upperads

Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

POLITIKAL NEWS

Business

Technology

KRIMINALITAS

ANTI KORUPTOR

Sports

POROS KALTENG

Politisi Senayan Bakal Serang Balik KPK

Ahmad Yani, anggota Komisi Hukum DPR RI
Jakarta - Penahanan terhadap 19 politikus tanah air yang menjadi tersangka kasus dugaan suap penerima cek pelawat, mengundang reaksi dari rekan mereka di Senayan. Sejumlah amunisi pun disiapkan untuk menyerang balik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kalangan politikus Senayan menilai, Lembaga antikorupsi itu telah melakukan sistem “tebang pilih” dalam penyelidikan kasus cek pelawat dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda Swaray Goeltom tahun 2004 silam.

"KPK sudah begitu lama menangani kasus ini, tapi kenapa mereka baru masuk tahanan secara massal?" kata Ahmad Yani, anggota Komisi Hukum DPR RI, kemarin, sembari mengakui Senin (31/1/2011) akan ada rapat dengar pendapat dengan pihak KPK.

Politikus kader Partai Persatuan Pembangunan itu mengatakan akan mencecar banyak pertanyaan kepada pihak KPK dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi Hukum DPR, Senin besok. "Saya punya data dan akan saya buka nanti. Pihak KPK harus menjelaskannya besok," katanya.

Ketua Bidang Hukum DPP PDIP, Trimedya Panjaitan, menambahkan, penahanan terhadap 19 politikus termasuk didalamnya kader PDI-Perjuangan, Panda Nababan itu sebagai bagian dari langkah dan upaya untuk meredam suara PDIP yang belakangan getol menggiring pembentukan panitia khusus hak angket pajak di DPR. "Terkesan penahanan terburu-buru. Apalagi penyuap dan perantara penyuap belum disentuh KPK," tegasnya.

Sedangkan Wakil Sekjen Partai Golkar Harry Azhar Azis terkait penahanan itu lebih mengingatkan kepada KPK untuk menjelaskan soal penahanan. "Jangan sampai ada kesan ada kepentingan dalam penangkapan itu. Nantikan akan merusak citra KPK sendiri. Kami sangat setuju KPK bekerja profesional tanpa ada hal lain yang berbau kepentingan politik," katanya.

Seperti diketahui, Jumat lalu, secara terpisah penyidik KPK mengirim 19 dari 25 tersangka penerima cek pelawat ke sejumlah rumah tahanan. Sebelum ditahan, pimpinan dan anggota Komisi Keuangan DPR periode 1999-2004 dari PDI Perjuangan, Golkar, dan PPP itu diperiksa KPK selama tujuh jam.

Mereka dijerat pasal menerima suap dalam proses pemilihan Deputi Gubernur Senior BI yang dimenangi Miranda. Selama penyelidikan, para tersangka mengaku menerima suap berupa cek pelawat dari pihak Miranda melalui Nunun Nurbaetie. Namun hingga kini, keberadaan istri anggota DPR dari PKS, Adang Daradjatun, tak diketahui.

KPK sudah berulang kali memanggilnya, namun pihak keluarga hanya menyatakan Nunun menderita sakit lupa dan berada di Singapura.

Ketua Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia Universitas Indonesia, Hasril Hertanto, menilai kesaksian di persidangan terdahulu seharusnya sudah bisa dijadikan alasan KPK untuk menetapkan Nunun sebagai tersangka. Jika alasannya sakit, KPK bahkan juga bisa memulangkan paksa Nunun. "Dia bisa diperiksa tim dokter yang ditunjuk KPK," ujarnya, seperti dilaporkan Tempointeraktif.com, kemaren.

Sedangkan Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch Emerson Yuntho mengaku lebih memahami kesulitan KPK membuktikan suap yang dilakukan Nunun dan Miranda. Meski demikian, seharusnya itu menjadi pemicu bagi KPK untuk bekerja lebih profesional lagi. "Setidaknya untuk KPK menjawab bahwa mereka tidak tebang pilih dalam kasus itu," kata Yuntho.

Terpisah, Wakil Ketua KPK Haryono Umar membantah anggapan bahwa penyidik Lembaga Antikorupsi itu melakukan “tebang pilih" dalam menangani kasus itu. KPK, timpalnya, punya sejumlah alat bukti ketika menahan para politikus. Selain itu komisi juga sedang menyelidiki keterkaitan pemberi suap baik Miranda maupun Nunun.

"Penyedilidikan oleh Penyidik KPK masih belum selesai. Kita tunggu saja, perkembangan selanjutnya, semua pihak pasti kita perlakukan sama bila sudah sampai tahapnya penyelidikan terhadap pihak lainnya," tegas Haryono.

Wakil Gubernur Kandahar Tewas oleh Serangan Bom Bunuh

Poto : Reuter
Kandahar - Afghanistan Selatan terus bergolak. Serangkain bom bunur diri seakan tak henti-hentinya. Bahkan, Sabtu (29/1) ini, aksi bom bunur diri dilaporkan telah menewaskan Wakil Gubernur Kandahar Abdul Latif Ashna, di provinsi yang sering disebut sebagai rumah spiritual kelompok Taliban.

"Wakil Gubernur Abdul Latif Ashna yang baru saja meninggalkan rumah menuju ke kantornya diserang seorang pembom bunuh diri bersepeda motor yang meledakkan dirinya di sebelah kendaraan yang ditumpangi," kata Gubernur Kandahar, Tooryalai Wesa, seperti dilaporkan media setempat, kemaren.

Korban lainnya adalah seorang pengawal dan pengemudi mobil, termasuk juga dua pejalan kaki yang melintas di sekitar lokasi kejadian. Namun kondisi mereka hanya mengalami luka-luka. "Ini adalah ulah kelompok Taliban. Mereka tega membunuh siapa saja yang bekerja untuk masa depan negeri ini," timpal gubernur Tooryalai Wesa.

Sementara pasca kejadian itu, seorang anggota Taliban, Yousuf Ahmadi, mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. "Pelakunya adalah salah satu anggota jihad kami," tegasnya, dikesempatan melontarkan pernyataan.

Abdul Latif Ashna sendiri merupakan seorang insinyur terlatih yang menjadi wakil gubernur sejak April 2010. Dia sebelumnya bekerja untuk UN Habitat, sebuah program PBB untuk memperbaiki lingkungan perkotaan, sebelum akhirnya mengajar di Universitas Kandahar.

Ashna juga menjadi kepala pada kantor perwakilan untuk Provinsi Kandahar dalam bidang pelayanan pembangunan wilayah pedesaan. Tewasnya Ashna sangat disayangkan penduduk setempat, karena dianggap aset yang sangat bernilai tinggi bagi kemajuan kedepannya negara itu.

Demo Menuntut Mubarak Mundur Meluas ke Inggris

Demosntrasi di ibukota Mesir, Kairo (AP Photo)
London - Demo mengecam pemerintahan Mesir meluas ke London, Inggris. Tak kurang dari seratus demonstran melakukan aksi yang sama di luar kantor kedutaan Mesir di London itu. Desakan warga Mesir di Inggris sama yakni menuntut mundurnya Presiden Hosni Mubarak dari tahta kekuasaan.

Para pengunjuk rasa membentangkan spanduk bertuliskan: "Katakan pada Firaun Tua agar membiarkan orang-orangnya pergi" dan "Tidak ada diktator". Ali Hegazi (31) yang bermukim di Fulham, London Barat mengatakan bahwa ia tidak dapat menghubungi keluarganya di Mesir karena adanya pembatasan pemutusan jaringan Internet di seluruh wilayah Mesir pascademonstrasi besar-besaran menentang pemerintahan yang ada sekarang sejak awal pekan ini.

"Mubarak harus segera pergi karena tidak ada yang menginginkannya di Mesir," tegas Ali Hegazi. Demonstran lain, Rafik Bedair (36), seorang dokter dari Manchester, bagian barat laut Inggris mengatakan mereka hanya ingin menunjukkan solidaritas dengan saudara-saudaranya yang juga berdemonstrasi di Mesir saat ini.

Sedangkan Bedair menambahkan, apa yang dijanjikan Mubarak selama ini seperti akan ada lebih banyak kebebasan bagi warga negara hanyalah kebohongan belaka selama 30 tahun terakhir.

Kelompok masyarakat pendukung kelompok Islam Hizbut Tahrir juga muncul di kantor kedutaan, distrik Mayfair. Mereka menyerukan agar Mubarak segera turun dari jabatannya karena presiden Mesir itu dianggap berada di bawah pengaruh Barat.

Disaat demontran berunjukrasa di Kedutaan Mesir di London, diwaktu yang sama warga Mesir melakukan unjuk rasa besar-besaran di Kairo. Mereka mendesak pembebasan tokoh oposisi dan menuntut Presiden Mesir Hosni Mubarak mundur dari tahta kekuasaan Negara Mesir.

Hadapi UN, Jam Pelajaran Siswa di Barut Ditambah

Muarateweh - Sejumlah sekolah di tanah air menyatakan kesiapannya menghadapi pelaksanaan ujian nasional (UN) April 2011 mendatang, termasuk di antaranya adalah para murid tingkat SLTA, SLTP dan SD di Kabupaten Barito Utara (Barut), Kalimantan Tengah (Kalteng).

Kesiapan terutama dengan cara menambah jam belajar anak didik, selain melakukan persiapan lainnya yang diyakini mampu menunjang kemampuan murid dalam menjawab semua soal yang diuji dalam Unas nantinya.

“Kita sudah memberikan siswa pelajaran tambahan mandiri di rumah, terus sebagai tuntutan belajar sekolah juga memberikan standar kompetisi lulusan (SKL). Untuk mendapatkan hasil maksimal dan menambah kemampuan siswa,” kata Kepala SMAN-2 Muara Teweh, Hery Jhon Setiawan SPd MPd kepada wartawan, kemaren.

Selain itu, pihak sekolah juga melakukan tambahan jam pelajaran bagi siswa kelas III mulai Jam 14.00-16.30 WIB. Untuk mengukur kesiapan siswa, pihak sekolah akan melaksanakan try out yang rencananya dilaksanakan bulan Pebruari, atau disekitar tanggal 21-24 mendatang.

Murid SMAN-2 Muara Teweh sendiri berjumlah 106 orang yang mengikuti Unas, terdiri dari dua jurusan yakni IPA dan IPS. Bagi sekolah yang baru berdiri itu, keikutsertaan murid kelas III April 2011 nanti merupakan angkatan keempat.

"Kami berharap tahun ini kita bisa meluluskan seluruh siswa dengan imbauan agar siswa mempersiapkan diri dalam menghadapi UN dengan cara rajin-rajin belajar,” tegas mantan Waket SMAN-1 Muara Teweh itu. Selain memberikan pelajaran dengan jam tambahan, pihaknya juga memberikan motivasi dengan dorongan positif bahwa semua murid bisa mengerjakan Unas asalkan ada kemauan kuat untuk belajar.

Keyakinan Jhon soal tingkat kelulusan anak muridnya karena standar kelulusan UN 2011, tak semata dari hasil UN. "Nilai penentu kelulusan diakumulasi dari hasil ujian sekolah. Jika murid dapat nilai 60 untuk UN dan nilai 40 untuk ujian sekolah, masuk kategori lulus. Kuncinya mereka harus lebih giat belajar," pungkasnya.

Demonstran Mesir Lakukan Pembakaran, Tuntut Presiden Mundur

Poto : Aljazeera
Mesir - Massa demonstrasn di Kota Mesir kian memperlihatkan keberingasannya. Mereka membalik sejumlah mobil milik pemerintah kemudian membakarnya. Mereka juga meneriaki Presiden Mesir Hosni Mubarak agar turun tahta.

Aksi beringas para demonstran yang situasinya mengingkatkan kondisi di Indonesia pada tahun 1998 itu terjadi setelah tokoh pemimpin oposisi Mesir Mohamed El Baradei ditangkap Kepolisian Mesir.

Puluhan ribu demonstran juga menggulingkan kendaraan bus milik pemerintah dan membakarnya, seperti dilaporkan Aljazeera, dini hari ini.  "Kota Mesir kini semakin kacau setelah penangkapan beberapa tokoh oposisi dan para demonstran, Jum'at malam (28/1/2011). Masa juga meneriaki presiden Hosni Mubarak untuk turun tahta," tulis Aljazeera.

Terpisah, Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat minta para TKI yang bekerja di Mesir menjauhi kerumunan massa menyusul kerusuhan di negara itu.

Jumhur di Jakarta, Jumat (27/1/2011), minta TKI di Mesir tetap tenang dan fokus pada pekerjaannya meskipun Presiden Mesir Husni Mubarak sedang diguncang aksi unjuk rasa sebagian rakyatnya untuk mundur. "Hindari segala kerumunan massa yang berpotensi menimbulkan kerusuhan," katanya.

Ia berharap TKI di Mesir terus menjalin komunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo, sehingga jika kondisi makin memburuk memudahkan KBRI melakukan evakuasi.  Sejauh ini diperkirakan ada sekitar 8.000 orang TKI yang bekerja di sejumlah kota di Mesir.

Zionis Israel Terus Gelorakan Kampanye Yahudisasi Al-Quds

AL-QUDS - Tangan besi zionis Israel terus melebarkan sayapnya didaerah kekuasanya. Baru-baru ini, sebagaimana laporan media setempat, Pemerintah distriker Israel, meluncurkan kampanye media untuk mendorong yahudisasi Al-Quds.

Kampanye mereka bertemakan,“jangalah kita batasi kota Al-Quds”. Mereka menggiatkan sejumlah programnya dengan menganggap Al-Quds sebagai ibukota negara Israel tak terbagi. Kampanye tersebut merupakan langkah awalan dari tekad Distrik Al-Quds dalam beberapa pekan ke depan dimana terus mendorong pemerintah Zionis agar mengaktifkan kembali perekonomian di kota tersebut.

Kaitannya terhadap dorongan itu, pemerintah distrik Israel meminta departemen keuangan Zionis agar meningkatkan pemasukan pajak bagi perumahan Arnuna di kota tersebut. Sebaliknya, mereka meminta pemerintah Israel melakukan pengurangan pajak bagi para penghuni permukiman Zionis di kota itu.

Lebih Detail Mengenai Kota Al Quds?

Situs Global Muslim, dalam artikel mereka berjudul "Tiada Arti Bagi Israel Tanpa Jerusalem dan Tiada Arti Jerusalem Tanpa Kuil", melaporkan, sejak 8 November 1949, Perdana Menteri Zionis, waktu itu, David Ben Gurion, menyatakan bahwa menjadi hak entitas Zionis mencaplok Jerusalem (al Quds) ke dalam wilayah Israel.

Itu merupakan pernyataan pertama dari entitas Zionis mengenai niatnya untuk mencaplok al Quds, yang merupakan salah satu kota suci bagi umat Muslim yang dianggap jantung dari alam semesta.

"Kenangan menyakitkan menambah deretan rekaman panjang kenangan pahit yang dialami oleh umat Islam dan Palestina pada khususnya," tulis blog situs itu.

Sebenarnya Rencana Yahudisasi al Quds sudah muncul sejak lama. Meski Al Quds dalam akal pikiran lobi Zionis, sejak awal gerakan Zionisme, bukan dianggap sebagai hak untuk mereka. Namun karena al Quds berarti buat mereka untuk menjamin kelangsungan hidup di negera mereka yang hilang "Israel".

Dari sinilah mereka sejak tahun 1897 melaksanakan rencana mereka untuk meyahudikan al Quds dan mengubah fitur-fitur Islam dan Kristen, dan selalu menolak untuk menarik diri dari al Quds. Bahkan mereka mendeklarasikan bahwa al Quds Jerusalem adalah ibukota abadi bagi mereka. Semua itu didukung oleh Inggris Amerika.

Sejak Kongres Zionisme Pertama tahun 1897 di Basel, Swiss, Herzl memaparkan "proyek negara Yahudi" yang bertujuan untuk mendirikan sebuah negara Yahudi di atas seluruh tanah Palestina. Sejak itu, tujuan dan ambisi gerakan Zionis terungkap. Mereka berupaya – dengan berbagai cara memanfaatkan semua kemampuannya dan potensi orang-orang Yahudi di seluruh dunia, yang dikobarkan dengan keyakinan agama mereka, kecenderungan golongannya, afiliasi politiknya dan berupaya mencelupnya dengan cetakan gerakan Zionis – merealisasikan berdirinya sebuah negara Yahudi di Palestina secara khusus.

Sejak awal gerakan Zionis pada 1897 yang menyuarakan berdirinya negara, mereka belum menyatakan bahwa tujuan mereka adalah menguasai seluruh Palestina dan mengusir warga Arab Palestina manusia dari rumah-rumahnya, apalagi menyatakan bahkan al Quds adalah kota mereka. Semua yang mereka nyatakan adalah “upaya mereka untuk sampai ke tempat-tempat ibadah untuk melaksanakan ritual keagamaan mereka. Tiba-tiba, setelah perang tahun 1967, setelah mereka menduduki kota al Quds mereka menyatakan bahwa al Quds adalah kota mereka dan mencaploknya ke dalam "Israel".

Sejak saat itu, semua pemimpin entitas Zionis menolak untuk berkompromi dalam masalah al Quds. Bahkan setelah ke;uarnya sejumlah resolusi yang mengutuk pendudukan Zionis sejak diterbitkannya Resolusi 242 hingga sekarang. Di antaranya adalah keputusan Golda Meir di depan pertemuan yang dihadiri oleh para pemimpin gerakan Zionis di dunia. Dia mengatakan, "Jika orang-orang Arab mengira bahwa negosiasi akan berakhir dengan pembicaraan tentang konsesi di kotaJerusalem, sesungguhnya mereka sedang bermimpi."

Penjajah Zionis Israel selalu berusaha menghancurkan negosiasi "damai" dengan Arab. Yaitu dengan menyatakan tidak mau menarik diri dari al Quds dan berusaha meyakinkan seluruh dunia bahwa mereka tidak maunya mereka menarik diri dari al Quds bukan untuk menghalangi perdamaian, namun tetapi karena al Quds (Jerusalem) adalah ibu kota bersejarah mereka dan itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan orang-orang Arab.

Dalam perkembangan penguasaan terhadap AL-Quds, Otoritas penjajah Israel – bersama dengan gerakan Zionis – berusaha meyakinkan dunia mengenai hal itu melalui pembentukan komite-komite dan organisasi-organisasi semu dengan berbagai nama untuk mempromosikan kebohongan-kebohongan sejarah ini. Di samping itu, gerakan Zionis juga mengeluarkan pernyataan-pernyataan dalam rangka mencapai tujuan penting. Yaitu bahwa al Quds (Jerusalem) tidak akan pernah kembali menjadi Arab selama-selamanya. Pernyataan ini menyingkapkan kepada kita bahwa entitas ini masih menggunakan tipu muslihat dalam kebijakannya. Tidak akan mundur satu inci pun dari tanah kota al Quds, tidak akan mau meninggalkan "tempat-tempat suci"-nya. Yang demikian itu agar "Israel" tetap menjadi kiblat dunia dan selalu menjadi titik pandang mereka.

Mungkin di antaranya pernyataan yang paling penting adalah yang dikeluarkan di Kansas oleh "Organisasi Budaya Amerika untuk Menjamin Eksistensi (Israel yang Aman)" di akhir bulan November 1973. Di dalam tersebut ditegaskan bahwa Palestina belum pernah menjadi negara Arab sepanjang sejarah. Namun seluruh wilayah tersebut pada tahun 1900 adalah sebuah negara Yahudi.

Pernyataan ini juga menegaskan bahwa sebelum tahun 1922 Yordania adalah bagian dari Palestina, sama sekali bukan Arab, dan sebelum tahun 1948 timur al Quds dan Tepi Barat bukan dan bagian dari Yordania, wilayah Gaza Palestina bukan bagian dari Mesir, Semenanjung Sinai bukan Arab bukan dan bukan bagian integral dari Mesir selama 400 tahun sebelum tahun 1900; di mana Sinai adalah koloni Turki, dan setelah tahun 1900 Mesir melakukan agresi melawan Turki dan merebut pedalaman di Sinai, tidak ada satu inci tanah pun yang direbut oleh "Israel" yang kembali dibentuk pada tahun 1947, tidak ada yang namanya pengungsi Arab satu pun sebelum invasi Mesir dan Yordania terhadap Palestina pada tahun 1948.

Al Quds masih menjadi target terpenting gerakan Zionis sejak didirikan. Penggunaan nama Zionisme yang diambil dari kata "Zion", yang tidak lain adalah salah satu bukit di al Quds, menunjukan arti sejauh mana kedudukan al Quds bagi mereka. Itu mungkin yang ditegaskan David Ben Gurion, perdana menteri pertama entitas Zionis, yang selalu mengulang-ulang ungkapan sejak awal pemerintahannya bahwa "Tiada Berarti Bagi Israel Tanpa Jerusalem dan Tiada Berarti Jerusalem Tanpa Sebuah Kuil."

Oleh karena itu, semua perkataan dan pernyataan sejak pendirian gerakan Zionis, yang telah beredar di kalangan para pemimpin Yahudi, bukan sekadar pernyataan di bibir saja, namun merupakan rencana yang terjadi dan terus dipantau. Sampai-sampai mereka menaruh semua beban agama, politik, ekonomi dan media demi menduduki al Quds sejak tahun 1948 sampai sekarang. Zionisme telah menyiapkan sebuah rencana lengkap untuk menduduki al Quds dan menguasainya, serta bekerja untuk menghapus fitur-fitur Arab dan Islam di sana.

Di sini muslim Palestina, umumnya muslim Arab menemukan dalam perang tahun 1967, mereka melenyapkan dinding-dinding di kampung Misrara yang memisahkan al Quds Barat dengan al Quds Timur. Mereka juga melenyapkan semua bangunan, rumah-rumah, masjid-masjid dan sisi-sisi yang melekad dengan tembok al Burak (Israel menyebutnya tembok ratatan); di mana tembol al Burak disiapkan untuk menyambut orang Yahudi dari seluruh dunia, dan tentu saja puncak langkah-langkah tersebut adalah deklarasi penggabungan al Quds ke "Israel".

Entitas Zionis Israel telah banyak melakukan langkah-langkah praktis untuk mempertahankan al Quds untuk selama-lamanya, yang telah diambil sejak munculnya gerakan Zionisme di abad kesembilan belas. Di antaranya adalah upaya mengelabui Sultan Abdul Hamid untuk mendirikan Universitas Ibrani di al Quds, di samping proyek-proyek permukiman di al Quds ditambah upayanya melibatkan para insinyur dunia untuk menghapus fitur-fitur Islam dan Kristen di al Quds.

Upayakan Perundingan Damai, AS Temui Utusan Palestina-Israel

WASHINGTON - Menghidupkan kembali perundingan perdamaian antara Negara Palestina dan Israel terus diupayakan berbagai negara. Salah satunya Negara Adidaya Amerika Serikat. Melalui utusan urusan Timur Tengah George Mitchell, Pemerintahaan Barack Obama memfasilitasi perundingan perdamaian bagi dua negara Timur Tengah itu.

Berdasarkan laporan media setempat, kemaren George Mitchell melakukan pertemuan secara terpisah dengan utusan kedua negara yang bertikai karena perebutan wilayah negara masiang-masing. Pertama Mitchell melakukan pembicaraan dengan utusan Palestina Saeb Erakat, kemudian dilanjutkan bertemu dengan utusan Israel Yitzhak Molcho.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Philip Crowley mengatakan, pertemuan utusan AS untuk urusan Timur Tengah itu, adalah sebagai bagian dari tawaran Washington untuk menghidupkan kembali perundingan perdamaian antara Palestina dan Israel.

Pertemuan dengan kedua utusan Palestina dan Irael itu dimulai sejak 2 September, namun diakuinya sempat terhenti tiga minggu kemudian dengan berakhirnya moratorium Israel mengenai pembangunan permukiman.

Saat itu tokoh-tokoh Palestina menolak untuk berbicara sementara Israel terus membangun. Washington mengakui bulan lalu mereka telah gagal untuk mengamankan perjanjian Israel untuk membekukan pembangunan permukiman baru di wilayah Palestina yang mereka caplok.

Dalam kesempatan berbicara itu, Crowley mengulangi mengenai tindakan penentangan AS terhadap proposal Palestina untuk resolusi PBB yang mengecam pembangunan permukiman Israel.

Washington berpendapat bahwa PBB adalah forum salah alamat untuk mengatasi masalah-masalah rumit, dan bahwa Israel dan Palestina harus mencari jalan kembali ke perundingan langsung sebagai satu-satunya cara untuk mengatasi perbedaan mereka.

Palestina melihat adanya sekitar 500.000 pemukim Yahudi di Tepi Barat yang diduduki dan pencaplokan Jerusalem Timur sebagai ancaman besar bagi pembentukan negara mereka yang dijanjikan, dan memandang tuntutan AS untuk membekukan pembangunan permukiman itu sebagai ujian penting dari niat Israel.

Sementara itu, dijalur lain, Kuartet Internasional mediator Timur Tengah akan mengadakan pertemuan tingkat tinggi di Munich pada 5 Februari untuk mencoba menghidupkan kembali perundingan Palestina-Israel, menurut pernyataan Uni Eropa yang dilaporkan media setempat, Kamis.

Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton dijadwalkan untuk ikut ambil bagian dalam pertemuan tersebut, tambah para pejabat Uni Eropa.

Sebelumnya, jurubicara Deplu AS Philip Crowley mengatakan utusan Israel Yitzhak Molcho dan utusan Palestina Saeb Erakat akan datang ke Washington untuk bertemu secara terpisah dengan para pejabat AS.

Pertemuan itu menurut Philip Crowley sebagai bagian dari konsultasi tanpa henti Pemerintahan Barack Obama dengan pihak-pihak itu pada tingkat kerjasama guna mencapai perjanjian kerangka kerja mengenai semua masalah inti demi tercapainya kata sepakat kedua belah pihak.

Menlu Hillary Clinton, yang sekarang sedang berkunjung ke Uni Emirat Arab, Oman dan Qatar, mungkin akan berpartisipasi dalam pembicaraan itu, timpalnya.

Ditambahkanya, bahwa kedua utusan itu tidak akan saling bertemu, tapi bahwa utusan AS untuk Timur Tengah George Mitchell mungkin juga akan berbicara dengan masing-masing mereka.

Sekadar diketahui, pembicaraan perdamaian langsung antara Israel dan Palestina macet setelah Washington mengakui mereka telah gagal menjamin perjanjian Israel bagi pembekuan baru pembangunan permukiman. Pembekuan Pembangunan pemukiman itu menjadi syarat utama Palestina untuk meneruskan pembicaraan perdamaian.

Pembicaraan langsung itu dimulai pada 2 September, tapi terhenti tiga pekan kemudian dengan berakhirnya moratorium Israel terhadap pembangunan permukimannya. Palestina menolak melakukan pembicaraan, sementara Israel meneruskan pembangunan permukiman.

Militan Palestina Janji Hentikan Tembakan Roket ke Israel

Darwis al-Gharabili, pemimpin Jihad Islam Palestina.
Peringatan Mesir, bahwa penembakan roket kemungkinan akan kembali menyulut perang, dapat respon dari militan Palestina. Para pemimpin militan negara itu di Gaza berjanji akan menghentikan penembakan roket terhadap Israel.

Seorang pejabat yang terlibat dalam pembicaraan, Rabu, mengatakan, faksi-faksi sepakat untuk menghentikan peluncuran roket dan tembakan mortir asalkan Israel menghentikan serangan udara dan serangan lain.

Pertemuan diadakan hanya beberapa hari setelah penguasa Gaza, Hamas, mengatakan mereka akan memastikan kelompok-kelompok militan Palestina mematuhi kesepakatan untuk menghentikan serangan, setelah ketegangan meningkat selama berminggu-minggu di sepanjang perbatasan Israel.

Mesir, yang menengahi gencatan senjata di masa lampau antara militan Gaza dan Israel, telah memberitahu Hamas bahwa kemarahan Israel atas serangan roket dapat menimbulkan serangan militer lagi seperti operasi militer Israel tahun 2008 yang lalu.

Serangan itu diketahui telah menewaskan 1.400 orang Palestina dan menghancurkan sebagian daerah kediaman pantai. Hamas kemudian menyelenggarakan pembicaraan dengan beberapa faksi Palestina termasuk Jihad Islam, Front Pembebasan Rakyat Palestina (PLO) dan Front Demokratis Pembebasan Palestina (DFLP).

DFLP telah mengklaim beberapa serangan terhadap Israel dari Gaza dalam dua tahun ini. Kelompok tersebut adalah salah satu dari beberapa yang telah mengatakan mereka telah sepakat untuk mendamaikan ketenangan kondisi di lapangan.