SAMARINDA - Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengaku tersinggung terhadap kedatangan Komisi XI DPR RI ke Kaltim yang tidak terlebih dahulu berkoordinasi dengan Pemprov, tapi langsung ke Penajam Paser Utara (PPU).
Soal ketersinggungannya itu disampaikan Awang Faroek saat diskusi Hari Sumpah Pemuda di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur, Kamis (28/10). Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Achsanul Qosasi berkunjung ke PPU pada Rabu (27/10).
“Ada Komisi XI yang datang harusnya komunikasi dulu dengan Gubernur, baru ke daerah. Saya tersinggung,” katanya, dalam pertemuan yang pesertanya para pemuda tersebut.
Diketahui, kedatangan Achsanul Qosasi ke PPU untuk memantau lokasi pembangunan jembatan di Nipahnipah. Di lokasi bakal dibangun Jembatan Nipahnipah (PPU)-Melawai (Balikpapan) yang digagas oleh Pemkab PPU.
Dalam kunjungan itu, Achsanul mengatakan, dari sisi ekonomisn rencana pembangunan Jembatan Nipahnipah-Melawai sangat visibel dan ekonomis. "Saya yakin, akan banyak investor yang datang kemari (PPU, Red.),” ungkapnya.
Menurut Gubernur, silakan saja ada pembangunan Jembatan Nipahnipah-Melawai tersebut. Tapi saat ini yang sudah disepakati untuk menghubungkan PPU-Balikpapan adalah Jembatan Pulau Balang yang proyeknya sedang berjalan.
Menurutnya, proyek Jembatan Pulau Balang juga sudah ada di blue book-nya Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
“Saya tidak menolak (Jembatan Nipahnipah-Melawai, Red.), tapi apakah sudah diteliti? Jembatan nanti masuk ke tengah kota, apa nggak buat macet Balikpapan?” kata Awang.
Terlebih lagi saat ini bentang pendek Jembatan Pulau Balang sudah dikerjakan. Proyek ini juga sudah dilakukan uji kelayakan sejak 1997 dan konstruksi dikerjakan pada tahun yang sama.
Beberapa waktu lalu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim Rusmadi menyebutkan, sebelum menyetujui Jembatan Pulau Balang pada 1997 lalu, Pemprov juga sudah melakukan kajian terhadap opsi lain.
Di antaranya, jembatan Gunung Steleng-Balikpapan, dan Nipahnipah-Melawai. ”Saat itu, berdasarkan kajian, Jembatan Pulau Balang-lah yang dinilai layak untuk dibangun,” kata Rusmadi.
Dengan dibangunnya jembatan itu pergerakan barang dan jasa dengan skala besar bisa dilakukan. Sehingga, akan menumbuhkan aktivitas produksi dan memberi multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi.
"Yang penting, dalam pembangunan jembatan itu kita tetap memperhatikan faktor lingkungan," terangnya. Perkembangan saat ini, proyek jembatan tengah menuntaskan untuk bentang pendek sepanjang 470 meter.
Realisasi bentang pendek sekarang sudah menyentuh 30,3 persen. Dana yang sudah dikucurkan Rp 178 miliar. Sedangkan untuk bentang panjang dengan panjang 1.344 meter, dalam pembangunannya nanti diharapkan dari APBN dan bantuan pinjaman luar negeri. Total dana yang dibutuhkan adalah Rp 3,3 triliun. SUMBER : POSMETROBALIKPAPAN
Business
Technology
KRIMINALITAS
ANTI KORUPTOR
Sports
POROS KALTENG
METRO BARITO's Admin
We are.., This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
ADVENTORIAL
Popular
-
MUARA TEWEH - Rapat pembahasan Rancangan APBD Perubahan (RAPBD-P) 2014 di Gedung DPRD Barito Utara (Barut) tampaknya mulai menemui jalan b...
-
SUARAPUBLIC.COM - Komitmen pemerintah melakukan pengawasan dan pemberantasan korupsi hingga ke daerah bakal diwujudkan. Ketua Mahkamah Agun...
-
Satuan Tugas (Satgas) Anti-Mafia Hukum bergerak cepat menanggapi beredarnya foto mirip Gayus H.P. Tambunan dan seorang wanita mirip dengan ...
-
Kejuaran Otomotif MUARA TEWEH - Kejuaraan Otomotif Porprov Kalimantan Tengah (Kalteng) di sirkuit Sabaru Palangkaraya, Jumat (24/10), berak...
-
SUARAPUBLIC.COM - Meski Mahkamah Konstitusi (MK) pernah berjasa terhadap pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus Anggodo, namu...
Top News
-
web PALANGKARAYA - Ruang gerak calo rekturmen CPNS diwilayah Kalimantan Tengah terus dipersempit. Kapolda Kalimatan Tengah (Kalteng) Brigje...
-
ilustrasi kereta kencana (web) DARI sekian banyak peserta helaran Kemilau Nusantara 2010, tim kesenian dari Jawa Timur banyak menarik perha...
-
MUARATEWEH - Perbuatan Ayu(25), bukan nama sebenarnya, semoga menjadi pelajaran berharga bagi ibu rumah tangga lainnya. Ulahnya, tak saja m...
-
Dinas Teknis Diharapkan Bertindak Tegas Dok : SUARAPUBLIC Ini salah satu contoh kerusakan hutan setelah lahan diberikan IUP kepada p...
-
Wabup Barut, Oemar Zaki, Owner PT.Mitra Barito, Nadalsyah(Koyem), Komisaris Utama PT.Mitra Barito Ruhut Sitompul, menekan tombol sirine ...
Pilihan
-
MUARA TEWEH - Rapat pembahasan Rancangan APBD Perubahan (RAPBD-P) 2014 di Gedung DPRD Barito Utara (Barut) tampaknya mulai menemui jalan b...
-
MUARA TEWEH - Sebanyak 12 unit lanting (bangunan terapung) di Sungai Barito milik warga di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan T...
-
Kejuaran Otomotif MUARA TEWEH - Kejuaraan Otomotif Porprov Kalimantan Tengah (Kalteng) di sirkuit Sabaru Palangkaraya, Jumat (24/10), berak...
-
MUARA TEWEH – Rapat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Barito Utara (Barut), atas pelaksanaan program pembanguna...
-
MUARA TEWEH - Pemerintah Kabupaten Barito Utara, mendorong hutan lindung Gunung Lumut di wilayah Kecamatan Gunung Purei ditetapkan menjadi t...
Advertorial
SPONSORED
ADVENTORIAL
Populer
-
web PALANGKARAYA - Ruang gerak calo rekturmen CPNS diwilayah Kalimantan Tengah terus dipersempit. Kapolda Kalimatan Tengah (Kalteng) Brigje...
-
ilustrasi kereta kencana (web) DARI sekian banyak peserta helaran Kemilau Nusantara 2010, tim kesenian dari Jawa Timur banyak menarik perha...
-
MUARATEWEH - Perbuatan Ayu(25), bukan nama sebenarnya, semoga menjadi pelajaran berharga bagi ibu rumah tangga lainnya. Ulahnya, tak saja m...







Tidak ada komentar: