upperads

Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

POLITIKAL NEWS

Business

Technology

KRIMINALITAS

ANTI KORUPTOR

Sports

POROS KALTENG

Bupati H Baharudin Lisa Resmi Restui Istrinya Maju Pilkada Barsel 2011

Buntok - Bupati Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), H Baharudin Lisa akhirnya ikut juga jejak sejumlah kepala daerah di tanah air yang lebih memilih mendorong istrinya maju dalam Pilkada setempat setelah masa dua periode kepemimpinannya hampir berakhir.

Hanya bedanya, bila saat memenangkan Pilkada Barsel kali kedua Juni 32006 lalu, H Baharudin yang berpasangan dengan H Irawansyah didukung puluhan partai beridiologi Islam, termasuk partai besar Golkar, maka tidak demikian dengan istri Bupati Barsel Hj Wartiah Thalib. Memilih bersanding dengan Kadis Pendidikan H Sofiansyah, dia didukung lima partai PBR, PKS, Hanura, PAN, dan PMB, minus partai Golkar.

Diprediksi hasilnya akan jauh berbeda, karena diketahui, pada Pilkada 2006, Baharudin hanya beda tipis sekali dengan perolehan suara diraih pesaingnya Farid Yusran dari PDI Perjuangan. Banyak masyarakat menilai, perolehan suara Baharudin didalam kota hasil mendompleng popularitas H Irawansyah, yang saat itu juga Ketua Golkar Barsel. Hanya andalan Baharudin di dua kecamatan, Jenamas dan Mangkatif.

Tapi itu hanya prediksi sedangkan pembuktian kebenarannya sejauh ini belum teruji. Bisa jadi sentuhan Hj Wartiah Thalib lebih rekat dibanding suaminya yang sudah dua periode menjabat Bupati Barsel setelah sebelumnya sempat menjadi Sekda Kotawaringin Timur (Kotim). Namun mencapai kemenangan tim pasangan ini harus bekerja lebih ektra, apalagi bila rencana majunya H Sarkawi berpasangan dengan Suriawan, benar meramaikan pencalonan Pilkada setempat.

Kedua kuda hitam itu, diprediksi akan melibas kantong-kantong dukungan lawan politiknya, mengingat keduanya sama-sama dikenal sebagai pejabat low profil semua kalangan masyarakat Barsel. Sedangkan soal sponsor atau dana, jelas tak dikawatirkan pasangan ini, mengingat H Sarkawi lama menjadi Kepala KCDK Peredaran Hasil Hutan, sedangkan Suriawan, setelah memilih hijrah ke Barito Utara (Barsel), sebelum menjabat Kepala BLH, kini menjadi Kadis Pertambangan dan Energi di Barut.

Deklarasi pencalonan pasangan dengan jargon WAFI (Wartiah Thalib-Sofiansyah) itu dalam Pilkada Barsel 2011 digelar di Lapangan Iring Witu, Buntok, kemarin. Tampak hadir pada acara deklarasi di antaranya Rinco Norkim, Ketua Pembina PAN Kalteng yang juga mantan Ketua PAN Kalteng dua periode. Rinco Norkim juga didaulat menjadi Ketua Tim Sukses pasangan WAFI.

Tak kurang dari seribu orang hadir pada acara deklarasi itu. Deklaraasi sendiri, selain diisi pernyataan sikap dari tokoh partai pengusung yang ditandai dengan penandatanganan janji setia, juga dimeriahkan hiburan panggung Band. Artis ibukota yang turut meramaikan acara deklarasi adalah artis dangdut senior, Rita Sugiarto.

Acara juga diisi dengan orasi politik masing-masing tokoh partai pengusung. Salah satunya Ketua Tim Sukses Rinco Norkim yang sangat lantang membakar semangat para simpatisan dengan berjanji akan berusaha habis-habisan memenangkan Pilkada Barsel yang diperkirakan dilaksanakan Juni 2011 mendatang.

Sedangkan H Wartiah Thalib, dengan semangat empat lima sudah mempersiapkan yel-yel agar lebih memudahkan pendukungnya untuk mengingat dirinya dan pasangannya. Salah satu yel-yel Kadis Sosial Barsel itu diperkenalkannya dengan sebutan 3M. Artinya Mengenalkan, Menyukai, dan Memilih WAFI.

Kepastian majunya Hj Wartiah Thalib dalam Pilkada setempat tahun ini sekaligus menambah daftar jumlah kepala daerah di tanah air yang memilih mendukung pencalonan istrinya untuk melanjutkan dinasti dominasi kepemimpinannya didaerah.

Memang tak ada larangan atau melanggar aturan. Namun yang pasti, selain Otonomi memang cukup menguntungkan bagi daerah terutama menyangkut pemanfaatan SDA, sisi lainnya, justru memunculkan raja kecil yang terkesan tak rela dinsatinya kepemimpinannya beralih tangan ke kelompok lain.

Sebelumnya Kepala Daerah mencalonkan istrinya adalah dua istri bupati Kediri yang sama-sama maju sebagai Bupati Kediri. Ada juga beberapa bupati/wali kota yang maju kembali meski turun pangkat hanya menjadi wakil atau yang mengajukan teman dekatnya untuk berlaga dalam pilkada diantaranya adalah bekas Wali Kota Surabaya Bambang DH yang kini menjabat Wakil Wali Kota Surabaya.

Kemudian Bupati Tuban Haeny Relawati yang beberapa waktu lalu sudah ditetapkan oleh KPU setempat sebagai calon Wakil Bupati Tuban. Karena mungkin tak ada kelompok keluarganya yang bisa diandalkan maju, Heany memaksa dirinya maju ke tiga kalinya, meski pencalonannya kali ini hanya sebagai calon Wakil Bupati Tuban.

Terpisah, Dosen Departemen Politik Fakultas Ilmu Politik Universitas Airlangga Surabaya, Haryadi, menilai, banyaknya incumbent maju kembali dalam pemilihan kepala daerah meski hanya sebagai Wakil Bupati merupakan upaya untuk membentengi diri dari kasus-kasus yang telah dia lakukan selama menjabat kepala daerah.

"Ini sebenarnya bukan keserakahan jabatan, tapi murni untuk membentengi diri dari kasus yang mungkin dia lakukan selama menjabat," tegasnya. Selain untuk memback-up kasus, majunya kembali incumbent dinilai masih diminati oleh massa pemilihnya. Sehingga merasa pede kembali bertarung. Buktinya dibeberapa pemilihan seperti di Surabaya dan Kediri incumbent atau istri incumbent berhasil memenangi pilkada setempat.

PT Adaro Kembali Bantu RSUD Doris Sylvanus

SUARAPUBLIC.COM - Perusahaan pertambangan batubara PT Adaro Indonesia, berjanji akan kembali memberikan bantuan sebesar Rp2 miliar untuk Rumah Sakit Doris Sylvanus di Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng) di 2011 nanti.

Pada 2010 ini, bantuan serupa juga pernah diberikan PT Adaro senilai Rp 2 miliar. Uang tersebut dipergunakan untuk pembangunan ruang Unit Gawat Darurat (UGD) di Rumah Sakit Doris Sylvanus.

Adanya bantuan pihak PT Adaro itu diakui oleh Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustin Teras Narang SH kepada wartawan di Palangkaraya, kemaren.

"Wilayah operasi PT Adaro Indonesia ada di Kalimantan Selatan, namun ada dua wilayah di Kalteng yang masuk tempat kegiatan pertambangan mereka. Kedua kabupaten itu adalah Barito Timur dan Barito Selatan," kata Teras Narang.

Menurutnya, dua kabupaten yang menjadi tempat kegiatan PT Adaro itu berupa jalan di wilayah Barito Timur dan pelabuhan di Desa Kelanis Kabupaten Barito Selatan. "Kaitan itu pihak PT.Adaro rutin memberikan bantuan kemanusian untuk Kalteng," timpal Teras.

Bantuan selama ini diberikan kepada kedua kabupaten Kalteng tersebut, berupa pembangunan rumah ibadah, sarana pendidikan, kesehatan, dan perekonomian masyarakat yang terkena dampak dari kegiatan PT Adaro.

"Sedangkan pajak dua kabupaten itu juga mendapatkan, sedangkan untuk pemerintah provinsi tidak mendapatkan. Karena yang berwenang dalam hal pajak adalah pusat," sebutnya.

Berkaitan dengan tuntutan yang dilakukan masyarakat Desa Kelanis Kabupaten Barito Selatan, Teras menilai hal itu wajar saja asalkan tuntutan ganti rugi lahan itu dapat dipertanggungjawabkan kepemilikannya.

"Dalam hal ini masyarakat hendaknya tidak ganti rugi, karena begitu selesai dibayar PT Adaro maka masyarakat tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Justru yang baik itu adalah kerjasama," saran Teras.

Dalam hal itu, Teras akan berupaya melakukan pendekatan lagi dengan masyarakat setempat, ini terkait dengan visi dan misi yang diembannya bersama wakil Gubernur Kalteng H Ahamad Diran pada Pemilukada Juni 2010 lalu.

"Salah satu yang akan kita galakkan di Desa Kelanis tersebut adalah rehabilitasi perkebunan karet yang selama ini telah terbukti menjanjikan dan mampu menopang kehidupan masyarakat setempat," pungkas Teras.


Barsel Dapat PLTU Senilai Rp254 Miliar

SUARAPUBLIC.COM – Berbeda dengan kabupaten lain yang lebih banyak wacana, Kabupaten Barito Selatan (Barsel) bakal segera mendapat tambahan pasokan listrik. PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk (TRUB) melalui anak usahanya PT Truba Jaya Engineering telah memenangkan proyek PLTU Buntok.

Gamala V. Katoppo, Corporate Secretary TRUB menjelaskan, proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap Buntok yang dimenangkan Perseroan ini terletak di Kalimantan Tengah. Dengan kapasitas 2x7 MW akan digunakan untuk PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Proyek Induk Pembangkit dan Jaringan Kalimantan.

Adapun nilai kontrak proyek tersebut mencapai Rp254,1 miliar untuk lingkup pekerjaan Perencanaan, Pengadaan dan Pembangunan (ECP).(*)


Lulusan Test CPNS Empat Daerah Teracam Dianulir

MUARATEWEH - Anda masuk peserta tes CPNS di Kabupaten Pulang Pisau, Kotawaringin Timur, Seruyan atau Pemkot Palangkaraya. Kali ini sepertinya anda tengah menghadapi masalah. Karenanya, jangalah terkejut bila saja nanti kelulusan anda tiba-tiba dianulir pusat atau pihak lain.

Tambah hari, kisruh ini bukanya berakhir malah kian runcing. Polemik, terkait sikap Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustin Teras Narang, yang menolak soal-soal tes tertulis CPNS Kalteng 2010 dikerjakan pihak lain selain Unpar. Keputusan itu berlaku bagi 14 kabupaten/kota se Kalteng.

Hampir disetiap kesempatan, tak pernah lupa Teras berkampanye dengan mengingatkan kabupaten/kota agar pembuatan soal diserahkan kepada pihak Unpar. Entah magis apa yang masuk, Teras bahkan tak segan-segan mengacam pihak panitia pelaksana bila tetap menggunakan pihak luar dalam pembuatan soal itu.

Acaman paling keras Teras yakni akan meminta pihak pusat menganulir lulusan CPNS dari daerah, kabupaten atau kota yang masih menggunakan soal buatan pihak lain dalam pelaksanaan tas tertulis nanti.

Terakhir acaman dilontarkan Teras ketika memberikan sambutan peresmian penggunaan jembatan Klaihien di Desa Klaihien Kabupaten Barito Selatan (Barsel), kemaren. "Sekali lagi saya peringatkan, bila kabupaten masih menggunakan soal buatan selain pihak Unpar, saya akan minta pusat menganulir semua lulusan CPNS daerah itu," tegas Teras, yang disambut tegang para undangan yang hadir.

Teras tak menjelaskan daerah mana saja yang belum memberikan respon surat keputusan pemprov Kalteng yang memberikan mandat kepada pihak Unpar dalam pembuatan soal ters CPNS Kalteng 2010 ini. "Saya serius masalah ini. Jabatan saya pertarohkan. Saya akan mundur dari jabatan Gubernur, bila pusat tak menganulir para lulusan dari daerah yang soal tesnya bukan dibuat pihak Unpar," janji Teras.

Sumber menyebutkan, ada empat daerah yang dipastikan tetap menggunakan jasa pihak luar dalam pembuatan soal tes nanti. Ini karena daerah itu sudah terikat kontrak hingga beberapa tahun kedepan. Empat daerah itu di anyaranya Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Pulang Pisau, Seruyan dan Pemerintahan Kota Palangkaraya.

Sejauh ini belum diperoleh konfirmasi terkait alasan daerah setempat hingga terkesan mengabaikan surat Gubernur Kalteng, terkait penunjukan Unpar sebagai pihak pembuatan soal tes CPNS Kalteng 2010.

"Kami harap pihak-pihak mencarikan solusi masalah ini. Jangan sampai, sikap keras justru merugikan generasi muda, yang ikut tes dikabupaten bersangkutan," kata seorang peserta CPNS dilingkup Pemkab Barut, kemaren.


Teras Narang Sedih, Kalteng Banyak Koruptornya

BUNTOK – Luasnya wilayah provinsi Kalimantan Tengah yang mencakup empat belas kabupaten dan kota untuk membangun tentunya memerlukan dana tidak sedikit dan melalui proses. Pembangunan demi kesejahteraan masyarakat, semua itu harus di dasari oleh aturan yang berlaku serta di landasi dengan hukum.

Gubernur Kalimantan Tengah A.Teras Narang mengatakan itu disela acara peresmian jembatan kalahien Kamis(25/11) di Buntok Barito Selatan.

Teras mengakui, dalam perjalanan menuju jembatan kalahien pihaknya sempat di hadang sekelompok masa yang berdemo terkait masalah tambang.

“Ketika dalam perjalan dari kota palangkaraya menuju kalahien rombongan sempat di hadang oleh saudara-saudara kita yang menyampaikan aspirasi.saya paham betul keinginan mereka dan saya paham betul kebutuhan mereka dan saya minta pada kabupaten kapuas untuk memperhatikan wilayah penambangan rakyat yang ada di daerah itu,”jelasnya.

Karena lanjutnya, pertambangan rakyat hendaknya harus di perhatikan mengingat sudah ada ketentuannya mengenai hal tersebut demi masyarakat. Untuk aparat penegak hukum sebutnya, silahkan menegakan hukum akan tetapi tidak tebang pilih di mana masyarakat kecil yang sering menjadi korban.

“Saya tidak inginkan penegakan hukum bukan kepada rakyat akan tetapi kepada siapapun yang melanggar, penambang, pekebun silahkan proses sesuai aturan, karena inilah negara hukum tetapi kita sebagai pemerintah wajib untuk memberikan perlindungan kepada rakyat tetapi sesuai dengan aturan,” tegasnya.

Daerah hendaknya memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengelola penambangan rakyat dan tambang liar tidak ada lagi di wilayah kalteng secara ilegal.

Menurut gubernur wilayah kalteng sekarang ini tidak di inginkan penambang penambang secara ilegal begitu juga dari sector kehutanan.

“Saya tidak ingin wilayah kalteng banyak kasus korupsinya. Mohon maaf pak Yusup(didepan Kejati) saya sedih sekali di daerah Kalimantan Tengah yang anggarannya Rp1,6 trilyun ternyata koruptornya banyak,”jelasnya tanpa menyebut siapa pelakunya.

Ditegaskannya, sekarang ini wilayah provinsi yang dipimpinnya sedang mendapat sorotan terutama dari penegak hukum dari semua arah. Akan tetapi gubernur juga tidak mengatakan daerah lain tidak dalam sorotan, namun setidaknya ini sebagai warning bagi bagi siapapun yang melakukan praktek korupsi.

Laporan:Syarbani

Jembatan Alat Pital Membuka Terisolasi Daerah

BUNTOK – Pembangunan inprastruktur seperti jalan dan jembatan di wilayah provinsi Kalimantan Tengah merupakan suatu keharusan untuk mengatasi keterisolasian masyarakat demi kemajuan agar setara dengan daerah lain.

Akan tetapi pembangunan tersebut memerlukan dana yang sangat besar, hal ini perlu dukungan semua lapisan masyarakat termasuk daerah, pemerintah pusat serta dewan perwakilan rakya daerah, sehingga usulan yang dijadikan skala prioritas dapat di setujui.

Namun dalam melaksanakan suatu pembangunan tentunya harus di landasi dengan aturan atau hukum yang berlaku di Negara Indonesia, hal ini di sampaikan oleh Gubernur Kalimantan Tengah A.Teras Narang pada saat peresmian jembatan kalahien di Buntok Barito Selatan Kamis (25/11).

“Kita semua sepakat bahwa Kalimantan Tengah harus membangun inprastruktur dan ini adalah menjadi cita-cita para pendiri provinsi ini.kita kenal ada daerah barito,kapuas dan kota waringin.tiga daerah ini yang mana pada saat itu yang menjadi cikal bakal berdirinya provinsi Kalimantan tengah,”jelasnya.

Dikatakannya, pada tahun 1957 Kalimantan Tengah berpisah dengan provinsi Kalimantan Selatan yang melalui proses yang sangat panjang.

"Proses pemisahan kalimantan tengah yang panjang dan hampir Kalimantan tengah tertinggal karena yang di resmikan pada saat itu hanya tiga provinsi seperti Kalimantan selatan, barat dan timur. Dengan perjuangan para tokoh –tokoh pendiri provinsi mereka bertekad mendirikan provinsi sendiri yang sekarang ini kita nikmati bersama," katanya.

Menurut orang nomor satu di kalteng ini, tiada lain merupakan proses sejarah yang tak bisa dilupakan dan harus di kenang oleh generasi penerus, karena yang dilakukan sekarang ini tiada lain untuk meneruskan perjuangan para pendahulu pendiri wilayah ini.

“Kita ini hanyalah di ibaratkan salah satu baut saja tetapi merekalah para pendiri provinsi ini yang berjasa dan memberikan kesempatan kepada kita semuanya,”ungkapnya.

Maka dengan momentum ini lanjutnya, merupakan yang terbaik bagi warga masyarakat kalteng dan meneruskan tekad bersama untuk membangun tanpa membedakan suku golongan ras dan agama atau kelompok tertentu.

Karena masyarakat diwilayah ini semuanya adalah satu warga Negara kesatuan Republik Indonesia yang menjunjung tinggi pancasila sebagai dasar Negara.

Dijelaskannya, melihat karekteristik wilayah Kalimantan tengah yang hampir semua daerah banyak sungai maka dengan itu perlu adanya pembangunan jembatan penghubung dan memerlukan proses panjang dan secara bertahap, karena semua itu tak terlepas dari keterbatasan anggaran.

Laporan:Syarbani

Penggunaan Jembatan Klaihien di Barsel Diresmikan

BUNTOK - Setelah melalui proses pembangunan yang cukup panjang akhirnya Jembatan Kalahien secara resmi dapat di lewati oleh masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng) yang umumnya di wilayah Barito.

Acara peresmian jembatan nomor dua terpanjang di wilayah Kalimantan Tengah diresmikan oleh Gubernur A.Teras Narang,SH dengan di hadiri ribuan masyarakat Kamis(25/11).

Turut hadir dalam acara itu, wakil gubernur Ir H Akhmad Diran, anggota DPR-RI, DPD Kalteng, Kapolda Drs H Damianus Zeky, Kajati, Bupati Barsel Ir H.Baharudin Lisa serta para bupati dan wakil bupati se Kalteng.

Gubernur Kalimantan Tengah A.Teras Narang dalam amanatnya,mengucapkan banyak rasa syukur atas terlaksana dan selesainya jembatan kalahien yang menghubungkan kota di wilayah barito menuju arah kota Palangkaraya.

Menurut Gubernur, perjalanan pembangunan jembatan memerlukan proses yang panjang dengan di mulai pada tahun 1998 sejak bupati Ir,H Akhmad Diran di Barito Selatan yang sekarang menjadi wakil Gubernur.

"Jembatan ini dimulai sejak Bapak bupati Ir,H Akhmad Diran yang wilayahnya masih belum ada pemekaran dan gubernurnya bapak Warsito Rasman yang berarti dua belas tahun lamanya," terangnya.

Jembatan ini merupakan yang bersejarah bagi Kalimantan Tengah, karena selama lima puluh tiga tahun sejak terpisahnya dengan Kalimantan Selatan dan jembatan ini yang akan mempersatukan antara sungai Barito dan sungai Kapuas.

Dengan selesainya jembatan ini pula lanjutnya, empat Kabupaten di wilayah Barito dengan wilayah-wilayah yang ada di provinsi kalteng ini, mampu terhubung dengan mudah.

"Pembangunan jembatan kalahien bukan karena Teras/Diran tetapi ini adalah karena semangat kebersamaan, semangat persatuan dan yang paling penting adalah untuk membuka keterisolasian," tegas Teras.

Terpenting, lanjutnya, untuk mengejar ketertinggalan dari provinsi lain. Pada saat masih belum menjadi orang nomor satu di kalteng dan menjabat sebagai anggota DPR-RI Teras Narang, pernah melakukan kunjungan di wilayah Barsel.

Diakuinya, kalau ingin ke wilayah Barito harus melalui Kalimantan Selatan karena akses jalan satu-satunya hanya melewati provinsi tetangga yang memakan waktu selama dua belas jam.

Akan tetapi setelah dibangun saran jalan walaupun masih belum selesainya jembatan penghubung ini, pihaknya tak pernah lagi melawati Banjarmasin sejak tahun 2006.

"Dengan selesai ini hendaknya masyarakat gunakan jalan yang ada dan ini tiada lain adalah untuk merasakan kembali betapa sulitnya transportasi dan minimnya inprastruktur di Kalimantan tengah," pungkasnya.

Sebelum gubernur memberikan sambutan terlebih dulu Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kalteng Ir Ben Barhim S Bahat menyampaikan laporan, bahwa jembatan kalahien mempunyai panjang sekitar 620 meter dengan lebar sekitar sembilan meter atau sedikit lebih pendek dari jembatan sungai kahayan yang mempunya panjang 640 meter.

Dengan kontraktor pelaksana PT.Agrabudi Karya Marga yang menelan dana sekitar Rp 189,45 miliar dengan pengerjaan memakai system tahun jamak.

Laporan : Syarbani


Penggunaan Jembatan Klaihien di Barsel Diresmikan

BUNTOK - Setelah melalui proses pembangunan yang cukup panjang akhirnya Jembatan Kalahien secara resmi dapat di lewati oleh masyarakat Kalimantan Tengah (Kalteng) yang umumnya di wilayah Barito.

Acara peresmian jembatan nomor dua terpanjang di wilayah Kalimantan Tengah diresmikan oleh Gubernur A.Teras Narang,SH dengan di hadiri ribuan masyarakat Kamis(25/11).

Turut hadir dalam acara itu, wakil gubernur Ir H Akhmad Diran, anggota DPR-RI, DPD Kalteng, Kapolda Drs H Damianus Zeky, Kajati, Bupati Barsel Ir H.Baharudin Lisa serta para bupati dan wakil bupati se Kalteng.

Gubernur Kalimantan Tengah A.Teras Narang dalam amanatnya,mengucapkan banyak rasa syukur atas terlaksana dan selesainya jembatan kalahien yang menghubungkan kota di wilayah barito menuju arah kota Palangkaraya.

Menurut Gubernur, perjalanan pembangunan jembatan memerlukan proses yang panjang dengan di mulai pada tahun 1998 sejak bupati Ir,H Akhmad Diran di Barito Selatan yang sekarang menjadi wakil Gubernur.

"Jembatan ini dimulai sejak Bapak bupati Ir,H Akhmad Diran yang wilayahnya masih belum ada pemekaran dan gubernurnya bapak Warsito Rasman yang berarti dua belas tahun lamanya," terangnya.

Jembatan ini merupakan yang bersejarah bagi Kalimantan Tengah, karena selama lima puluh tiga tahun sejak terpisahnya dengan Kalimantan Selatan dan jembatan ini yang akan mempersatukan antara sungai Barito dan sungai Kapuas.

Dengan selesainya jembatan ini pula lanjutnya, empat Kabupaten di wilayah Barito dengan wilayah-wilayah yang ada di provinsi kalteng ini, mampu terhubung dengan mudah.

"Pembangunan jembatan kalahien bukan karena Teras/Diran tetapi ini adalah karena semangat kebersamaan, semangat persatuan dan yang paling penting adalah untuk membuka keterisolasian," tegas Teras.

Terpenting, lanjutnya, untuk mengejar ketertinggalan dari provinsi lain. Pada saat masih belum menjadi orang nomor satu di kalteng dan menjabat sebagai anggota DPR-RI Teras Narang, pernah melakukan kunjungan di wilayah Barsel.

Diakuinya, kalau ingin ke wilayah Barito harus melalui Kalimantan Selatan karena akses jalan satu-satunya hanya melewati provinsi tetangga yang memakan waktu selama dua belas jam.

Akan tetapi setelah dibangun saran jalan walaupun masih belum selesainya jembatan penghubung ini, pihaknya tak pernah lagi melawati Banjarmasin sejak tahun 2006.

"Dengan selesai ini hendaknya masyarakat gunakan jalan yang ada dan ini tiada lain adalah untuk merasakan kembali betapa sulitnya transportasi dan minimnya inprastruktur di Kalimantan tengah," pungkasnya.

Sebelum gubernur memberikan sambutan terlebih dulu Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kalteng Ir Ben Barhim S Bahat menyampaikan laporan, bahwa jembatan kalahien mempunyai panjang sekitar 620 meter dengan lebar sekitar sembilan meter atau sedikit lebih pendek dari jembatan sungai kahayan yang mempunya panjang 640 meter.

Dengan kontraktor pelaksana PT.Agrabudi Karya Marga yang menelan dana sekitar Rp 189,45 miliar dengan pengerjaan memakai system tahun jamak.

Laporan : Syarbani

Perusahaan Tambang Diminta Pasang Lampu Pengaman di Jembatan

panoramio.com
PALANGKARAYA - Pemprov Kalimantan Tengah (Kalteng) memberikan pelayanan prima kepada angkutan batu bara dalam masa penyelesaian pembangunan jembatan Desa Klaihien Kabupaten Barito Selata (Barsel). Agar tidak mengganggu transportasi perusahaan, akan dipasang lampu pengaman di jembatan itu.

Namun pemprov meminta kepada perusahaan bersangkutan yang memasang lampu pengaman itu di jembatan. "Agar tak terganggu kita minta perusahaan memasang lampung pengaman di jembatan," ucap Kepala Dinas Pertambangan Kalimantan Tengah, Ir Yulian Taruna, kemaren.

Lampu pengaman itu untuk mengatisipasi kejadian serupa yang sering terjadi dengan Jembatan KH Hasan Basri di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara (Barut). "Kita tidak ingin jembatan ini juga jadi sasaran ditabrak tongkang angkutan batu bara," ucapnya.

Diakuin, bila kontruksi jembatan Klahien lebih tinggi dibanding Jembatan KH Hasan Basri. Namun pihaknya tetap mewaspadai kemungkinan terjadi, apalagi angkutan melewati jembatan itu dimungkinkan pada malam hari.

"Ini bentuk antisipasi kedepan. Selain itu kita minta agar jembatan itu dijaga bersama-sama keberadaanya," timpalnya.

Diharapkan, lempu yang dipasang perusahaan itu tak saja berfungsi sebagai antisipasi keselamatan kontruksi jembatan, tapi juga demi keselamatan para awak kapal yang ada dalam tongkang angkutan batu bara.

"Lampu dipasang persisi dibawah jembatan atau dibagian lintasan sungai. Semoga hal buruk tak terjadi meski anggkutan lalu lalang pada malam hari," imbuhnya.

Gubernur Kalteng, Agustin Teras Narang SH, menambahkan, agar pemasangan lampu pengaman oleh pihak perusahaan diharapkan pada semua jembatan yang melintang sungai besar, seperti DAS Barito.

"Koordinasi untuk pemasangan lampu bisa menghubungi pejabat Dinas PU dan Dinas Perhubungan Kalteng. Ada tiga jembatan membentang disungai besar pada jalur Palangakaraya-Buntuk. Saya harap semuanya dilengkapi lampu pengaman," ucap Teras.

"Paling riskan adalah bila pengangkutan batu bara melewati jembatan pada malam hari. Lampu itu juga bertujuan agar pengguna jalan tak merasa kawatir melintasi jembatan meski dibawahnya sedang lewat angkutan batu bara," pungkas Teras.

Perusahaan Tambang Diminta Pasang Lampu Pengaman di Jembatan

panoramio.com
PALANGKARAYA - Pemprov Kalimantan Tengah (Kalteng) memberikan pelayanan prima kepada angkutan batu bara dalam masa penyelesaian pembangunan jembatan Desa Klaihien Kabupaten Barito Selata (Barsel). Agar tidak mengganggu transportasi perusahaan, akan dipasang lampu pengaman di jembatan itu.

Namun pemprov meminta kepada perusahaan bersangkutan yang memasang lampu pengaman itu di jembatan. "Agar tak terganggu kita minta perusahaan memasang lampung pengaman di jembatan," ucap Kepala Dinas Pertambangan Kalimantan Tengah, Ir Yulian Taruna, kemaren.

Lampu pengaman itu untuk mengatisipasi kejadian serupa yang sering terjadi dengan Jembatan KH Hasan Basri di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara (Barut). "Kita tidak ingin jembatan ini juga jadi sasaran ditabrak tongkang angkutan batu bara," ucapnya.

Diakuin, bila kontruksi jembatan Klahien lebih tinggi dibanding Jembatan KH Hasan Basri. Namun pihaknya tetap mewaspadai kemungkinan terjadi, apalagi angkutan melewati jembatan itu dimungkinkan pada malam hari.

"Ini bentuk antisipasi kedepan. Selain itu kita minta agar jembatan itu dijaga bersama-sama keberadaanya," timpalnya.

Diharapkan, lempu yang dipasang perusahaan itu tak saja berfungsi sebagai antisipasi keselamatan kontruksi jembatan, tapi juga demi keselamatan para awak kapal yang ada dalam tongkang angkutan batu bara.

"Lampu dipasang persisi dibawah jembatan atau dibagian lintasan sungai. Semoga hal buruk tak terjadi meski anggkutan lalu lalang pada malam hari," imbuhnya.

Gubernur Kalteng, Agustin Teras Narang SH, menambahkan, agar pemasangan lampu pengaman oleh pihak perusahaan diharapkan pada semua jembatan yang melintang sungai besar, seperti DAS Barito.

"Koordinasi untuk pemasangan lampu bisa menghubungi pejabat Dinas PU dan Dinas Perhubungan Kalteng. Ada tiga jembatan membentang disungai besar pada jalur Palangakaraya-Buntuk. Saya harap semuanya dilengkapi lampu pengaman," ucap Teras.

"Paling riskan adalah bila pengangkutan batu bara melewati jembatan pada malam hari. Lampu itu juga bertujuan agar pengguna jalan tak merasa kawatir melintasi jembatan meski dibawahnya sedang lewat angkutan batu bara," pungkas Teras.

Jembatan Kalahien di Barito Selatan Hampir Selesai

Kerangka Jembatan Kalahien sebelum disambung (kaskus.us)
 Palangkaraya - Pembangunan jembatan Kalahien yang menghubungkan Kota Palangkaraya dengan Buntok saat ini sudah memasuki tahap akhir. Perkembangan penyelesaian proyek diakui dinas tenis Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

"Proses pembangunannya sudah mencapai sekitar 90 persen, apalagi proses pekerjaan tersulitnya sudah diselesaikan dengan baik yakni menyambung bentang pelengkung sepanjang 200 meter pada beberapa waktu lalu," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kalteng Ben Brahim di Palangkaraya, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (14/8/2010).

Menurut Ben, pihaknya terus melaksanakan pembangunan jembatan tersebut meskipun memasuki bulan Ramadhan, dan saat ini sudah mencapai tahapan penyelesaian bentang bawah serta pengecoran semen.

Ia juga mengatakan, pembangunan jembatan tersebut selama ini berjalan dengan baik, hanya saja ada sedikit kendala, karena tepi atau pinggiran sungai Barito terkikis air sehingga mengakibatkan longsor namun masih bisa diatasi.

"Kami membangun turap pada tepi-tepi sungai Barito yang berfungsi sebagai penahan kuatnya arus dan gelombang air yang menghantam langsung pinggiran sungai sebagai solusi dari masalah tersebut," ucap Ben.

Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kalteng Ridwan Manurung menambahkan, pembangunan jembatan tersebut sudah memasuki tahap akhir dan diperkirakan Oktober 2010 sudah bisa digunakan.

Jembatan Kalahien di Barito Selatan Hampir Selesai

Kerangka Jembatan Kalahien sebelum disambung (kaskus.us)
 Palangkaraya - Pembangunan jembatan Kalahien yang menghubungkan Kota Palangkaraya dengan Buntok saat ini sudah memasuki tahap akhir. Perkembangan penyelesaian proyek diakui dinas tenis Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

"Proses pembangunannya sudah mencapai sekitar 90 persen, apalagi proses pekerjaan tersulitnya sudah diselesaikan dengan baik yakni menyambung bentang pelengkung sepanjang 200 meter pada beberapa waktu lalu," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kalteng Ben Brahim di Palangkaraya, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (14/8/2010).

Menurut Ben, pihaknya terus melaksanakan pembangunan jembatan tersebut meskipun memasuki bulan Ramadhan, dan saat ini sudah mencapai tahapan penyelesaian bentang bawah serta pengecoran semen.

Ia juga mengatakan, pembangunan jembatan tersebut selama ini berjalan dengan baik, hanya saja ada sedikit kendala, karena tepi atau pinggiran sungai Barito terkikis air sehingga mengakibatkan longsor namun masih bisa diatasi.

"Kami membangun turap pada tepi-tepi sungai Barito yang berfungsi sebagai penahan kuatnya arus dan gelombang air yang menghantam langsung pinggiran sungai sebagai solusi dari masalah tersebut," ucap Ben.

Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kalteng Ridwan Manurung menambahkan, pembangunan jembatan tersebut sudah memasuki tahap akhir dan diperkirakan Oktober 2010 sudah bisa digunakan.