kita tidak berani mempersoalkan. Takutnya kalau kita persoalkan malah tidak jadi dipasang,” kata Adil warga Puruk Cahu. Dia mengakui biaya dikenakan pada pemasangan jaringan istalatir listrik ditempatnya mencapai Rp4,5 juta.

Diakuinya, biaya miliknya itu masih jauh lebih murah dibanding tetangganya yang diminta biaya sebesar Rp7 juta. "Kami manut saja takut tidak jadi dipasangkan,"timpalnya.

Kepala PLN (Persero) Ranting Puruk Cahu Supardji melalui Suvervisor teknik, Penyang, mengatakan, daftar biaya penyambungan dan uang jaminan tarif pelanggan untuk daya 450 va, sebesar Rp337.500 dan uang jaminan pelanggan Rp202.500, materai Rp15.000, sehingga total Rp 555.000.

Untuk daya 900 va biaya penyambungan Rp675.000,uang jaminan Rp80.000, dan materai Rp15.000, total biaya Rp770.000. "Kami tidak tahu batasan harga yang ditetapkan oleh AKLI, itu kewenangan mereka kami hanya menentukan sesuai acuan dari PLN Pusat," katanya.

Akses ke Gunung Purei Kembali Lancar

Jalan Menuju Lampeong (dok:SUARAPUBLIC)
MUARATEWEH - Akses transportasi menuju Desa Lampoeng Kecamatan Gunung Purei kembali lancar. Ini setelah jembatan sungai Panaen yang sebelumnya sempat amruk sudah diperbaiki kontraktor pelaksana.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Anwar Sanusi Gayo, dikonfirmasi wartawan melalui Kabid Bina Marga Shalahuddin, mengatakan, jembatan tersebut sudah diperbaiki PT Tunggal Utama Lestari.

Sistem perbaikan, jembatan yang kayunya bolong ditimbun diganti dengan kayu log yang kondisinya agak baik. Jembatan kemudian ditimbun tanah agar mudah dilitasi. "Ini masih penanganan darurat. Tapi masih fungsional untuk akses kedaerah sana," timpal Salahuddin.

Sebagaimana diketahui, jembatan Sungai Panaen ambruk karena debit air setempat meluap. Luapan cukup besar sendiri dikarenakan daerah setempat diguyur hujan lebat kemaren. Akibat jembatan itu ambruk, praktis jalur ke dua kecamatan (Gunung Purei dan Teweh Timur) sempat lumpuh.

Para petani tak bisa mengangkut hasil bumi berupa sayur mayur dan palawija dari Kecamatan Teweh Timur ke Pasar Pandopo di Muara Teweh.

Menurut Sutrisno, warga Desa Trans Jamud, Kecamatan Teweh Timur, karena terhambatnya akses jalan mengakibatkan beberapa jenis sayur mayur miliknya membusuk.

Jembatan Panaen sendiri dibuat PT Astral Byna pada 1980 lalu dari kayu bulat dengan panjang 25m dan lebar 6m.

Jembatan penghubung antara Muara Teweh, ibukota Kabupaten Barut, dan dua kecamatan diwilayah timur. Diduga, jembatan cepat ambruk lantaran jalur itu saat ini dimanfaatkan untuk transportasi angkutan batu bara.

Ratusan Hektar Lahan Pertanian Sistem Irigasi Terlantar

MUARATEWEH - Lahan pertanian dengan sistem irigasi di Desa Trinsing Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalteng hingga kini banyak yang terlantar. Penyebabnya, karena lahan itu sudah dikuasai (milik) mantan pejabat dan warga.

"Para petani tidak bisa mengembangkan lahan persawahan pada kawasan ini karena tanahnya milik mantan pejabat dan warga yang sudah bersertifikat. Warga terpaksa menggarap lahan orang lain, agar air mencapai lahan petani," ucap Sutrisno, warga setempat.

Diakuinya luas lahan terlantar itu mencapai ratusan hektar. Lahan tak bisa digarap semenjak beralih kepemilikan beberapa tahun silam. Warga hanya memanfaatkan lahan sisa yang hasil pertaniannya sulit membuahkan hasil karena hama cukup banyak pada lahan terlantar itu.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Barut Sunoto mengakui saat ini ada ratusan hektar lahan pertanian yang tidak dimanfaatkan secara maksimal, sehingga terkesan terlantar. "Petani tak bisa menggarap lahan karena sudah milik orang lain," ucapnya.

Ini sangat menghambat pengembangan sektor pertanian di Barut. Karena sekitar 775 hektar dari luas lahan 1.163 hektar lahan terlantar itu sangat potensial untuk persawahan dan budidaya kolam ikan.

"Disana sudah tersedia saluran irigasi melalui DAM Terinsing dan Trahean. Jadi sangat potensial dimanfaatkan," timpal Sunoto.

Saluran irigasi ini dibangun dengan dana miliaran rupiah yang mampu mengairi persawahan seluas ratusan hektar. "Para pemilik tidak memfungsikan lahan itu dan dibiarkan terlantar," timpal Sunoto.

Kawasan lahan yang potensial itu tersebar di Desa Terinsing 688 hektar, Trahean 175 hektar, dan Transbangdep 300 hektar.

Lahan persawahan yang ditanami petani di desa eks tranmigrasi itu hanya 140 hektar yakni di Desa Trinsing dan Trahean masing-masing 60 hektar, sedangkan Transbangdep hanya 20 hektar dengan petani sekitar 162 kepala keluarga.

Sunoto menambahkan, Pemkab setempat pada 2010 ini hanya memprogramkan perluasan lahan pertanian seluas 25 hektar di Desa Pepas, Kecamatan Montallat. Selain itu pemerintah daerah juga mendorong pemilik maupun petani untuk membuka lahan yang ada baik digunakan sebagai persawahan maupun kolam ikan.

"Sebagian lahan di kawasan pertanian irigasi disana bukan lahan subur sehingga perlu penanganan khusus," pungkasnya.

Atasi Krisi Energi Daerah Pedalaman, diusulkan Pembangunan PLTS

PLTS dari Kementerian Daerah Tertinggal di Kaligaru
MUARATEWEH - Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dicetus Bidang Energi instansi Dinas Pertambangan, Energi dan Mineral Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah, akhirnya mendapat lampu hijau dari kalangan legislatif. Setidaknya wakil rakyat meminta dinas teknis memasukan program itu dalam draf usulan RAPBD 2011 Barut.

Paparan soal program itu disampaikan beberapa pejabat dinas teknis dalam rapat kerja antara eksekutif dan legislatif dalam rangka agenda usulan pra penyampaian draf Rancangan Anggaran Pendaparan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2011 Barut, di ruang paripurna DPRD Barut, Senin (1/11/2010).

Dalam pernyataan sikapnya, hampir semua anggota dewan merespon positif rencana pembangunan PLTS tersebut. Alasan hampir sama, untuk mengatasi krisis energi di ratusan desa pedalaman Barut yang hingga kini masih mengandalkan penerang lampu teplok untuk penerang dalam rumah.

"Memang ada beberapa warga di sejumlah desa meski tak memiliki genset masih dapat sentruman listrik dari tetangga dan atau pedagang setempat yang mampu membeli mesin genset. Bila jaringan listrik PLN, hanya mampu menjangkau ibukota kecamatan, kecuali Lampoeng, Kecamatan Gunung Purei," kata Kasi Bidang Energi, Sarwo Mulyo, sesaat setelah rapat usai.

"Mudah-mudahan program ini mendapat dukungan dana. Kalau pihak dewan umumnya setuju, yang pasti program diminta dimasukan dalam usulan. Kecuali dana tak tersedia, terpaksa program PLTS ini kembali batal," bebernya.

Memang, program rencana pembangunan PLTS daerah atau desa pedalaman yang sulit dijangkau sudah pernah diusulkan bidang energi Dinas Pertambangan Barut, 2009 lalu. Program terpaksa gagal karena daerah tidak cukup dana.

Sama seperti usulan sebelumnya, ada 500 unit PLTS direncanakan dibangun di desa pedalaman yang hingga kini belum tersentuh jaringan listrik. Untuk realisasi program itu, dibutuhkan dana sekitar 3,5 milyar.

"Hampir enam kecamatan terdapat desa yang sama sekali tak ada penerang listrik. Ini yang hendak kita perjuangkan, kasihan masyarakat, terutama anak sekolah yang selalu mengalami kesulitan belajar malam karena lampu teplok tak mendukung dan memadai," pungkasnya.

Rapat sendiri, berdasarkan jadwal dewan akan dilaksanakan bersama Dinas Pekerjaan Umum. Tujuan rapat sama yakni menyerap aspirasi masyarakat untuk dimasukan dalam usulan draf RAPBD 2011 Barut. Usulan kemudian dilakukan pembahasan untuk memilih program prioritas yang harus diakomudir pada APBD 2011 Barut.

Menipu dengan Modus Undian Berhadiah Marak Terjadi di Barito Utara

MUARATEWEH - Bila anda menemukan sebuah kupon hadiah Kopi Torabika dalam sebuah amplop dijalanan atau di depan rumah. Disarankan jangan mudah percaya. Sebab itu bisa saja sebuah penipuan modus baru yang bukannya menguntungkan anda tapi malah siap menggerogoti harta dan uang anda.

Modus lama namun kembali diterapkan yang diduga sebuah aksi penipuan itu belakangan sedang marak terjadi di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng). Calon korban, diberikan sebuah amplop oleh seorang misterius dengan harapan mengikuti semua petunjuk yang ada didalam kupon.

Poin pertama isi kupon itu, di antaranya menerangkan bila para penemu kupon adalah berhasil memenangkan undian berhadiah yang dilaksanakan sebuah perusahaan produk minuman yang beredar dipasaran.

Deny Hariadi, salah satu wartawan harian lokal Kalteng yang bertugas di Muara Teweh mengakui bila salah satu keluarganya hampir saja menjadi korban penipuan dengan modus seperti itu.

Bahkan tak hanya anggota keluarganya, beberapa rekan dan temannya menginformasikan bila masyarakat lainnya juga banyak menemukan kupon berhadiah dalam sebuah amplop pada minggu belakangan ini.

"Hampir saja jadi korban. Beruntung salah satu keluarga sempat mengontak saya dan langsung saya jawab bila itu penipuan. Karena saya baru saja mendapat pengaduan modus serupa," beber disela rapat kerja Dinas PU Barut dengan anggota Legislatif agenda pra penyerahan draf usulan RAPBD 2011 Barut, Senin (1/11/2010) siang.

Kupon Undian tersebut ditemukan anggota keluarganya di depan rumah yang dikemas dalam sebuah amplop warna putih yang bertuliskan Logo sebuah perusahaan kopi terkemuka tanah air. Nama perusahaan penyelenggara undian berhadiah (PT TORABIKA EKA SEMESTA INDOENESIA), juga tertera dalam lembar kupon. Lembar kupon sempat diperlihatkan kepada wartawan ikut meliput rapat kerja dewan di Kantor DPRD Barut, Jalan Akhmad Yani, Muara Teweh.

Isi informasi dalam kupon berhadiah itu menandakan bila pelakunya, selain nekad dan berani juga bekerja cukup profesional. Kupon mampu didesain seolah-olah asli dan benar dikeluarkan perusahaan setelah dikolom pengesahan berhasil ditampilkan atau dicetak nama pejabat terkait yang lengkap dengan bubuhan tandatangan dan cap perusahaan atau instansi. Bahkan beberapa di antaranya dilengkapi poto dirinya.

Pejabat yang ada dalam kolom pengesahaan itu di antaranya Drs Andi Irawan, SE, selaku General Manager PT Torabika Eka Semesta, Drs Bahrudin, MM selaku Direktorat Lalu Lintas Samsat Polda Metro Jaya, Drs Hasan Makmur, selaku pejabat Direktorat Retribusi Pajak Departemen Kehuangan RI, dan terakhir Binsar Panjaitan, SH sekalu pejabat Notaris.

Untuk lebih meyakinkan calon korban, kupon dilampirkan lembar surat izin kegiatan yang menerangkan bila pengundian hadiah yang dilakukan PT Torabika sebagaimana permohonan, sah dan benar adanya.

Uniknya, pada poin dua surat izin kegiatan, tepatnya setelah menerangkan dasar hukum atau aturan perundangan yang menjadi dasar penyelenggaraan, dituliskan himbauan kepada masyarakat agar berhati-hati terhadap aksi penipuan kegiatan sejenis. Lembar izin kegiatan bahkan ditandatangani langsung pejabat berkompenten Mabes Polri.

"Ini cara baru untuk menjaring lebih banyak korban. Saya pengalaman dengan modus seperti ini. Soalnya saya sering mendapat pengaduan dengan modus serupa, dan cara kerjanya hampir mirip, yakni seperti kegiatan sah," ungkap Deny.

Sementara itu, aksi penipuan modus sama juga hampir saja merugikan seorang ibu muda di Jalan Mangkusari. Hanya saja, kopon undian ini dari produk berbeda, yakni PT Indofud Sukses Makmur. Melihat cara kerjanya, sepertinya modus yang satu ini hampir mendekati sempurna.

Salah satunya bisa ditangkap dari cara pelaku menerima telpon konfirmasi dari korban. Gaya bicaranya terdengar santai, demikian caranya menampung data diperlukan dari calon korban. Modus lain, korban setelah mendapat informasi pembenaran langsung diminta mengirimkan sejumlah uang pajak sebelum hadiahnya dikirim langsung ke rumah korban.

Bahkan caranya menjaring korban juga terbilang rapi. Kupon dimasukan langsung kedalam bungkus Mie Merk Sarimi Karih Ayam. Waktu itu calon korban dapat bingkisan hadiah beberapa bungkus mie. Salah satu bungkus dibuka untuk dimakan mentah (tanpa direbus). Belum habis mie dalam bungkusnya dimakan, korban menemukan sebuah kupon warna kuning bertuliskan Indomie.

Ditengah bagian kupon dicantumkan gambar sebuah mobil Honda Freed yang diterangkan sebagai hadiah yang berhasil diraih sipenemu kupon. "Saya sudah tanyakan tante, katanya dibeli disebuah toko didepan rumahnya. Tante tak menahu soal kupon itu, karena memang sudah menjadi kebiasan dia membelikan beberapa bungkus mie untuk ponakannya," kata salah satu korban, namun egan disebutkan identitasnya.

Perihal kebenaran undian itu sudah dikonfirmasikan kepada seseorang yang menjawab ketika sebuah nomor kontak yang tertera dalam kupon dikontak. "Tapi saya hanya menceritakan. Saya belum berani mengatakan bila ini aksi penipuan. Soalnya, kata orang yang menerima telpon, data ditampung untuk dilakukan penyelidikan kebenaran kupon itu, barulah hadiah di antara langsung ke rumah penerima," jelasnya.

Sejauh ini, pihak terkait dalam kupon itu belum satupun berhasil dikonfirmasi. Hanya sempat diminta tanggapannya sejumlah pemilik toko yang menjual dua produk itu. Namun mereka tak menahu soal kupon, karena hanya sebagai pedagang. "Silahkan kontak perusahaan bila ingin tahu kebenarannya," sarannya.

Diharapkan pihak berkompenten dapat melakukan klarifikasi atau keterangan bila mendapat informasi atau membaca berita ini. Masyarakat menganggap penting dan sangat berharap adanya keterngan resmi dari perusahaan terkait yang dicatut namanya dalam kupon, agar tak sampai menimbulkan keresahan ditengah masyarakat.

Terpenting tak sampai menimbulkan korban apabila kupon itu memang benar bentuk penipuan atau modus penipuan. Ini riskan karena baik cara maupun kemasan kupon hampir mendekati asli yang sangat berpotensi mampu menjaring banyak korban, khususnya di Barut yang belakangan modus penipuan semacam itu cukup marak terjadi.

*** Keterangan atau konfirmasi bisa dikirmkan ke email kami : suarapublic@gmail.com

Khairunissa, Seorang Remaja Patut Ditiru dan Digugu

Wajahnya cukup cantik. Kulitnya juga cukup mulus. Tapi dibeberapa bagian yang tak bisa ditutupi kain atau lengan banjunya tampak bintik-bintik merah dan kehitam-hitaman. Dialah Khairunissa (18), salah satu pelajar murid kelas I SMU Negeri-2 Muara Teweh, yang ikut penggalangan dana untuk saudara yang menjadi korban letusan Gunung Merapi di Yogyakarta.

Kondisi kulitnya yang cukup mempengaruhi penampilannya itu dia dapatkan setelah dirinya bersama puluhan teman remaja lelakinya selama tiga hari berturut-turut turun kejalan menggalang dana dalam misi sosial Kwarcab Pramuka Barut.

"Ah kulit ini sekarang menjadi tak terlalu penting bila kondisi saudara kita di pulau Jawa sana banyak yang menderita dalam sebuah musibah," celutuknya, menjawab SUARAPUBLIC yang memang menanyakan perubahan pada beberapa tempat kulit wajah dan tangannya.

Rasa solidaritas tinggi terhadap penderitaan sesama yang dipunyai Khairunissa, memang patut ditiru dan digugu remaja lainnya di Muara Teweh, khususnya remaja murid sekolah di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Tanpa mengharapkan imbalan sedikitpun dari kerja kerasnya ikut menggalang dana pagi sore, belia berjilbab itu rela teriknya matahari sore seakan hendak membakar seluruh kulit tubuh dan wajahnya.

"Ini hanya demi rasa saling sependeritaan dan sepenanggungan. Rasa persaudaraan dan rasa persatuan selalu ditamkan pembina kami di Pramuka. Makanya, begitu mendapat ajakan pembina ikut menggalang dana, saya tak pikir panjang langsung mengiyakan. Hanya satu dalam hati saya, tekad ingin bisa membantu saudara kita yang terkena musibah," katanya lirih, disela penggalangan dana di Depan Kantor Dinkes Barut, Jalan Yetro Sinseng, Senin (1/11/2010) sore.

Mengamati fakta dilapangan, ucapan Khairunissa ini bukalah perkataan asal bicara seperti remaja kebanyakan yang pada sore hari justru memilik jalan-jalan sore beramai-ramai bersama temannya.

Setidaknya, dalam kelompok tim penggalang dana, cuma dirinya yang tercatata sebagai remaja putri. Ini cocok sekali dengan cita-citanya, bila dewasa kelak ingin menjadi pemimpin aksi misi amal dan sosial.

"Saya memang terbiasa dengan hidup seperti ini. Saya senang bila diajak oleh teman-teman atau pembina atau para guru untuk mengerjakan sesuatu yang ada manfaatnya bagi orang lain, siapa saja itu. Tapi pas lagi tak ada kegiatan semacam ini, saya juga sering jalan-jalan rame-rame bersama teman," ceritanya, saat diminta tanggapannya soal pekerjaan sehari-harinya baik di Pramuka, disekolah maupun kala sedang istirahat di rumah.

Tapi dasar Khairunissa, ternyata dibalik keberaniannya dalam suatu misi kemanusiaan bersama rekan lelakinya, punya rasa malu bila wajahnya jadi konsumsi banyak orang (berpoto). Beberapa kali dibujur, hingga dibantu koordinator penggalanan dana Ashari, barulah dia mau diambil gambarnya, namun catatan harus berpose yang belakangnya ada baground gambar.

Nissa....Nissa, dasar nggak punya bakat jadi artis? Mudah-mudahan bila dewasa kelak, cita-cita mu ingin menjadi pemimpin lembaga amal dan sosial tercapai ya!!!

Peduli Korban Merapi, Anggota Pramuka Barut Galang Dana di Jalanan

MUARATEWEH - Derita masyarakat pulau Jawa yang menjadi korban letusan Gunung Merapi di Yogyakarta juga dirasakan sekelompok pelajar di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah. Rasa senasib sepenanggunangan itu setidaknya dibuktikan dengan gerakan penggalangan dana bantuan buat saudara mereka yang ditimpa musibah diluar daerah.

Menurut beberapa pelajar yang ditemui kala sedang meminta sumbangan di sejumlah perempatan jalan, gerakan turun kejalan itu sudah tiga kali dilakukan. Gerakan peduli terhadap korban letusan Gunung Merapi itu dimotori Kwarcab Pramuka setempat. Tak heran, remaja yang diturunkan meminta sumbangan dijalanan, terdiri dari putra putri lengkap dengan seragam pramuka.

Para relawan belia itu semakin semangat menjalankan misi sosialnya karena mendapat tanggapan positif dari masyarakat Muara Teweh, terutama para pengguna jalan. Bukti dukungan masyarakat, jelas tergambar dengan cukup banyaknya dana berhasil dikumpulkan padahal aksi itu baru tiga kali dijalankan.

"Hari ini yang ketiga kalinya. Hingga hari ini sudah terkumpul dana kurang lebih Rp9 juta. Sumbangan ada yang uang recehan namun ada juga yang dalam jumlah besar (lembaran Rp50 ribu dan Rp100 ribu)," komentar Ashari, koordinator gerakan, kala diambil gambarnya di Jalan Yetro Sinseng, Senin (01/11/2010) sore.

Kwarcab Pramuka Barut membagi tugas masing-masing kepada anggotanya per regu. Dapat lokasi penggalangan di Jalan Yetrosinseng, atau tepatnya di depan Kantor Dinas Kesehatan Barut, adalah mereka yang tergabung dalam Saka Bakti Husada. Kelompok anak-anak pramuka ini juga dijumpai di jalur yang sama, didepan Kantor Golkar Barut dan di Jalan Tumenggung Surapai.

"Kita belum tahu teknisnya menyampaikan sumbangan ini. Mungkin yang menyerahkan bantuan nantinya langsung Ketua Kwarcab Pramuka Barut yang juga asisten III Setda Barut Drs H Asran. Entah dana nantinya diserahkan melalui Pemkab Sleman atau melalui cabang Pramuka disana, masih belum dibicarakan. Karena sekarang kita masih konsentrasi pada pengumpulan dana," jelas Ashari, yang juga PNS Dinas Kesehatan setempat.

Berdasarkan pantauan, ada sekitar lima remaja putra putri dikerahkan pada masiang-masing lokasi. Mereka menenteng kotak kemasan makanan isntan dengan label tulisan pada masing-masing sisi "Galang Dana Buat Saudara Kita Korban Gunung Merapi'. Para anak pramuka itu berasal dari sekolah berbeda namun mendominasi adalah SMUN-2 Muara Teweh, yang lokasi sekolahnya justru berada puluhan kilometer di luar kota Muara Teweh, tepatnya di Kelurahan Jingah.

Penggalangan sendiri menurut para pelajar itu, mulai dilaksanakan pada jam istirahat sekolah hingga siang. Misi sosial itu kemudian dilanjutkan mulai pukul 15.30 wib, hingga mendekati azan Magrib.

"Hari lumayan, hampir setiap pengendara menyumbang. Tapi maklum, ini misi dadakan, sehingga jumlah yang disumbangpun rata-rata bernilai kecil," ucap seorang remaja, diapit dua remaja putri di depan Kantor Golkar Barut, disela menghitung hasil dapatan mereka, sepanjang Senin.

Ashari, koordinator gerakan itu menambahkan, sejauh sumbangan dari dermawan Muara Teweh yang diserahkan secara khusus masih belum ada. Menurutnya, mereka terbuka terhadap bantuan siapapun, baik perusahaan, pengusahaa, ataupun berbagai lembaga pemerintahan setempat.

"Bantuan bisa diserahkan langsung di kantor Kwarcab Pramuka Barut jalan Pramuka, depan Gedung Olahraga," harapnya. Ketua Kwarcab Pramuka Barut, Drs H Asran belum berhasil dikonfirmasi sehingga belum jelas diketahui melalui siapa dana itu nantinya diserahkan kepada para korban letusan gunung merapi di Sleman.

Gerakan penggalangan dana itu mendapat dukungan moril dari Kadis Kesehatan Barut, Subagiyo. "Ini perlu ditiru remaja atau sekaloh lain. Ini sangat positif bagi pengembangan watak atau kepribadian anak remaja," kata Subagiyo, setelah menyerahkan beberapa lembar Rp100 ribu kedalam kotak yang disodorkan anak Pramuka kepadanya.

Debit Sungai Barito Naik, Kapal Sudah Bisa Berlayar

MUARATEWEH - Debit sungai barito diwilayah Kabupaten Barito Utara dan Kabupaten Murung Raya, selama tiga hari belakangan menampakan terjadi peningkatan dari pekan lalu. Ini setelah kota Muara Teweh, ibukota Kabupaten Barut, dan desa sekitarnya beberapa hari ini berturut-turut diguyur hujan lebat.

Pantauan, Minggu (31/10/2010) malam, debit air terus merangkak naik. Bahkan beberapa lokasi dataran rendah seperti di Jalan Merak dan gang Paraguai, sudah mulai terligat genangan air. Beberapa warga tampak kembali bersiap-siap, untuk menjaga kemungkinan banjir musiman tiba kembali.

"Sudah tiga hari ini debit air naik. Sejak Minggu pagi, air terus merangkak hingga beberapa tempat terendah pemukimanan penduduk di pinggiran sungai Butong (anak sungai Barito), tampak mulai tergenang air," ucap Saripah, warga Gang Paraguai, Minggu malam, via ponsel.

Sementara itu, kapal maupun tongkang bertonse berat yang sebelumnya sempat tertahan karena air surut, sejak tiga hari lalu dilaporkan sudah mulai melanjutkan perjalanan. Namun mereka masih ada yang belum bisa beroperasi karena ketinggian air menghalangi untuk melewati jembatan penyeberangan DAS Barito (KH Hasan Basri).

"Ini bakai buah simalakama. Surut tak bisa beroperasi, debit air terlalu tinggi juga tak bisa jalan. Kita masih menunggu air sedang baru bisa beroperasi," ucap salah satu awak kapal, kemaren.

SKPD Gelar Rapat Penanggulangan Kemiskinan

MUARATEWEH - Sedikitnya 71 ari 93 Desa di Kabupaten Barito Utara masuk kategori tertinggal. Data berdasarkan hasil survey yang dilakukan tim dari Provinsi dan dinas teknis setempat.

Kondisi tersebut ditindaklanjuti Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang dengan mengirim surat kepada Bupati/wali kota agar segera membentuk tim koordinasi penanggulangan kemiskinan.

"Ditargetkan kerja tim penaggulangan kemiskinan sudah rampung per tahun 2015. Saya himbau agar mulai 20010 ini, tim sudah bergerak," kata Gubernur dalam suratnya.

Langkah diambil dengan mempertimbangkan kondisi daerah masing-masing dengan mengacu
pada target penurunan angka kemiskinan provinsi Kalimantan Tengah yang telah
ditetapkan.

"Diharapkan penetapan target penurunan angka kemiskinan itu nantinya agar
dapat disampaikan kepada kami dengan tembusan kepada kepala Bappeda provinsi
Kalteng paling lambat 29 Oktober 2010," tegas Gubernur.

Sementara itu, guna menindak lanjuti surat Gubernur itu, seluruh kepala Susunan kerja perangkat daerah(SKPD) Barut mengadakan rapat di aula Setda, kemaren.

Rapat dipimpin asisten I Drs Langkap Umar dan asisten II Akhmad
Koryadi, didampingi Kepala Bappeda Ir.Jainal Abidin dan Kepala Badan
Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Drs Puransi Uwer,BA.

Dalam rapat itu disampaikan beberapa daerah yang menjadi target penanggulangan. Nantinya daerah itu akan mendapat kucuran dana pembangunan termasuk dana pemberdayaan SDM didaerah itu.

"Program dinamakan Mamangun Tuntang Mahaga Lewu(PM2L)tahun 2011," kata H Koryadi.
"Sekarang ini pemeritah provinsi selama tiga tahun telah mengucurkan alokasi dana PNPM untuk pembangunan desa tertingga," tambah Kepala Bappeda Jainal.

Kuncuran dana tersebut guna mengentaskan kemiskinan dan sekarang akan di kucurkan lagi sampai tahun 2015. "Sekarang kita lagi menyusun kegiatan," timpal Koryadi.

Untuk tahun ini, ada 15 desa tertinggal diusulkan dananya kepada provinsi. Desa itu di antaranya Desa Liang Naga, Buntok baru dan Sei
Rahayu I Kecamatan Teweh Tengah.

Selanjutnya, Desa Lahei I dan Desa Mukut Kecamatan Lahei, Desa Liju, Mampuak II, Desa Muara Wakat dan Sampirang Kecamatan Teweh Timur. Kemudian Kecamatan Gunung Purei, Desa Linon Besi dan Desa Lampeong II, Kecamatan Gunung Timang, Desa Batu Raya dan Jaman.

Terakhir Kecamatan Montallat, berada di Kelurahan Montallat dan Kelurahan Tumpung Laung I. "Dari 15 desa diusulkan, tiga desa di antaranya di kelola pihak provinsi. Sedangkan 12 desa lainnya ditangani kabupaten," kata Koryadi.

LAPORAN : SARBANI

Para Tengkulak Masih Permainkan Harga Karet

Poto : panduankaret.blogspot.com
MUARATEWEH - Usaha karet di kawasan DAS Barito kembali bergairah. Harga karet jenis slab di Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dalam sepekan terakhir ini terus mengalami kenaikan menjadi Rp 12.200-Rp 12.500 per kilogram dari sebelumnya Rp 12.000 per kg.

Tercatat dalam bulan ini sudah dua kali harga karet naik. Sebelumnya harga anjlok sehingga, baik pengumpul maupun pekerja menjadi lesu dan tak bergairah bekerja. Kabar kenaikan itu tentunya disambut baik pihak yang berusaha dibidang itu, karena beberapa bulan lalu harga turun drastis.

"Kenaikan kembali harga karet ini membuat para petani dan pedagang pengumpul seperti kami ini kembali bergairah. Sebab ketika harga anjlok kami tidak melakukan pembelian karet warga," kata sejumlah petani di Desa Kandui Kecamatan Gunung Timang, kemaren.

Menurut Sapta, fluktuasi harga karet di kabupaten pedalaman Sungai Barito itu diduga akibat permainan para tengkulak yang menguasai penjualan karet di daerah setempat dengan menyesuaikan harga pasar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

"Kendalanya para petani setempat masih tergantung pada para tengkulak karena di daerah ini tidak ada pabrik karet padahal hasil panen karet cukup banyak," timpalnya.

Terus membaiknya harga karet ini sangat menguntungkan warga karena hasil produksi mulai normal kembali, meski mulai masuk musim hujan yang akan berpengaruh terhadap produksi karet rakyat.

Pada saat musim hujan para petani banyak yang mengalami kendala untuk menyadap di antaranya warga yang berada di kawasan hutan dan pinggir Sungai Barito sehingga pasokan terbatas.

Naiknya harga karet ini biasanya terjadi hingga akhir tahun, karena biasanya saat musim hujan produksi karet menurun sehingga pihak pabrik menaikkan harga karet guna memenuhi pasokan dari petani.

Naiknya harga karet ini juga disambut baik petani lain, karena saat harga anjlok beberapa pekan lalu mereka tetap menjual dengan harga sangat rendah.

"Saya bersyukur harga karet naik, sehingga penghasilan keluarga juga membaik, khususnya menambah penghasilan menjelang lebaran haji nanti," kata petani karet di Dusun Malawaken Kecamatan Teweh Tengah.

Karet merupakan salah satu komoditas unggulan kabupaten di pedalaman Kalteng ini karena sebagian besar masyarakatnya mengusahakan perkebunan karet baik bibit lokal maupun unggul.

Perkebunan karet rakyat terdapat di enam kecamatan yang luasnya mencapai 52.970 hektare dengan produksi 47.107 ton jenis slab per tahun. "Tahun ini sudah kita siapkan 150 juta bibit karet untuk bantuan kepada petani," kata Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Barut, Iwan Fikri, belum lama ini.

Aparat Desa Ditemukan Tewas di Sungai, Tubuhnya Diberi Pemberat

MUARATEWEH - Seorang lelaki ditemukan tewas di pedalaman Sungai Teweh, Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Saat pertama kali ditemukan warga setempat, kondisi jasad korban sangat menggemaskan, dimana tubuhnya diberi pemberat berupa dua karung berisi batu koral.

"Korban ditemukan warga sudah dalam keadaan tewas mengapung di sungai. Kondisinya sangat menggenaskan," kata Kapolres Barito Utara, AKBP Drs H Yanfrits Kaywai, melalui Kasat Reserse Kriminal (Reskrim), AKP Widodo Pratomo di Muara Teweh.

Mayat lelaki itu ditemukan warga Desa Benangin V Kecamatan Teweh Timur, Barito Utara, pada Sabtu (16/10) pagi saat mengapung di Sungai Teweh (anak Sungai Barito).

Diketahui identitasnya bernama Antonius Acong (38). Dia merupakan seorang perangkat desa dari di Kampung Tanah Mea Kecamatan Siluq Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.

Menurut Kasat Reskrim, tubuh korban saat ditemukan dengan kondisi kepala dibungkus dengan karung. Lalu kedua tangan diikat ke belakang. Sedangkan leher terikat tali dan tubuh korban diberi pemberat berupa dua karung berisi batu koral serta tubuh terlihat ada bekas tusukan.

"Kasusnya kini sedang ditangani Polsek Teweh Timur, dan sejumlah saksi sudah dimintai keterangan," katanya.

Ditemukannya mayat mengapung yang diduga tewas dibunuh dengan dibuang ke sungai ini membuat geger warga setempat yang daerahnya berbatasan dengan Kabupaten Kutai Barat, Kaltim itu.

"Ini tindak pidana yang pertama dan terbesar di Desa Benangin, bahkan mungkin di Barito Utara" kata H Andalus, tokoh masyarakat Benangin, via ponsel dari Desa Benangin, kemaren.

Puluhan Kapal Terjebak di Perairan Sungai Barito

Tongkang Batu Bara di Muara Teweh (dok: suarapublic)
MUARATEWEH - Puluhan kapal dan tongkang bertonase besar dalam sepekan terakhir ini tidak bisa berlayar di perairan sungai Barito wilayah Kabupaten Barito Utara (Barut) dan Murung Raya, Kalimantan Tengah. Hal itu lantaran debit sungai dalam kondisi surut.

"Sejak hari ini angkutan kapal dan tongkang bermuatan batubara bertonase besar tidak bisa berlayar karena sungai surut," kata Rizalfi, petugas Teknis Lalulintas Sungai Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Barut, kemaren.

Sejumlah kapal tarik atau tunda (tug boat) dan tongkang yang sebelumnya berlayar ke hulu maupun hilir pada pekan lalu saat debit air Sungai Barito naik, kini terpaksa bersandar pada beberapa tempat.

Menurut Rizalfi, ketinggian debit air Sungai Barito saat ini pada skala tinggi air (STA) di Muara Teweh per Minggu (17/10/2010) siang pada angka 4,29 meter yang menunjukkan angka tidak aman bagi pelayaran kapal bertonase besar.

"Saat ini tongkang bermuatan dan kosong ada yang bersandar dan kandas di kawasan hutan pinggiran Sungai Barito," timpalnya.

Kapal dan tongkang kosong yang terperangkap itu mencapai puluhan unit sebagian besar milik perusahaan tambang PT Marunda Graha Mineral yang arealnya di wilayah Kabupaten Murung Raya (Mura).

Sebanyak 12 tongkang bersandar di kawasan Bukau Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barut atau di hulu jembatan KH Hasan Basri Muara Teweh, ada delapan unit tongkang kosong dan empat unit bermuatan puluhan ribu metrik ton batu bara.

Sedangkan di hilir jembatan ada delapan unit tongkang yakni dua buah bermuatan batu bara dan enam buah kosong, selain itu sejumlah tongkang bermuatan masih bersandar di pelabuhan khusus baik di wilayah Barut maupun Mura.

"Sejumlah tongkang menunggu air naik baru melanjutkan pelayaran," pungkasnya.