upperads

Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

POLITIKAL NEWS

Business

Technology

KRIMINALITAS

ANTI KORUPTOR

Sports

POROS KALTENG

"Crop Circle" Sleman Jadi Objek Wisata Dadakan

Poto:masways.com
Sleman - Fenomena kemunculan "crop circle" di area persawahan Dusun Rejosari dan Dusun Jogomangsan, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman mendadak menjadi objek wisata baru didaerah itu. Penemuan itu dikaitkan dengan jejak UFO yang hanya bisa dilihat di film barat.

Sejauh ini memang belum ada satupun pihak yang menyatakan keaslian "crop circle". Meski banyak pihak menyangsikan keasliannya yang malah menyebutkan "crop circle", namun tetap saja daerah itu terus ramai dikunjungi masyarakat daerah setempat. hingga dari perkampungan lain diwilayah Yogya.

Tak kurang dari seribu warga selalu memadati tempat itu. Masyarakat dari berbagai daerah di Sleman, Yogyakarta dan sekitarnya mulai memadati lokasi penemuan ini sejak Selasa (25/1/2011) pagi. "Bahkan ada pula masyarakat yang rela mendaki bukit Suruh di sisi utara lokasi untuk menyaksikan fenomena tersebut," kata warga setempat, seperti dilaporkan Kompas.com, kemaren.

Bukit yang didaki pengunjung itu termasuk licin. Namun tetap saja mereka berusaha mendaki bukit itu hanya sekadar lebih jelas lukisan "crop circle" dipersawahan penduduk setempat itu. Penduduk pun memanfaatkan banyaknya pengunjung yang datang untuk menambah pemasukan kas desa. Mereka membuat jasa parkir serta menjual foto "jejak UFO".

Foto-foto yang dijual penduduk setempat itu sangat laris bahkan ada satu warga yang mencetak 300 lembar langsung habis hanya dalam satu jam. Sedangkan dana dari hasil memungut parkir juga dimanfaatkan untuk menutupi kerugian pemilik sawah.

Menurut warga setempat, pemilik sawah ada enam orang dan mereka kemungkinan akan mengalami kerugian karena sawahnya rusak. Warga disekitar kejadian mengaku tidak mendengar ada sesuatu yang mencurigakan sebelumnya dilokasi ditemukannya "crop circle" yang diyakini menjadi jejal UfO tersebut.

Industri Pariwisata Australia Terancam

Dataran Tinggi Mitchell , WA, Australia
Australia - Banjir besar yang melanda negara bagian Queensland, terutama pada kota ketiga terbesar, Brisbane, diprediksi akan mengancam Industri Pariwisata Australia kedepannya. Daerah itu merupakan kota andalan pariwisata Australia yang terkenal dengan sebutan wisata Gold Coast.

Seperti dilaporkan, situs wisata setempat, sektor pariwisata Australia itu bernilai Aus$32 miliar. "Bencana ini datang tiba-tiba," kata pejabat Anna Bligh seperti dilansir Australian Associated Press News Agency.

Bencana banjir ini diperkirakan telah merontokkan perekonomian negara Kanguru sebesar Aus$6 miliar. Namun prediksi angka kerugian negara itu belum sepenuhnya dapat dipastikan, bisa lebih besar atau kurang dari jumlah itu.

Sebenarnya, tanpa bencana banjir, industri Australia telah mengalami tekanan akibat penguatan mata uang dollar Australia. Penguatan itu sendiri menyebabkan wisatawan asing dan domestik memilih untuk pergi ke luar negeri.

Sementara disektor lain, banjir juga menyebabkan industri batubara jenis coocking coal senilai Aus$ 20 miliar melemah. Derasnya curah hujan menyebabkan penyurutan banjir terjadi baru beberapa bulan lagi dan ini menambah kerugian di sektor infrastruktur lainnya.

Chief Economist JP Morgan, Stephen Walters memperkirakan, bencana dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi tahun ini dan penundaan kenaikan suku bunga acuan oleh Reserve Bank of Australia.

JP Morgan merevisi pertumbuhan ekonomi domestik Australia menjadi 3,3 persen dari 3,7 persen pada tahun 2011.

Sementara angka inflasi diperkirakan naik menjadi 3,8 persen dari proyeksi semula 3,2 persen. Adapun kenaikan suku bunga acuan oleh Reserve Bank of Australia akan mundur pada bulan Mei dari perkirakaan semula pada bulan Februari.

Panorama Alam Banda Aceh Lebih Elok dibanding Obyek Wisata Bali

Salah satu obyek wisata di Banda Aceh. Namanya Lhok Sedu
berjarak sekitar 30 km dari kota Banda Aceh. poto.ist
Banda Aceh – Provinsi Bali masih menjadi tujuan favorit wisatawan mancanegara. Panorama alam Bali dianggap paling indah sehingga mereka merasa tak lengkap bila berkunjung ke Indonesia, tak terlebih dahulu menyinggahi sejumlah obyek wisata di Bali.

Tak banyak yang mengetahui masih banyak tempat tujuan wisata yang tak kalah menariknya dengan panorama alam indah dan ke khasan upacara adat di Bali. Salah satunya Banda Aceh di Porvinsi Nangro Aceh Darusalam. Kota yang dijuluki serambi Mekkah itu bahkan memiliki panorama alam lebih bagus dibanding Bali.

Demikian pula upacara adat Banda Aceh juga tak kalah menarikanya buat dinikmati, sambil mencicipi masakan-masakan tradisional daerah itu yang terkenal dengan kelejatannya. Hanya sayangnya potensi obyek wisata Banda Aceh masih belum terlalu gencar dipromosikan, baik oleh pemkab dan pemprov setempat maupun oleh kementerian pariwisata tanah air.

Menurut Ketua Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengusaha Pameran Indonesia (Asperapi), Toton Hitomi, peristiwa tsunami yang pernah melanda Aceh harusnya dapat dijadikan momentum penting untuk mendorong Aceh menjadi alternatif tujuan wisatawan asing ke Indonesia.

Salah satu acara adat Banda Aceh
Modal dasar Aceh sudah sangat cukup baik untuk membangun tujuan wisata baru itu. Aceh telah dikenal seluruh dunia saat ini. Untuk itu pemerintah dan pengusaha yang bergerak dalam sektor pameran dan event organizer harus bersama-sama mendorong untuk mempromosikan Aceh ke level Internasional.

“Sementara dari apa yang saya lihat selama di Aceh, eksotisme pantai Aceh dan beberapa objek wisata alamnya jauh lebih baik dari apa yang dimiliki Bali, namun hal ini belum terkelola dengan baik,” katanya, seperti dilaporkan Waspada Online, malam ini.

Diakui Toton, saat ini pertumbuhan industri pariwisata dan pameran telah menjadi bisnis yang berkembang dan tumbuh pesat. Dibeberapa negara seperti china, Vietnam dan Singapura, industri pameran dan pariwisata dikerjakan dengan profesional dan modern.

“Untuk itu peran pemerintah dan pelaku usaha dalam hal ini sektor pameran menjadi penting untuk menjadikan Aceh alternatif tujuan wisata baru di Indonesia,” harapnya.

Dikesempatan terpisah, Gading Hamonangan Hasibuan, salah seorang pengusaha dan pemilik event organizer, Centra Enterprises mengatakan, saat ini di Aceh wadah organisasi pengusaha yang bergerak dalam sektor industri pameran dan pariwisata belum memperlihatkan kemampuannya untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjalankan agenda-agenda pembangunan terutama disektor pameran dan pariwisata.

Seharusnya, sebutnya, Asperapi Aceh sebagai induk asosiasi pengusaha di sektor itu harus mampu menjadi organisasi yang modern dan kuat, menciptakan persaingan yang sehat antar anggota. Dengan demikian diharapkan akan lahir iklim persaingan usaha yang baik antar sesama pengusaha.

Jami Rencanakan Kembangkan Wisata Air

JAMBI - Pemerintah Provinsi Jami berencana mengembangkan sungai batanghari menjadi salah satu paket wisata air. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi Didy Wurjanto, kepada wartawan, kemaren.

“Akan dibuat satu paket wisata melalui jalur Sungai Batanghari menuju Komplek Candi Muaro Jambi. Yang dilengkapi dengan wisata budaya dan kuliner Kabupaten Muaro Jambi,” katanya.

Sebelumnya, dukungan untuk mengembangkan wisata air muncul dari kepala Bapenas yang juga menteri perencanaan pembangunan Armida S Alisjahbana.

Rudy Syaf sebagai manager komunikasi Warsi Jambi beberapa waktu lalu juga mengatakan, bahwa provinsi Jambi hanya memiliki satu ekosistim yang awalnya menjadi nadi perekonomian Jambi.

“Zaman dahulu, perekonomian Jambi berjalan melalui aliran sungai, dan berbeda dengan Riau yang punya tiga ekosistem besar yakni siak, kampar dan indragiri. Kalau di Jambi hanya satu, yakni ekosistim sungai Batanghari,”ungkapnya.

Sungaibatanghari sendiri, melintasi provinsi Jambi hari hulu hingga hilir. Beberapa anak sungai Batanghari yang menjadi penghubung setiap daerah adalah sungai Batang Asai, Batang Tembesi, Batang Merangin, Batang Tabir, Batang Tebo dan beberapa anak sungai lainnya.

“Kedepan, kita akan kembangkan potensi ini, makanya kita undang pejabat-pejabat dari pusat untuk melihat potensi yang kita miliki,”ungkap Gubernur Jambi, HBA, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, ditingkat Asia Tenggara, wisata air sendiri mampu dan berhasil dikembangkan oleh Thailand. Semoga rencana baik Pemprov Jambi mampu menjadikan daerah itu sebagai tujuan wisata air modern ditanah air.

Batu Rakit Jadi Objek Wisata Keluarga

MUNTOK - Pengunjung Pantai Batu Rakit di Kabupaten Bangka Barat wilayah Provinsi Bangka Belitung (Babel), terus meningkat tiap tahunnya. Pantai itu terus diburu oleh para penikmat traveling karena hamparan pasir putihnya yang indah dan air lautnya tenang.

Kabar keunikan dimilikinya dengan jumlah penikmatnya yang terus meningkat tiap tahunya, membuat Pantai Batu Rakit jadi perhatian serius Pemkab setempat. Tak menunggu lama, Pemkab Bangka Barat, melalui dinas instansi terkait, berencana menjadikan pantai itu sebagai obyek wisata keluarga.

Pemkab Bangka Barat menangkap potensi itu sebagai terobosan sangat potensial untuk pengembangan Pariwisata setempat, sehingga yakin nantinya mampu menambah pendapatan asli daerah (PAD) setempat disektor Pariwisata.

"Kami sudah membangun berbagai fasilitas olah raga dan arena bermain agar mereka merasa nyaman, karena pengunjungnya rata-rata mereka yang membawa keluarga, makanya pantai itu kami jadikan obyek wisata keluarga," kata Kepala Dinas Perhubungan, Pariwisata, dan Informatika, Choirul Amri Rani, seperti dilaporkan mediaindonesia.com, Sabtu (8/1).

Menurut Choirul, sekarang ini di pantai seluas 20 hektare yang berjarak sekitar tujuh kilo meter dari Kota Muntok itu sudah dibangun Gazebo untuk bersantai menikmati keindahan pantai dan pemandangan alam yang eksotis disekitar pantai itu.

Choirul berjanji, kawasan Pantai Batu Rakit akan dijadikan kawasan wisata yang lengkap mulai dari hotel, sarana rekreasi, fasilitasoutbond, panggung terbuka, olahraga voli pantai, dan arena kemah.

"Pantai Batu Rakit juga dijadikan arena kemah pada momen-momen tertentu, antara lain pada libur sekolah, tahun baru dan menyambut Ramadhan, sepanjang pantai dipadati tenda masyarakat yang berkemah," timpalnya.

Diakuinya, jumlah pengunjung Pantai Batu Rakit mengalami peningkatan sejak dibangun berbagai fasilitas. Biasanya pengunjung hanya 10 hingga 20 orang per hari, namun sekarang sudah mencapai ratusan pengunjung.

Sungguh terobosan bermanfaat bagi masyarkat dan bagi daerah. Bagaimana dengan daerah lain di Indonesia yang punya kawasan yang indah namun belum tersentuh pengelolaan profesional? Generasi mudah menunggu kerja keras para pejabat untuk mewujudkan itu, mudahan...............!!!

Kunjungan ke Rinjani, Didominsi Wisman

MATARAM - Letusan gunung Merapi 2006, Gunung Senabung, kemudian letusan kembali lebih dahsyat Gunung Merapi dan disusul aktifitas terakhir Gunung Bromo, ternyata tak menyurutkan minat wisatawan Mancanegara (Wisman) untuk berkunjung ke beberapa tempat obyek wisata pegunungan di tanah air. Bahkan Wisman mendominasi kunjungan selama 2010 lalu.

Salah satunya obyek wisata penggunungan paling diminati adalah tempat pendakian Gunung Rinjani (3.726 mdpl) di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dalam kurun waktu 2010, kunjungan Wisman kedaerah itu mencapi 9.368 orang, kemudian sisanya 4.588 orang, wisatawan berasal dari nusantara. Total pengujung sendiri adalah 13.956 orang.

Menurut Kepala Subbagian Tata Usaha, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Ketut Linggih di Mataram, Rabu (5/1/2011), jumlah pengunjung wisatawan ke Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) sepanjang 2010 lalu mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya tercatat berjumolah 12.756 orang.

Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan tersebut disebut sebagai dampak semakin membaiknya kondisi pariwisata di Indonesia, terutama di kawasan timur Indonesia, seperti Bali dan Nusa Tenggara Barat.

Karena di Bali juga terjadi peningkatan angka kunjungan wisatawan. Hal itu berdampak terhadap NTB yang letak wilayahnya relatif dekat Bali. "Bisa jadi peningkatan kunjungan wisatawan ke TNGR limpahan dari sana," timpalnya.

Para wisatawan mancanegara dan nusantara yang berkunjung ke TNGR sebagian besar wisatawan minat khusus. Mereka menyukai tantangan pada pendakian ke Gunung Rinjani. Sebelum mencapai puncak Gunung Rinjani, para wisatawan dapat menikmati keindahan panorama alam Danau Segara Anak. Danau tersebut berada pada ketinggian sekitar 2.010 mdpl sebelum puncak Gunung Rinjani.

Untuk mencapai Danau Segara Anak atau puncak Gunung Rinjani, jelas Linggih, para wisatawan melakukan pendakian melalui jalur Senaru di Lombok Utara dan Jalur pendakian Sembalun, Timbanuh, dan Kembang Kuning di Lombok Timur.

Menurut Linggih, empat jalur tersebut merupakan jalur resmi. Diakuinya ada jalur lain yang pendakian tidak resmi yang biasa dilalui warga lokal. "Tapi wisatawan mancanegara tidak mau mengambil risiko melalui jalur tersebut," imbuhnya.

"Dengan kondisi pariwisata NTB yang terus membaik, kami menargetkan peningkatan kunjungan wisatawan ke TNGR pada 2011 meningkat 10 persen dibandingkan 2010," harapnya.

Diharapkan pula olehnya, terus meningkatnya angka kunjungan wisatawan dalam kurun waktu lima tahun terakhir mampu berdampak positif terhadap perkembangan ekonomi NTB terutama dari sisi penyerapan tenaga kerja.

"Masyarakat di sekitar kawasan TNGR bisa bekerja menjadi porter atau guide (pemandu wisata pendakian) dengan pendapatan per hari bisa mencapai Rp 150.000," katanya.

TN Tanjung Puting Raih Cipta Award

JAKARTA - Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) yang dikelola Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) berhasil meraih penghargan Citra Pesona Wisata (Cipta) award sebagai juara satu kategori pengelolaan daya tarik wisata alam berwawasan lingkungan dari kementerian kebudayaan dan pariwisata.

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik mengatakan penghargaan itu merupakan salah satu bentuk apresiasi pemerintah atas prestasi dan kinerja pengelola daya tarik wisata alam nasional.

"Penghargaan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat agar lebih perduli terhadap lingkungan serta bagian penting dalam membangun citra dan positioning pariwisata Indonesia," kata Menbudpar di Jakarta, dikutif dari situs Kominfo Newsroom, Kamis (4/11).

Ajang penghargaan yang baru pertama kali digelar ini, dimenangkan antara lain oleh, TN Tanjung Puting (Kalteng), Tanah Lot (Bali), dan Taman Laut Iboih (Aceh) untuk kategori pengelola instansi pemerintah.

Untuk kategori pengelola BUMN/BUMS/BUMD antara lain Elephant Safari Park (Bali), Amanwana resort pulau moyo (NTB), dan Kebun Wisata Pasir Mukti (Jabar).

Sedangkan kategori Lembaga swadaya masyarakat (LSM) dimenangkan oleh Rinjani Trek (NTB), Sangeh (Bali), dan Kawasan Wisata Penyu Berau (Kaltim).

"Penghargaan ini bentuk implmentasi triple track strategy plus dalam membangun pariwisata berkelanjutan untuk indonesia di masa depan," kata Jero Wacik.

TN Tanjung Puting Raih Cipta Award

JAKARTA - Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) yang dikelola Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) berhasil meraih penghargan Citra Pesona Wisata (Cipta) award sebagai juara satu kategori pengelolaan daya tarik wisata alam berwawasan lingkungan dari kementerian kebudayaan dan pariwisata.

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik mengatakan penghargaan itu merupakan salah satu bentuk apresiasi pemerintah atas prestasi dan kinerja pengelola daya tarik wisata alam nasional.

"Penghargaan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat agar lebih perduli terhadap lingkungan serta bagian penting dalam membangun citra dan positioning pariwisata Indonesia," kata Menbudpar di Jakarta, dikutif dari situs Kominfo Newsroom, Kamis (4/11).

Ajang penghargaan yang baru pertama kali digelar ini, dimenangkan antara lain oleh, TN Tanjung Puting (Kalteng), Tanah Lot (Bali), dan Taman Laut Iboih (Aceh) untuk kategori pengelola instansi pemerintah.

Untuk kategori pengelola BUMN/BUMS/BUMD antara lain Elephant Safari Park (Bali), Amanwana resort pulau moyo (NTB), dan Kebun Wisata Pasir Mukti (Jabar).

Sedangkan kategori Lembaga swadaya masyarakat (LSM) dimenangkan oleh Rinjani Trek (NTB), Sangeh (Bali), dan Kawasan Wisata Penyu Berau (Kaltim).

"Penghargaan ini bentuk implmentasi triple track strategy plus dalam membangun pariwisata berkelanjutan untuk indonesia di masa depan," kata Jero Wacik.