upperads

Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

POLITIKAL NEWS

Business

Technology

KRIMINALITAS

ANTI KORUPTOR

Sports

POROS KALTENG

Supomo Dinilai Simbol Birokrat Sederhana

MAKASSAR -- Kuatnya dukungan terhadap Supomo Guntur- Kadir Halid (Suka) dalam sejumlah lembaga survey, karena figur Supomo dianggap sebagai simbol birokrat sederhana, tampil apa adanya,  lebih banyak bekerja dan tidak banyak bicara.
"Pak Supomo itu aslinya birokrat sederhana, tidak banyak neko-neko. Coba lihat, cara berpakaiannya. Sangat jauh dari kehidupan mall dan pusat perbelanjaan. Lebih suka nginap di mess saat ada tugas di Jakarta ataupun kota kota lain," kata Arman, dari komunitas A2, Manggala.

Menurutnya, tipe seperti Supomo Guntur sudah jadi birokrat langka saat ini. "Makanya, walaupun kalangan elit sering memojokkan pak Supomo, tapi rakyat punya penilaian lain," kata Arman lagi.

Hal yang sama disampaikan Yubarningsi, fungsionaris Golkar Makassar. "Pak Supomo itu tak banyak bicara, tapi lebih banyak di lapangan. Ia malah kadang sudah dipojokkan, tapi tetap diam. Itu yang membuat masyarakat sangat simpati," katanya.

Kubu Raja Tolak Tanda Tangani Hasil Rapat Pleno Pilkada Barut

LIMA pasangan calon bupati/wakil bupati Pilkada Barito Utara menolak tanda tangan pengesahan KPUD dalam rapat pleno di Balai Antang, kemarin. Satu paslon di antaranya adalah kubu Raja (Relawati-Purman Jaya) yang notabene istri Bupati Barut Ahmad Yuliansyah.
Rapat pleno KPUD Barut sendiri mengesahkan kemenangan kubu Paslon Nadalsyah-Ompie Herby dengan perolehan suara tak berbeda jauh dengan hitungan cepat yakni mencapai 38 persen. Karena peroelhan suara melebihi 30+1 persen sehingga paslon ini memenangkan Pilkada Barut dalam satu putaran.
Peserta Pemilu Kada Barut sebanyak tujuh pasang calon. Adapun yang menendatangani berita acara pengesahan rapat pleno KPUD praktis hanya Paslon pemenang dan paslon Sapto Nugroho-Jamaludin (Salud).
Penolakan tersebut mendapat kritikan dari sejumlah kelompok masyarakat. Apalagi di antara Paslon ada kubu incumbent. Pelaksanaan Pilkada Barut merupakan pekerjaan Pemkab Barut dan KPUD. Sehingga apabila dinyatakan gagal, termasuk di dalamnya Bupati Barut.
"Penolakan kubu Raja sama halnya menyatakan Pilkada Barut tahun ini gagal. Apabila sudah demikian, artinya Bupati gagal menyelenggarakan pesta demokrasi. Apalagi prosesi dari awal praktis dalam pengawasan kepala daerah. Termasuk verifikasi berkas Paslon," ungkap Adnan, pengamat politik di Barut, kemarin.
Sebelumnya melalui hasil hitungan cepat dilakukan Media Survei Center Indonesia (MSCI), pasangan Nadalsyah (koyem)-Herby memperoleh 25.912 suara atau 38,57 persen. 

Demikian nomor dua urutan perolehan suara tetap dipegang pasangan Mulyar-Yusia (Mulia) dengan pencapai mencapai 18.011 suara atau sekitar 26,81 persen. Disusul Paslon Relawali-Purman Jaya (Raja) 8.671 suara atau sekitar 12,91 persen. 

Urut empat perolehan suara Paslon Salahuddin-Nurul Aini (Sahriny) sebanyak 7.339 suara atau sekitar 10,92 persen, disusul Paslon Sapto-Jamaludin 4.530 suara atau 6,74 persen, Paslon Jhamhuji-Jonio 1.681 suara atau 2,50 persen dan terakhir paslon Mahmud-Lukius 1.035 suara atau 1,54 persen. 
Jumlah suara sah mencapai 67.179 pemilih atau sekitar 42 persen dari total pemilih 111.000 orang.
 

Menyedihkan Golput Pilkada Bupati Barito Utara 42 Persen

MUARATEWEH - SEBANYAK 46.971 jiwa atau 42 persen dari daftar pemilih tetap 111.623 orang masyarakat di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah tidak menggunakan hal pilihnya alias golpu pada pilkada bupati dan wakil bupati setempat pada 5 Juni 2013.

"Partisipasi masyarakat dalam pilkada ini sangat rendah sehingga banyak yang tidak memilih atau golput dan hanya 64.652 orang atau 58 persen yang mencoblos," kata Ketua Tim Koordinator Pilkada Barito Utara, Bambang Edhy Prayitno di Muara Teweh, Kamis.

Menurut Bambang,pemilih Kecamatan Teweh Tengah dari DPT 41.544 orang, hanya 19.306 warga yang ikut menjeblos sedangkan 22.238 orang memilih untuk golput, sedangkan Kecamatan Lahei dari 9.722 DPT, hanya 6.569 yang ikut memilih sedangkan 3.153 tidak memilih.

Kemudian Kecamatan Teweh Timur, jumlah pemilih 4.439 orang yang ikut berpartisipasi sebanyak 3.193 dan 1.246 orang memilih Golput, kemudian Kecamatan Gunung Timang DPT 8.998 jumlah pencoblos sebanyak 5.886 dan memilih tidak ikut sebanyak 3.112.

Kecamatan Montallat sebanyak 9.099 DPT, yang menggunakan hak pilihnya hanya 6.656 suara, sedangkan tidak memilih 2.443 suara, Kecamatan Gunung Purei dari DPT 2.173, yang memilih 1.587, golput 586, Kecamatan Teweh Baru, DPT 15.423 memilih 9.129, golput 6.294, Kecamatan Teweh Selatan DPT 12.939, memilih 7.875 dan 5.064 golput sedangkan Kecamatan Lahei Barat DPT 7.286 memilih 4.451, golput 2.835 suara.

"Hasil ini bisa dikatakan sudah final karena sudah hampir semua suara dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) sudah terkumpul dan walaupun ada tambahan diperkirakan tidak akan banyak merubah perhitungan sementara yang masuk ke posko Tim Koordinasi Pemilukada,' kata Bambang didampingi Sekretarisnya, Tenggara.

Bambang mengatakan banyaknya masyarakat yang melakukan golput disebabkan beberapa faktor yang mempengaruhi, antara lain faktor politik, ekonomi dan faktor sosial budaya.

Pada faktor politik, minimnya tingkat pengetahuan mereka dalam berpolitik membuat banyak masyarakat untuk memilih diam atau tidak berpatisipasi dalam menentukan pemimpin untuk lima tahun kedepan.

"Sedangkan faktor ekonomi kebanyakan masyarakat lebih mementingkan pekerjaannya dari pada harus meluangkan waktunya dalam menggunakan hak suara dan juga jarak tempuh yang jauh dengan TPS terutama di pelosok desa membuat mereka kurang peduli dengan pesta demokrasi ini," jelas dia.

Pada faktor sosial budaya, masyarakat umum terutama masyarakat pedesaan kebanyakan beranggapan bahwa siapapun pemimpin yang akan tidak akan merubah kehidupan mereka.

Untuk itu perlu langkah-langkah kongkrit dan terobosan agar kedepan masyarakat Barito Utara terutama penganut golput ini bisa mengerti dan paham bahwa menggunakan hak suaranya pada pemilukada akan bisa merubah roda pembangunan kearah yang lebih maju.

"Perlu sosialisasi lebih banyak dari beberapa tim terkait kepada masyarakat tentang tata cara berpolitik," kata Bambang.

Sementara itu, berdasarkan hitungan cepat Media Survei Center Indonesia (MSCI), Pasangan Nadalsyah-Ompie unggul dengan perolehan suara sebanyak 25.912 pemilih atau 38,57 persen. 

Hingga pukul 10.08 wib, jumlah suara masuk sudah mencapai 92,81 persen, dengan suara sah mencapai 67.179 pemilih. Sehingga suara sisa yang belum masuk dipastikan tidak bakal merubah secara signifikan perolehan suara tujuh pasangan calon peserta pemilu kada Barut. 
Demikian nomor dua urutan perolehan suara tetap dipegang pasangan Mulyar-Yusia (Mulia) dengan pencapai mencapai 18.011 suara atau sekitar 26,81 persen. Disusul Paslon Relawali-Purman Jaya (Raja) 8.671 suara atau sekitar 12,91 persen. 
Urut empat perolehan suara Paslon Salahuddin-Nurul Aini (Sahriny) sebanyak 7.339 suara atau sekitar 10,92 persen, disusul Paslon Sapto-Jamaludin 4.530 suara atau 6,74 persen, Paslon Jhamhuji-Jonio 1.681 suara atau 2,50 persen dan terakhir paslon Mahmud-Lukius 1.035 suara atau 1,54 persen.

Sumber: antaranews.com

Tak Terima dengan Kekalahan, Salah Satu Kubu Paslon Siapkan Gugatan

MUARATEWEH-HITUNGAN cepat telah menempatkan Paslon Nadalsyah-Ompie Herbie unggul perolehan suara dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Barito Utara periode 2013-2018.
 

Paslon diusung Parpol Demokrat, PAN, dan sejumlah Parpol Gurem itu menurut hitungan cepat berhasil meraih sekurangnya 27.231 suara atau mencapai 38,69 persen.
 

Meski perhitungan perolehan suara secara resmi belum dilakukan pihak KPUD Barut, namun belakangan ini nada kecewa atas keunggulan Nadalsyah (Koyem)-Herbie dalam hitungan cepat tersebut sudah mulai menunjukan riaknya.
 

Bahkan salah satu kubu Paslon kabarnya sudah mulai ancang-ancang melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) apabila nanti KPUD sudah secara resmi menetapkan kemenangan Koyem-Herbie.
 

Menurut sumber sahih, kabarnya salah satu calon bupati sudah mulai melakukan komunikasi politik dengan peserta Pemilu Kada Barut lainnya, agar berkorporasi melayangkan gugatan terhadap kemenangan Koyem-Herby.
 

"Ada dua paslon sudah dihubungi. Entah seperti apa jawabannya, yang pasti paslon bersangkutan sudah menyampaikan niatnya untuk melayangkan gugatan," ungkap sumber BBkMT.
 

Namun sejauh ini masih belum sahih materi gugatan yang nantinya bakal dilayangkan salah satu kubu Paslon tersebut. Yang pasti, rencana gugatan itu setidaknya sebagai bukti bahwa paslon lain, saat ini sudah mengakui keunggulan perolehan suara Koyem-Herbie.
 

"Malah kubu Paslon itu sudah mulai menggalang komunikasi politik dengan kubu incumbent, melalui pengurus Parpol ternama di Provinsi Kalteng. Kebetulan juga pengurus Parpol di Palangkaraya itu masih ada hubungan famili dengan kubu incumbent," tambah sumber.
 

Sayangnya sejumlah pihak terkait, memilih enggan berkomentar terkait isu tersebut. Terlepas dari benar tidaknya kabar itu, sejumlah pihak menyayangkan hal itu.
 

Apalagi tahapan penghitungan perolehan suara masih belum dilakukan pihak KPUD. Manuver tersebut dikawatirkan bakal mengganggu independensi pihak KPUD dalam melakukan penghitungan surat suara dalam rapat pleno pertengahan Juni mendatang.
 

"Bisa juga isu itu membuat daerah tidak kondusif. Padahal selain berharap jalannya pesta demokrasi lancar dan aman, masyarkat jelas tidak menginginkan pilkada kali ini berujung anarkis,"
 

Sebaiknya hargai tahapan, apalagi mereka peserta pilkada. Seharusnya memberi contoh yang baik kepada pemilih (masyarakat). Tidak lebih hanya agar mereka lebih dewasa menyikapi dinamika perpolitikan, pasca pencoblosan 5 Juni kemarin.

Baca juga: Koyem-Herbie Menangi Perolehan Suara
  

Paslon Koyeh-Herby Diminta Segera Bersinergi Membangun Barut

MUARA TEWEH - Euforia kemenangan pasangan calon no. 5 Koyem Herby dalam pemilihan kepala daerah kabupaten Barito Utara tahun 2013 menyisakan harapan yang luar biasa di mata masyarakat pemilih.

Berbagai suara positif terbentang agar pasangan calon terpilih ini mampu bekerja sama secara komprehensif untuk membangun carut marutnya barito utara akibat kesalahan manajeman pengelolaan dimasa lalu.

Koyem Herby juga diminta untuk memberi tempat secara proporsional kepada pasangan calon yang belum beruntung pada pilkada 2013 dengan mengacu kepada asas profesionalitas dan melupakan persaingan yang memuncak di beberapa waktu sebelumnya.

Dengan bersinergi, kekuatan menuju arah perubahan yang lebih baik pasti akan cepat akselerasinya, dengan perubahan cepat masyarakat akan cepat melupakan stagnasi yang selama ini membelenggu proses pembangunan.

Maulana, salah seorang warga jalan Imam Bonjol berharap agar pemimpin terpilih kedepan dapat segera membuktikan fakta kerja membangun daerah.

“Problem sosial ekonomi harus segera tertangani dengan baik, hindari polemik yang justeru akan memundurkan kembali daerah ini menjadi daerah tertinggal padahal kita mempunyai modal kuat untuk mengarah kepada perubahan baik”, ungkap Lana pangggilan akrab pemilik percetakan ini.

Kondisi barito utara pasca pemilihan kepala daerah tanggal 5 juni kemaren terlihat kondisif. Pantauan SB dibeberapa sudut kota Muara Teweh masyarakat tampak menjalankan aktifitas seperti biasa dengan tenang, diharapkan suasana seperti ini terus terbangun sampai pelantikan dan berjalannya pemerintahan 5 tahun kedepan.

Manuver Kubu H Mulyar Untungkan Posisi Dukungan Paslon Koyem-Herby

MUARA TEWEH - Kemenangan pasangan calon no. 5 Koyem Herby sedikit banyaknya disumbang olek pasangan calon no. 3 H.Mulyar-Yusia. Pada detik-detik terakhir manuver ini membuat perubahan peta suara sangat berubah signifikan. 

Pasangan calon yang pada awalnya tidak diperhitungkan akan mampu meraih suara dalam pilkada barito utara tahun 2013 diluar dugaan meraih posisi urutan 2 setelah pasangan calon Koyem Herby dengan perolehan suara 18.011 atau 26.5 persen. 

Rival terberat pasangan ini yaitu pasangan calon no. 7 Relawaty-Purman Jaya yang diprediksi bakal mendominasi perolehan suara harus menelan pil pahit kekalahan dan ternyata tersungkur jatuh di posisi 3. 

Informasi selama ini yang menyebutkan bahwa pasangan calon no 3 akan mendatangkan tim pemantau dari Kalimantan Selatan ternyata bukan isapan jempol. Langkah ini ternyata membuat pasangan calon no. 7 mengendurkan gerakannya dan menahan seluruh aktifitas untuk mengambil hati masyarakat. 

Melemahnya gerakan pasangan calon no.7 menguntungkan posisi pasangan calon no.5 yang sudah melakukan seluruh aktifitas menarik simpati masyarakat jauh hari sebelum proses pilkada dilaksanakan. 

“Fenomena banteng menyeruduk bundaran ini sungguh diluar dugaan banyak pihak”, ungkap Ketua Cabang Nasdem Teweh Tengah, Adnan Zada. 

Menurut Adnan, justru gerakan pasangan calon no. 3 ini memberi peluang besar atas kemenangan pasangan calon Koyem Herby untuk melaluinya hanya dengan satu putaran. 

Independen Keos
Yang menarik, dugaan banyak pihak selama ini dan terbukti benar adalah raihan suara dari pasangan calon independen yang hanya mengumpulkan suara dikisaran 1000 an. 

Berarti persyaratan pengumpulan dukungan KTP yang 13.000 an itu hanyalah manipulasi politik yang hanya membohongi realitas publik.

Baca juga: Koyem-Herbie Menangi Perolehan Suara

Koyem-Herbie Menangi Pilkada Barut 2013

PASANGAN Nadalsyah-Ompie Herbi dipastikan memenangi pesta demokrasi Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilu Kada) Kabupaten Barito Utara periode 2013-2018, 5 Juni. 

Berdasarkan hitungan cepat dilakukan Media Survei Center Indonesia (MSCI), perolehan suara kandidat nomor urut 5 ini tak terkejar dengan mengantongi 25.912 suara atau 38,57 persen. 

Hingga pukul 10.08 wib, jumlah suara masuk sudah mencapai 92,81 persen, dengan suara sah mencapai 67.179 pemilih. Sehingga suara sisa yang belum masuk dipastikan tidak bakal merubah secara signifikan perolehan suara tujuh pasangan calon peserta pemilu kada Barut. 

Demikian nomor dua urutan perolehan suara tetap dipegang pasangan Mulyar-Yusia (Mulia) dengan pencapai mencapai 18.011 suara atau sekitar 26,81 persen. Disusul Paslon Relawali-Purman Jaya (Raja) 8.671 suara atau sekitar 12,91 persen. 

Urut empat perolehan suara Paslon Salahuddin-Nurul Aini (Sahriny) sebanyak 7.339 suara atau sekitar 10,92 persen, disusul Paslon Sapto-Jamaludin 4.530 suara atau 6,74 persen, Paslon Jhamhuji-Jonio 1.681 suara atau 2,50 persen dan terakhir paslon Mahmud-Lukius 1.035 suara atau 1,54 persen. 

Sementara itu, ditempat terpisah kubu Koyem sudah melakukan syukuran atas kemenangann kandidat mereka. Kubu ini yakin paslon mereka keluar sebagai pemenang Pemilu Kada Barut periode 2013-2018 ini.

Koyem-Herbie Unggul dalam Hitungan Cepat Pemilu Kada Barut

MUARATEWEH--PENCOBLOSAN dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilu Kada) Barito Utara 5 Juni 2013 telah dilaksanakan dengan lancar, hari ini. Dalam hitungan cepat, pasangan urut 5 Nadalsyah-Ompie Herbie tercatat unggul sementara. 

Berdasarkan hitungan cepat dari berbagai sumber, pasangan diusung PAN, Demokrat, dan paspol gurem ini memperoleh sekurangnya 10.335 suara atau sekitar 42,71 persen. 

Yang mengejutkan, justru persaingan di urut dua dimenangkan oleh pasangan Mulyar-Yusia (Mulia). Dengan perolehan suara mencapai 5.653 atau sekitar 23,89 persen. 

Urut tiga perolehan suara sementara ditempati paslon Salahuddin-Nurul Aini (Sahriny) dengan 2.127 suara atau sekitar 11,62 persen. 

Adapun paslon kubu incumbent Relawati-Purman Jaya (Raja) yang sebelumnya digandang-gandang sebagai pesaing kuat hanya mampu memperoleh 2.102 suara atau sekitar 10 persen. 

Sedangkan tiga pasang paslon lainnya, Mulus, 2J dan Salud, memperoleh suara tidak lebih dari 5 persen, pada sore sekitar pukul 18.00 wib, Rabu 5 Juni 2013 tadi. 

Dikonfirmasi di media center, Calon Bupati Nadalsyah (Koyem) mengaku yakin pilkada hanya dilakukan dalam satu putaran dengan kememangan pihaknya melebihi 40 persen. 

"Suara masuk tinggal 35 persen, sehingga kami yakin menang dalam pesta demokrasi Pilkada Barut 2013 ini. Kepada semua masyarakat yang telah rela hati mendukung kami ucapkan terima kasih. Kemenangan ini milik seluruh masyarakat Barut," ungkap Koyem disela penghitungan cepat di posko pemenangan, tadi sore.