upperads

Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

POLITIKAL NEWS

Business

Technology

KRIMINALITAS

ANTI KORUPTOR

Sports

POROS KALTENG

BBM Langka di Perbatasan Kalteng-Kaltim

SUARAPUBLIC.COM - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM)kembali terjadi di wilayah perbatasan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dalam beberapa pekan terakhir.

Pantauan Rabu (8/12), antrean panjang terjadi di sebagian besar stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) wilayah kabupaten Kalsel, hingga perbatasan kalteng seperti Kabupaten Barito Timur.

Warga yang ingin membeli BBM jenis premium dan solar harus rela antri hingga satu jam untuk mendapatkan BBM. Bahkan banyak SPBU yang tutup karena kehabisan stok BBM. Namun yang cukup ironis terlihat sejumlah SPBU melayani para pembeli berderigen (pedagang eceran).

Achyar,39, warga Banjarmasin yang berencana berangkat ke Barito Timur, mengatakan dirinya terpaksa antri hingga satu jam di SPBU Martapura, Kabupaten Banjar untuk mendapatkan BBM premium, setelah sebelumnya sempat berputar-putar di beberapa kabupaten untuk mencari BBM.

Sales Area Manager PT Pertamina wilayah Kalsel-Kalteng, Iin Febrian, mengatakan adanya disvaritas harga yang jauh antara BBM subsidi dengan keekonomian, menyebabkan peluang penyimpangan BBM sangat terbuka.

Diakuinya, pihak pertamina sendiri kesulitan untuk mengatasi maraknya penyimpangan BBM ini. ''Kami tidak memiliki data resminya, tetapi praktik penyimpangan distribusi BBM khususnya jenis solar untuk industri seperti pertambangan sangat mungkin terjadi,'' tandasnya.(*)

Dua Polisi Bartim Dipecat Tidak Hormat

ilustrasi (komisikepolisianindonesia.com)
PALANGKARAYA - Dua anggota Polres Barito Timur (Bartim), Kalimantan Tengah, mendapat saksi pemecatan dari institusinya. Mereka Bripda Joko Utomo dan Bripda Apriano, dipecak secara tidak hormat karena dianggap melakukan pelanggaran berat.

"Pemecatan Dengan Tidak Hormat (PTDH). Mereka melakukan pelanggaran berat karena terbukti melakukan praktik Illegal Logging dan tindak pidana pengelapan motor, serta meninggalkan tugas (disersi) selama 55 hari," kata Kabid Humas Polda Kalteng AKBP Terr Pratiknyo, kepada wartawan, kemaren.

Pemecatat kedua anggota polisi itu ditetapkan melalui surat keputusan Kapolri No Kep/256/XI/2010 tentang pemberhentian tidak dengan hormat dari dinas Polri bagi kedua bintara itu.

Kabid Humas Polda Kalteng AKBP Terr Pratiknyo mengatakan itu disela kegiatan Pelatihan Operator Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Tentang Sistem Informasi Polri Jajaran Polda Kalteng, Senin (29/11) sore.

Keduanya diberhentikan dari kesatuan terhitung mulai 30 November 2010. Upacara pelepasan baju bagi anggota polisi itu dilaksanakan di Polres Bartim, tempat dua anggota itu sebelumnya bertugas.

Bupati Bartim : Humas Pemkab Harus Kreatif Jangan 'Mandul'

TAMIANG LAYANG - Bagian Humas Kantor Bupati diprotes kalangan wartawan atau LSM sudah lumrah terjadi di Kalteng. Tapi bila protes justru dilontarkan sendiri oleh kepala daerah yang notabene telah mengangkat dan melantik pegawainya, akan menjadi peristiwa langka yang memunculkan kesan kurang baik ditengah masyarakat.

Protes sekaligus penilaian negatif terhadap kinerja bagian Humas tersebut dilontarkan Bupati Kabupaten Barito Timur (Bartim) H Zain Alkim, dalam kesempatan penyampaian sambutan pada acara pelantikan pengurus PWI Perwakilan Bartim di GPU Mantawara Tamiang Layang.

"Bagian Humas jangan ‘Mandul’ seperti itulah. Humas adalah mata dan telinga serta corongnya Pemkab. Untuk itu selalu kreatif bergerak dan harus mampu menjalankan fungsinya dengan baik," tegas Zain.

Selain sebagai juru penyampai program dan kebijakan, bagian Humas bisa jadi penengah perselisihan. Melalui Humas, ungkap Zain, berita positif masalah pembangunan dan program baik dalam tahap rencana maupun sudah direalisasikan bisa disampaikan materinya kepada wartawan.

Diakui Zain, munculnya penilaian Humas Pemkab Bartim ‘Madul’, dikarena terjadinya miskomunikasi antar berbagai pihak. Agar itu tak terjadi lagi dikemudian hari, dalam waktu dekat personil bagian Humas akan dievaluasi.

Hal itu dilakukan demi menjaga hubungan baik dengan kalangan wartawan yang bertugas didaerah itu. "Tanpa berita wartawan, orang dari daerah lain mana tahu keberhasilan program pembangunan daerah ini. Humas harus paham ini agar semuanya berjalan lancar, terutama menyangkut sosialisasi program," kata bupati.

Untuk menjalin kembali hubungan baik dengan kalangan wartawan, Bupati Bartim, meminta kepada pengurus PWI sebagai fasilitator. Diharapkan dengan kerjasama ini, wartawan yang bertugas bisa bersinergi dengan Pemkab terutama promosi tentang berbagai program pembangunan.

"Kami juga berharap banyak dari kalangan wartawan disini, agar bila menemukan berita minor agar bisa dikonfirmasikan kepada objek agar dihasilkan berita yang berimbang tak menghakimi salah satu objek berita," pungkas Zain.

Rupanya selama ini, telah terjadi perselisihan antara bagian Humas Pemkab Bartim dengan beberapa wartawan yang bertugas di daerah itu. Perselisihan tampaknya cukup serius sehingga pejabat seperti bupati harus angkat bicara.

"Saya harapkan sekali lagi agar wartawan menjaga kebersamaan sesama wartawan juga menjalin hubungan baik dengan Pemkab. Hubungan baik yang sebelumnya terjalin harmunis hendaknya tetap dipertahankan, kalau bisa ditingkatkan lagi," imbuh Bupati Bartim.

Pengurus PWI Perwakilan Bartim dilantik, Ketua Anigoro, Sekretaris Kamarul Zaman dan Bendahara Anwar Fauzi. Sempat terjadi kepakuman kepengurusan PWI Cabang Bartim lantara beberapa pengurus pindah tugas dan ada yang lulus CPNS.

Bupati Bartim : Humas Pemkab Harus Kreatif Jangan 'Mandul'

TAMIANG LAYANG - Bagian Humas Kantor Bupati diprotes kalangan wartawan atau LSM sudah lumrah terjadi di Kalteng. Tapi bila protes justru dilontarkan sendiri oleh kepala daerah yang notabene telah mengangkat dan melantik pegawainya, akan menjadi peristiwa langka yang memunculkan kesan kurang baik ditengah masyarakat.

Protes sekaligus penilaian negatif terhadap kinerja bagian Humas tersebut dilontarkan Bupati Kabupaten Barito Timur (Bartim) H Zain Alkim, dalam kesempatan penyampaian sambutan pada acara pelantikan pengurus PWI Perwakilan Bartim di GPU Mantawara Tamiang Layang.

"Bagian Humas jangan ‘Mandul’ seperti itulah. Humas adalah mata dan telinga serta corongnya Pemkab. Untuk itu selalu kreatif bergerak dan harus mampu menjalankan fungsinya dengan baik," tegas Zain.

Selain sebagai juru penyampai program dan kebijakan, bagian Humas bisa jadi penengah perselisihan. Melalui Humas, ungkap Zain, berita positif masalah pembangunan dan program baik dalam tahap rencana maupun sudah direalisasikan bisa disampaikan materinya kepada wartawan.

Diakui Zain, munculnya penilaian Humas Pemkab Bartim ‘Madul’, dikarena terjadinya miskomunikasi antar berbagai pihak. Agar itu tak terjadi lagi dikemudian hari, dalam waktu dekat personil bagian Humas akan dievaluasi.

Hal itu dilakukan demi menjaga hubungan baik dengan kalangan wartawan yang bertugas didaerah itu. "Tanpa berita wartawan, orang dari daerah lain mana tahu keberhasilan program pembangunan daerah ini. Humas harus paham ini agar semuanya berjalan lancar, terutama menyangkut sosialisasi program," kata bupati.

Untuk menjalin kembali hubungan baik dengan kalangan wartawan, Bupati Bartim, meminta kepada pengurus PWI sebagai fasilitator. Diharapkan dengan kerjasama ini, wartawan yang bertugas bisa bersinergi dengan Pemkab terutama promosi tentang berbagai program pembangunan.

"Kami juga berharap banyak dari kalangan wartawan disini, agar bila menemukan berita minor agar bisa dikonfirmasikan kepada objek agar dihasilkan berita yang berimbang tak menghakimi salah satu objek berita," pungkas Zain.

Rupanya selama ini, telah terjadi perselisihan antara bagian Humas Pemkab Bartim dengan beberapa wartawan yang bertugas di daerah itu. Perselisihan tampaknya cukup serius sehingga pejabat seperti bupati harus angkat bicara.

"Saya harapkan sekali lagi agar wartawan menjaga kebersamaan sesama wartawan juga menjalin hubungan baik dengan Pemkab. Hubungan baik yang sebelumnya terjalin harmunis hendaknya tetap dipertahankan, kalau bisa ditingkatkan lagi," imbuh Bupati Bartim.

Pengurus PWI Perwakilan Bartim dilantik, Ketua Anigoro, Sekretaris Kamarul Zaman dan Bendahara Anwar Fauzi. Sempat terjadi kepakuman kepengurusan PWI Cabang Bartim lantara beberapa pengurus pindah tugas dan ada yang lulus CPNS.