SUARAPUBLIC - Empat orang Warga Negar Indonesai (WNI) dikabarkan telah ditangkap Polisi Diraja Malaysia (PDRM). Keempat orang WNI tersebut berasal dari Sambas dan ditangkap senin (4/1) pekan lalu. Polisi Malaysia menangkap mereka karena dianggap telah melanggar keimigrasian.
Kabid Humas Polda Kalbar AKBP Drs Suhadi SW MSi, kepada Pers mengatakan ke empat orang warga Sambas tersebut ditangkap saat memasuki wilayah Malaysia.
Empat warga itu masing-masing bernama Fitriadi dan Juhurudin tinggal di daerah Galing, kemudian Buhaini tinggal di daerah Teluk Keramat, serta Syahrudin/Muhamad Gustani tinggal di Tebas. Kabupaten Sambas Kalimantan Barat
Mereka diketahui bekerja sebagai tukang ojek barang dari Malaysia ke Indonesia. Mereka memasuki Malaysia, melewati Pos Lintas Batas (PLB) Aruk-Biawak Kalbar - Malaysia
“Mereka diduga hendak membeli gula dari Malaysia. Dan Gula-gula yang telah dibeli itu kemudian dijual lagi di Sambas dan sekitarnya,” kata Suhadi kepada Pers.
Ketika di Biawak, Malaysia ke empat warga itu terjaring razia PDRM karena tidak dilengkapi dokumen sah, terutama Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP).
SPLP merupakan syarat mutlak yang harus dimiliki masyarakat Indonesia yang ingin memasuki wilayah Malaysia, maupun sebaliknya.
Dijelaskan Suhadi, mereka sebenarnya tidak hanya berempat. Masih ada dua rekan mereka lainnya. Namun kedua orang itu meloloskan diri dari penangkapan PDRM. Namun dua sepeda motor yang digunakan berhasil diamankan PDRM.
Selain mengamankan sepeda motor, polisi Malaysia juga mengamankan gula yang hendak diangkut ke Indonesia. Jumlah gula yang akan dibawa melalui perbatasan tersebut sebanyak 158 goni. Satu goni beratnya 50 Kg.
Kegiatan jual-beli gula sering dilakukan masyarakat perbatasan Indonesi-Malaysia, khusunya di Kalbar, dan hal itu seiring pemberlakuan kerjasama perdagangan wilayah perbatasan (Border Trade Agreement /BTA) Indonesia-Malaysia.
Masyarakat kedua Negara Indonesi – Malaysia berbelanja barang kebutuhan dengan batas maksimal 600 Ringgit per pas.
Dengan nilai uang 160 Ringgit di Malaysia atau setara Rp 412.500 bisa membeli satu karung gula seberat 50 Kg. Harga gula di perbatasan Sambas, bisa mencapai Rp 10.800. Per kg
Sementara itu Konsul Malaysia di Pontianak, Moch Zairi Mosch Basri kepada Pers membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya keempat warga Sambas tersebut ditangkap karena dituduh bekerjasama dengan warga Malaysia, yakni melakukan penyeludupan gula ke Indonesia.
Keempat orang itu bekerja sebagai pengangkut gula untuk Rusman Jefri bin Abdullah, warga Malaysia. Mereka mengangkut gula menggunakan sepeda motor.
Business
Technology
KRIMINALITAS
ANTI KORUPTOR
Sports
POROS KALTENG
METRO BARITO's Admin
We are.., This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
ADVENTORIAL
Popular
-
MUARA TEWEH, Kinerja KPUD Barut pada pemilu kada 2013 ini di anggap memperihatinakn oleh sebagian masyarakat Barito Utara. Hal ini akibat ad...
-
MEDAN , Mobil Xenia BK 1506 HG yang membawa rombongan wartawan tabrakan dengan truk tangki di Jalan Medan-Binjai Km 13, Minggu (5/5) sekitar...
-
KASIHAN sungguh nasib Bu Guru Rustati, 37. Dia jadi guru statusnya masih honores alias masa percobaan. Tapi gara-gara cukup melek, akhirnya...
-
Sesi uji coba pertama di Valencia bersama Honda, Stoner langsung merasa cocok. Menunggangi Honda RC212V, Stoner memang cuma berada di posisi...
-
Pemerintah Kalimantan Tengah mengirim lima relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk bergabung dengan petugas Tagana di Yogyakarta. “Para...
Top News
-
web PALANGKARAYA - Ruang gerak calo rekturmen CPNS diwilayah Kalimantan Tengah terus dipersempit. Kapolda Kalimatan Tengah (Kalteng) Brigje...
-
ilustrasi kereta kencana (web) DARI sekian banyak peserta helaran Kemilau Nusantara 2010, tim kesenian dari Jawa Timur banyak menarik perha...
-
MUARATEWEH - Perbuatan Ayu(25), bukan nama sebenarnya, semoga menjadi pelajaran berharga bagi ibu rumah tangga lainnya. Ulahnya, tak saja m...
-
Dinas Teknis Diharapkan Bertindak Tegas Dok : SUARAPUBLIC Ini salah satu contoh kerusakan hutan setelah lahan diberikan IUP kepada p...
-
Wabup Barut, Oemar Zaki, Owner PT.Mitra Barito, Nadalsyah(Koyem), Komisaris Utama PT.Mitra Barito Ruhut Sitompul, menekan tombol sirine ...
Pilihan
-
MAKASAR - Tetap dipercayanya Rudi Yulianto menjabat sebagai Kajari Sungguminasa patut dipertanyakan. Karena, label berkinerja buruk bukanla...
-
MAKASAR - Berbeda dengan Kajari Sungguminasa yang memilih menghindar dari wartawan pasca gencarnya pemberitaan mengenai kinerja burunya sep...
-
Posko Bantuan Partai Politik di pengungsian Merapi YOGYAKARTA - Presiden Republik Indonesia (RI), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) langsung b...
-
Tarian Lawung Ageng, di Depan Gedung Agung Yogya. YOGYAKARTA - Semenjak memutuskan mengambil alih komando tanggap darurat penanganan ben...
-
BUNTOK – Luasnya wilayah provinsi Kalimantan Tengah yang mencakup empat belas kabupaten dan kota untuk membangun tentunya memerlukan dana t...
Advertorial
SPONSORED
ADVENTORIAL
Populer
-
web PALANGKARAYA - Ruang gerak calo rekturmen CPNS diwilayah Kalimantan Tengah terus dipersempit. Kapolda Kalimatan Tengah (Kalteng) Brigje...
-
ilustrasi kereta kencana (web) DARI sekian banyak peserta helaran Kemilau Nusantara 2010, tim kesenian dari Jawa Timur banyak menarik perha...
-
MUARATEWEH - Perbuatan Ayu(25), bukan nama sebenarnya, semoga menjadi pelajaran berharga bagi ibu rumah tangga lainnya. Ulahnya, tak saja m...







Tidak ada komentar: